
Harga ask dan bid adalah dua kutipan harga yang muncul bersamaan untuk satu aset yang sama. Harga ask merupakan harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual, sedangkan harga bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayarkan oleh pembeli. Saat Anda melakukan order beli, transaksi biasanya terjadi pada harga ask; sedangkan saat menjual, transaksi biasanya terjadi pada harga bid.
Bayangkan pasar seperti marketplace: “harga jual terendah” dari penjual adalah ask, dan “penawaran tertinggi” dari pembeli adalah bid. Selisih antara kedua kutipan ini disebut spread, yang memengaruhi biaya trading dan kecepatan eksekusi Anda.
Harga ask dan bid berbeda karena pembeli dan penjual memiliki ekspektasi serta toleransi risiko yang berbeda-beda, dan juga untuk mendukung proses market making serta pencocokan order. Selisih ini dikenal sebagai spread, atau bid-ask spread.
Beberapa faktor yang memengaruhi spread antara lain: kompensasi risiko (seperti volatilitas harga atau risiko inventaris), kompensasi biaya (termasuk biaya modal dan fee), persaingan pasar (semakin banyak partisipan, spread semakin sempit), serta faktor informasi dan waktu (saat volatilitas tinggi, spread melebar untuk mengantisipasi ketidakpastian).
Harga ask dan bid ditampilkan secara jelas di order book (atau market depth). Order book adalah daftar order terbuka yang diurutkan berdasarkan harga—order beli dari harga tertinggi ke terendah, order jual dari harga terendah ke tertinggi.
Pada kebanyakan antarmuka exchange, sisi beli menampilkan bid beserta jumlahnya, dengan level teratas menunjukkan bid tertinggi. Sisi jual menampilkan ask beserta jumlahnya, dengan level teratas menunjukkan ask terendah. Selisih antara kedua level teratas ini adalah spread saat ini.
Spread antara harga ask dan bid merupakan biaya implisit untuk “eksekusi instan.” Spread yang lebih kecil menandakan likuiditas yang lebih baik dan persaingan lebih tinggi, sedangkan spread yang lebih lebar menandakan likuiditas rendah atau risiko tinggi.
Contohnya, pada perdagangan BTC/USDT di order book spot Gate per Desember 2025, spread pada jam aktif biasanya berkisar 1–5 USDT. Pada periode volatil atau kurang aktif, spread bisa melebar. Nilai aktual selalu berubah; pastikan selalu mengacu pada order book real-time saat memasukkan order.
Harga ask dan bid menentukan cara eksekusi berbagai tipe order. Market order adalah instruksi untuk “bertransaksi langsung pada harga terbaik yang tersedia”—market order beli akan terisi pada ask saat ini, sedangkan market order jual akan terisi pada bid saat ini. Limit order menetapkan harga transaksi yang diinginkan dan hanya tereksekusi jika pasar mencapai harga limit Anda.
Jika Anda mengutamakan kecepatan dan dapat menerima spread serta potensi slippage saat ini, market order cocok untuk Anda. Jika Anda ingin kontrol lebih presisi atas harga dan biaya, gunakan limit order—namun Anda harus siap menunggu proses eksekusi.
Pada halaman trading Spot Gate, harga ask dan bid secara langsung menentukan harga eksekusi Anda. Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1: Buka halaman pair trading dan tinjau order book. Identifikasi harga “ask terendah” dan “bid tertinggi” di level teratas beserta ukuran ordernya.
Langkah 2: Pilih tipe order Anda. Gunakan market order untuk eksekusi instan; pilih limit order jika Anda ingin kontrol lebih atas harga.
Langkah 3: Atur harga dan jumlah yang diinginkan. Untuk mempercepat eksekusi limit order beli, tetapkan harga tidak lebih rendah dari ask saat ini; untuk limit order jual, tetapkan harga tidak lebih tinggi dari bid saat ini.
Langkah 4: Evaluasi risiko slippage dan crossing multiple levels. Jika ukuran order Anda melebihi jumlah yang tersedia di satu level harga, order Anda akan “melintasi level” dan terisi pada harga yang kurang menguntungkan, sehingga menambah biaya transaksi.
Langkah 5: Hitung total biaya. Selain spread ask-bid, perhitungkan juga fee. Taker fee (mengeksekusi terhadap order yang sudah ada) biasanya lebih tinggi daripada maker fee (memasang order di order book), sesuai skema fee Gate.
