

Jaringan Terra Classic (LUNC) mencapai tonggak penting dengan disahkannya Proposal 11561, menandai momentum krusial dalam perkembangan ekosistem. Salah satu bursa cryptocurrency terbesar secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap upgrade Terra Classic v2.1.1, yang bertujuan menyetarakan fitur blockchain ini dengan Terra 2.0 dan chain Cosmos lainnya. Upgrade ini memulihkan akses bagi pengembang dan proyek untuk membangun serta mengimplementasikan aplikasi terdesentralisasi (dApps) di jaringan Terra Classic, sehingga memicu kembali minat pengembangan pada ekosistemnya.
Setelah proposal jaringan disetujui, bursa cryptocurrency utama mengumumkan dukungan resminya terhadap upgrade Terra Classic v2.1.1, menegaskan komitmen institusi pada pemulihan dan pengembangan jaringan. Upgrade dijadwalkan berlangsung di block height 13.215.800, dengan estimasi waktu eksekusi pukul 14.00 UTC, meski data historis menunjukkan upgrade serupa kerap terjadi lebih awal dari jadwal.
Untuk kelancaran transisi upgrade, bursa-bursa terkemuka akan menangguhkan sementara deposit dan penarikan LUNC serta USTC melalui jaringan Terra Classic. Namun, aktivitas perdagangan LUNC dan USTC tetap berjalan normal selama periode ini. Platform exchange akan melanjutkan layanan deposit dan penarikan setelah jaringan Terra Classic stabil pasca-upgrade. Langkah ini menegaskan praktik terbaik dalam pengelolaan infrastruktur exchange saat upgrade jaringan strategis.
Bursa cryptocurrency besar lainnya, termasuk exchange industri yang telah mapan, juga menyatakan dukungan terhadap upgrade jaringan Terra Classic, menandakan dukungan luas di sektor tersebut. Namun, Joint L1 Task Force (L1TF) mengidentifikasi aspek teknis yang perlu diperhatikan. Menurut manajer proyek L1TF, LuncBurnArmy, dApps kemungkinan mengalami kendala fungsi pasca-upgrade karena beberapa komponen WebAssembly (wasm) baru akan berjalan optimal setelah Google memperbarui ekstensi Chrome. Versi web dan mobile wallet Station yang ada diperkirakan tetap berfungsi normal dalam masa transisi ini. Perlu diperhatikan, pembaruan dari Google bisa memakan waktu beberapa hari, sehingga komunitas diimbau bersabar selama masa penyesuaian.
Sentimen pasar atas upgrade Terra Classic sangat positif, dengan lonjakan harga signifikan mencerminkan keyakinan investor terhadap masa depan jaringan. Terra Classic mencatat kenaikan harga substansial menjelang upgrade, dipicu ekspektasi peningkatan fitur serta agenda pengembangan yang akan datang.
Data pasar terbaru menunjukkan momentum positif berlanjut, di mana LUNC tetap tangguh di tengah kondisi pasar saat ini. Rentang perdagangan serta volume 24 jam memperlihatkan peningkatan partisipasi dan minat pasar terhadap aset ini. Stabilitas harga dan tingginya aktivitas menandakan keyakinan yang konsisten terhadap LUNC di kalangan trader dan investor sepanjang 2025.
Upgrade Terra Classic v2.1.1 menjadi momen transformasi bagi ekosistem, didukung oleh bursa utama dan dukungan industri yang luas sebagai validasi kuat terhadap inisiatif ini. Upgrade bertujuan memulihkan fungsi krusial dan kesetaraan dengan chain Cosmos lain, sehingga membuka peluang pengembangan dan inovasi baru di platform. Meski terdapat kendala teknis minor terkait pembaruan ekstensi Chrome untuk beberapa dApps, hal tersebut hanyalah tantangan implementasi sementara, bukan hambatan fundamental. Respons pasar menggambarkan keyakinan komunitas terhadap potensi upgrade untuk menghidupkan kembali ekosistem Terra Classic serta menarik pengembangan dan investasi baru, menjawab pertanyaan seputar masa depan Terra Classic.
Terra Classic (LUNC) memiliki potensi nilai yang didorong dukungan komunitas dan pengembangan ekosistem. Nilainya bergantung pada tingkat adopsi pasar, peningkatan tokenomics, dan sentimen investor. Meski bersifat spekulatif, LUNC berpotensi mengalami apresiasi signifikan pada siklus pasar bullish.
Terra Classic merupakan blockchain open-source dan terdesentralisasi yang diamankan oleh konsensus Tendermint serta dibangun di atas Cosmos-SDK. Jaringan ini beroperasi mandiri, memungkinkan pengguna mengembangkan serta mengimplementasikan aplikasi terdesentralisasi dan mengelola aset digital di dalamnya.
Terra Classic mengalami crash pada Mei 2022 ketika stablecoin UST kehilangan patokan terhadap dolar Amerika Serikat. Mekanisme algoritmik yang dirancang menjaga kestabilan gagal, menyebabkan LUNA mengalami hiperinflasi dan memicu kehancuran pasar. Likuiditas rendah dan cacat desain menjadi faktor utama.











