
(Sumber: amplifyetfs)
Amplify ETFs baru saja meluncurkan Amplify Stablecoin Technology ETF (STBQ), yang menyoroti teknologi inti dan ekosistem aplikasi penggerak stablecoin. Alih-alih berinvestasi langsung pada satu stablecoin, ETF ini menargetkan seluruh rantai nilai yang menopang operasional stablecoin. Cakupannya meliputi penyedia layanan pembayaran, perusahaan infrastruktur kripto, serta platform yang memfasilitasi perdagangan dan peredaran stablecoin.
STBQ mengikuti MarketVector Stablecoin Technology Index dan saat ini memegang portofolio berisi 24 aset. Di dalamnya terdapat beberapa spot crypto ETF, dengan eksposur pada aset kripto utama seperti XRP, SOL, ETH, dan LINK. Pilihan ini menegaskan keterkaitan erat antara ekosistem stablecoin dengan infrastruktur blockchain publik secara luas.
Selain STBQ, Amplify ETFs juga menghadirkan Amplify Tokenization Technology ETF (TKNQ) yang berfokus pada tren tokenisasi aset. Dengan mengikuti MarketVector Tokenization Technology Index, portofolio TKNQ mencakup 53 aset, memberikan cakupan pasar yang lebih luas.
Portofolio TKNQ menitikberatkan pada perusahaan yang mendukung digitalisasi aset dunia nyata (RWA) dan aset kripto yang terintegrasi dengan infrastruktur tokenisasi. Pendekatan ini mencerminkan antisipasi jangka panjang pasar terhadap integrasi aset tradisional ke blockchain, sekaligus menandakan bahwa tokenisasi mulai beralih dari konsep ke penerapan nyata.
STBQ dan TKNQ sama-sama memiliki rasio biaya tahunan sebesar 69 basis poin, yang merupakan standar untuk ETF tematik. Kedua produk ini kini resmi tercatat di NYSE Arca, sehingga investor dapat mengakses tren stablecoin dan tokenisasi aset melalui kanal pasar sekuritas yang telah mapan.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Web3, silakan klik untuk mendaftar: https://www.gate.com/
Melalui STBQ dan TKNQ, Amplify ETFs mengubah narasi utama teknologi stablecoin dan tokenisasi aset menjadi sarana investasi yang mudah dipahami dan dialokasikan oleh pasar tradisional. Hal ini tidak hanya memberikan pilihan tematik yang lebih jelas bagi investor, tetapi juga menunjukkan bahwa manajer aset semakin melihat infrastruktur kripto sebagai fondasi inovasi keuangan di masa depan.