Catatan Risiko: Market order dapat mengalami slippage signifikan saat volatilitas tinggi; order besar pada pair dengan likuiditas rendah dapat meningkatkan biaya trading secara signifansial.
Harga ask dan bid menjadi indikator untuk slippage dan likuiditas. Slippage adalah selisih antara harga trade yang Anda harapkan dengan harga eksekusi aktual, biasanya terjadi pada market order atau transaksi berukuran besar. Likuiditas mengacu pada seberapa mudah aset dapat dibeli atau dijual tanpa memengaruhi harga secara signifikan.
Saat likuiditas tinggi dan order book dalam, spread biasanya ketat dan slippage pada market order terbatas. Saat likuiditas rendah, spread melebar, kedalaman order book menipis, dan market order cenderung melintasi beberapa level—mengakibatkan slippage yang lebih besar.
Perilaku ask dan bid sangat bervariasi di setiap pasar. Kripto berkapitalisasi besar dan aset tradisional utama (seperti saham blue-chip atau major forex pair) umumnya memiliki spread yang ketat. Token baru, saham berkapitalisasi kecil, atau aset yang diperdagangkan di luar jam sibuk sering kali menunjukkan spread yang jauh lebih lebar.
Selain itu, model market making memengaruhi stabilitas spread. Market maker profesional dan persaingan yang kuat menghasilkan spread yang lebih sempit; selama periode volatilitas tinggi atau event-driven, spread cenderung melebar.
Salah satu miskonsepsi adalah mengira harga beli Anda adalah “bid.” Faktanya, saat Anda membeli, Anda membayar harga “ask”; saat menjual, Anda menerima harga “bid.”
Miskonsepsi lain adalah mengabaikan size dan depth. Hanya melihat harga ask dan bid di level teratas tidak cukup—ukuran order Anda bisa saja melintasi beberapa level, sehingga rata-rata harga eksekusi Anda bisa berbeda dari ekspektasi.
Beberapa trader juga berasumsi bahwa spread adalah satu-satunya biaya. Padahal, fee, funding rate (untuk derivatif tertentu), dan slippage dapat berkontribusi signifikan pada total biaya trading selain spread ask-bid.
Ask dan bid adalah dua kutipan harga fundamental yang saling berlawanan dalam setiap transaksi: Anda membeli pada harga ask dan menjual pada harga bid. Selisih di antara keduanya—spread—mencerminkan likuiditas dan biaya eksekusi instan. Memahami order book membantu Anda memilih antara market order atau limit order serta mengelola slippage. Di platform seperti Gate, penting untuk mempertimbangkan fee dan depth saat menilai total biaya. Selalu waspada terhadap risiko volatilitas, slippage, dan likuiditas saat trading dana—dan dasarkan keputusan pada data order book real-time.
Ya—“ask” merujuk pada harga jual; “bid” merujuk pada harga beli. Ask adalah harga minimum yang bersedia diterima penjual; bid adalah harga maksimum yang bersedia dibayar pembeli. Istilah ini sering muncul di antarmuka exchange—memahaminya membantu Anda membaca data pasar lebih cepat.
Hal ini biasanya terjadi akibat spread dan volatilitas pasar. Saat Anda melakukan market order beli, order akan terisi pada ask saat ini; saat menjual dengan market order, order akan terisi pada bid saat ini. Jika harga bergerak cepat, eksekusi Anda bisa berbeda dari harga yang ditampilkan—ini disebut slippage.
Jika Anda ingin eksekusi cepat, lakukan market order—order akan terisi pada ask saat ini. Jika Anda ingin mengontrol biaya, gunakan limit order di dekat harga bid—namun bersiaplah untuk menunggu eksekusi. Pemula disarankan memulai dengan market order agar terbiasa dengan proses trading sebelum mencoba limit order seiring bertambahnya pengalaman.
Ukuran spread mencerminkan likuiditas pasar. Spread kecil berarti likuiditas tinggi dan aktivitas trading yang intens; spread besar berarti partisipan lebih sedikit dan biaya transaksi lebih tinggi. Di Gate, kripto utama cenderung memiliki spread ketat; koin kurang populer bisa memiliki spread jauh lebih lebar.
Tidak—harga tersebut berbeda di setiap exchange tergantung dinamika supply-demand real-time di masing-masing platform. Pada waktu tertentu, harga bid/ask Bitcoin di Gate bisa berbeda dari exchange lain—perbedaan ini menciptakan peluang arbitrase bagi trader.


