
Pasar cryptocurrency mengalami koreksi harga besar saat Bitcoin jatuh di bawah angka 115.000 USD, yang menjadi level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun penurunan ini signifikan, analisis on-chain terbaru menunjukkan siklus bullish Bitcoin masih berpotensi tumbuh sebelum mencapai puncak akhirnya. Artikel ini membahas dinamika pasar saat ini dan indikator utama yang mendorong kehati-hatian, bukan kepanikan, di kalangan investor, serta menyoroti arah valuasi Bitcoin pada tahun 2025.
Data on-chain terkini menunjukkan perubahan besar perilaku di antara pemegang Bitcoin jangka panjang. Berdasarkan analisis Joao Wedson, siklus kepemilikan Long-Term Holders (LTH) sedang berada di titik kritis. Di tengah manfaat pasar cryptocurrency dari adopsi institusional dan instrumen investasi aset digital, investor jangka panjang mulai melepas posisi secara substansial.
Data memperlihatkan sekitar 50% Bitcoin di produk investasi utama telah didistribusikan oleh kelompok LTH, menandakan fase distribusi besar. Walau tekanan jual meningkat, proyeksi analis tetap optimis. Wedson memperkirakan pasar bullish Bitcoin akan bertahan setidaknya 2 bulan ke depan, dengan siklus cryptocurrency alternatif berpotensi berlanjut hingga 3 bulan setelahnya. Hal ini menunjukkan bahwa meski pertumbuhan melambat, tren bullish masih tetap kuat.
Empat indikator on-chain utama memberikan wawasan kuantitatif untuk menilai kondisi pasar saat ini:
Coin Days Destroyed (CDD) – Terminal Adjusted Version mengukur jumlah Bitcoin yang lama tidak aktif dan kini beredar kembali. Analisis historis menunjukkan pergerakan Bitcoin yang lama di-hold telah memicu 3 sinyal peringatan di puncak pasar lokal. Indikator ini menjadi sistem deteksi dini untuk koreksi pasar.
Reserve Risk Indicator mengukur tingkat kepercayaan pemegang jangka panjang terhadap harga saat ini. Saat ini, indikator ini berada di zona peringatan, menandakan peningkatan aktivitas jual dan transfer BTC oleh pemegang besar. Lonjakan metrik ini menunjukkan ketidakpastian di kalangan investor profesional.
Spent Output Profit Ratio (SOPR) Trend Signal menilai apakah transaksi Bitcoin terjadi di tingkat untung atau rugi. SOPR terbaru mengarah bearish, menandakan aksi ambil untung semakin masif di pasar seiring investor mengamankan keuntungan.
Bitcoin Cycle Market Top Prediction – Max Intersect SMA Model adalah penilaian Wedson yang dianggap paling akurat untuk mengidentifikasi puncak siklus Bitcoin. Indikator ini belum menandakan penurunan harga yang pasti. Berdasarkan model analisis ini, bila garis indikator mencapai 69.000 USD, pasar kemungkinan sudah mendekati puncak siklus. Karena harga saat ini masih jauh di atas titik tersebut, peluang kenaikan tetap besar.
Walau banyak indikator teknikal mulai memberikan sinyal peringatan, analisis menyeluruh menyarankan pelaku pasar tetap rasional dan menghindari kepanikan. Wedson menegaskan bukti yang ada belum memastikan pasar telah mencapai puncak siklus terakhir. Sejarah siklus Bitcoin menunjukkan dalam fase volatilitas tinggi dan tekanan jual dari pemegang jangka panjang, peluang kenaikan harga tetap terbuka lebar.
Dengan Bitcoin diperdagangkan di kisaran 113.052 USD dan mengalami volatilitas harga terbaru, pelaku pasar sebaiknya menerapkan manajemen risiko disiplin dan berhati-hati. Untuk memahami dinamika valuasi Bitcoin di 2025, investor perlu memantau metrik on-chain secara berkala agar dapat mengidentifikasi titik risiko tinggi dalam siklus. Alih-alih bereaksi emosional terhadap fluktuasi harga jangka pendek, investor sebaiknya mengandalkan data ini untuk pengambilan keputusan berdasarkan indikator fundamental, bukan noise pasar berbasis sentimen.
Pergerakan harga Bitcoin di bawah 115.000 USD saat ini merupakan fase konsolidasi alami dalam siklus bullish, bukan pembalikan tren. Walau pemegang jangka panjang meningkatkan distribusi dan beberapa indikator peringatan aktif, analisis makro menunjukkan momentum pasar bullish masih besar. Berbagai kerangka analisis menunjukkan potensi pertumbuhan Bitcoin hingga lebih dari 2 bulan dan cryptocurrency alternatif hingga lebih dari 3 bulan ke depan. Investor yang ingin mengerti arah harga Bitcoin di 2025 perlu menyeimbangkan kewaspadaan terhadap risiko dengan potensi kenaikan yang masih tersisa, menggunakan data on-chain sebagai landasan keputusan di masa volatilitas ini.
Bitcoin diproyeksikan mencapai sekitar 150.000 USD pada akhir 2026 menurut analisis para ahli. Namun, harga sebenarnya tetap bergantung pada kondisi pasar, tingkat adopsi, dan faktor makroekonomi.
1 Bitcoin saat ini bernilai sekitar $89.500 USD. Harga terus berubah mengikuti permintaan pasar dan aktivitas perdagangan. Bitcoin tetap menjadi cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Pada Agustus 2014 atau sepuluh tahun lalu, 1 Bitcoin diperdagangkan sekitar 500 USD, setara kurang lebih 1.600 PLN. Nilai ini hanya sebagian kecil dari harga saat ini, memperlihatkan pertumbuhan jangka panjang Bitcoin yang sangat signifikan di pasar cryptocurrency.
Membeli Bitcoin senilai 100 PLN adalah investasi kecil. Walau semua nominal berpotensi tumbuh seiring waktu, nilai minimal seperti ini hanya menghasilkan return terbatas. Bitcoin tetap fluktuatif dan sulit diprediksi. Pertimbangkan memulai dengan nominal lebih besar agar peluang keuntungan lebih optimal.











