
Bid-ask spread adalah selisih antara harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli (bid price) dan harga terendah yang bersedia diterima penjual (ask price). Selisih ini merupakan biaya implisit yang harus Anda tanggung saat melakukan transaksi.
Bayangkan order book seperti papan pesanan di restoran: di sisi kiri, pembeli mengantre dengan harga bid; di sisi kanan, penjual berbaris dengan harga ask. Pesanan beli dan jual terdekat di bagian atas disebut best bid dan best ask. Selisih di antara keduanya adalah bid-ask spread. Spread yang sempit menandakan pasar mudah diakses, sedangkan spread lebar berarti biaya transaksi lebih tinggi.
Bid-ask spread muncul karena pembeli dan penjual memiliki ekspektasi harga yang berbeda, dan pasar harus memberi kompensasi atas risiko serta biaya eksekusi instan.
Tiga faktor utama yang memengaruhi spread:
Menghitung bid-ask spread sangat mudah:
Misalnya, jika best bid 100,00 dan best ask 100,05, absolute spread adalah 0,05. Dengan mid-price (100,025) sebagai acuan, percentage spread adalah sekitar 0,05 ÷ 100,025 ≈ 0,05%. Anda juga dapat memperkirakan dengan membagi absolute spread dengan ask atau bid price.
Dalam praktiknya, banyak trader memantau absolute dan percentage spread: nilai absolut memudahkan perbandingan cepat, sedangkan nilai persentase membantu benchmarking antar aset atau pasangan trading.
Bid-ask spread menjadi biaya implisit langsung untuk membuka dan menutup posisi—terutama terasa saat menggunakan market order. Market order dieksekusi langsung terhadap pesanan di order book, sehingga Anda otomatis menanggung biaya spread.
Contoh: Jika Anda melakukan market buy di 100,05 (best ask), lalu langsung jual di 100,00 (best bid), Anda rugi 0,05 per round trip, belum termasuk biaya lain. Penambahan biaya trading dan slippage (selisih antara harga harapan dan harga eksekusi aktual) dapat meningkatkan biaya trading jangka pendek.
Bila Anda sering trading atau memakai leverage tinggi, biaya spread, fee, dan slippage bisa cepat menggerus profit. Untuk mengelola biaya, lakukan trading saat likuiditas tinggi dan spread ketat, gunakan limit order untuk mengontrol harga eksekusi, serta pecah order besar menjadi blok kecil agar dampak pasar lebih minim.
Di pasar kripto, bid-ask spread biasanya mencerminkan kondisi likuiditas dan pola waktu: pasangan utama cenderung memiliki spread ketat pada jam aktif, sementara token kapitalisasi kecil atau di luar jam sibuk kerap memiliki spread lebar.
Per Desember 2025, pasangan spot utama sering menampilkan percentage spread serendah beberapa basis poin (0,01%–0,05%) di jam likuiditas tinggi; saat peristiwa besar atau volume rendah (misal malam hari), spread bisa melebar drastis. Untuk token kapitalisasi kecil atau baru listing, spread dapat berkisar dari puluhan hingga ratusan basis poin, tergantung kedalaman order book saat itu.
Pasangan stablecoin (misal USDT) umumnya menjaga spread stabil. Namun, berita besar, kemacetan jaringan, atau pergerakan dana besar dapat memperlebar spread dengan cepat. Saat terjadi peristiwa sistemik atau gangguan jaringan, waspadai risiko kombinasi antara spread melebar dan slippage meningkat.
Di Gate, Anda bisa melihat bid-ask spread secara langsung di order book trading spot—jarak antara best bid dan best ask adalah spread saat ini.
Banyak trader di Gate mengombinasikan conditional order atau stop-loss order dengan “entry price dan spread threshold” sebagai kontrol risiko. Pada periode spread ketat dan volatilitas sedang, strategi grid trading dapat menangkap pergerakan harga kecil di sekitar spread dengan menempatkan order berlapis.
Limit order memungkinkan Anda menentukan harga sendiri—transaksi hanya tereksekusi jika pasar mencapai harga tersebut, sehingga Anda bisa mengatur apakah ingin menyeberangi spread. Market order dieksekusi langsung pada harga di order book, artinya Anda selalu menanggung spread dan potensi slippage.
Menempatkan limit order pasif (menunggu di order book) dapat memberi peluang mendapatkan sebagian spread, namun tidak ada jaminan eksekusi. Taker order (dieksekusi langsung pada harga pasar) memberi kecepatan namun pasti membayar spread. Stop-loss dan trigger order dapat mengalami “gap” saat volatilitas tinggi—spread dan slippage bisa melebar drastis, sehingga penting mengatur harga trigger dan level proteksi dengan cermat.
Jika Anda menggunakan leverage atau trading kontrak, masuk atau keluar posisi saat spread lebar akan meningkatkan biaya dan risiko. Pada volatilitas tinggi atau likuiditas tipis, market order bisa dieksekusi di harga yang lebih buruk dari harapan—selalu pantau ukuran posisi dan margin Anda.
Bid-ask spread—selisih antara best bid dan best ask—langsung memengaruhi biaya masuk dan keluar posisi. Spread ditentukan oleh likuiditas, volatilitas, dan mekanisme market making, serta sangat bervariasi tergantung waktu dan kondisi pasar kripto. Menguasai perhitungan spread absolut dan persentase memungkinkan Anda menilai kondisi pasar lewat kedalaman order book Gate; mengombinasikan limit order, eksekusi bertahap, dan timing optimal dapat menurunkan total biaya spread dan slippage. Berhati-hatilah ekstra saat peristiwa besar atau likuiditas rendah—hindari leverage tinggi saat spread lebar untuk melindungi modal dan mengelola risiko secara efektif.
Bid Price adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli; Ask Price adalah harga terendah yang diterima penjual. Selisih keduanya membentuk bid-ask spread. Sederhananya: bid price selalu lebih rendah dari ask price; selisih inilah sumber pendapatan bursa atau market maker.
Hal ini terjadi karena adanya bid-ask spread. Harga pasar yang tampil biasanya adalah harga transaksi terakhir—tetapi saat Anda menempatkan order, Anda berinteraksi dengan harga bid dan ask real-time. Order beli dieksekusi pada harga ask yang lebih tinggi; order jual pada harga bid yang lebih rendah—selisihnya adalah biaya trading tersembunyi Anda.
Tentu—bid-ask spread langsung memengaruhi biaya dan hasil trading Anda. Spread lebar berarti beli lebih mahal dan jual lebih murah, sehingga profitabilitas turun. Di Gate, koin utama biasanya spread-nya ketat; pasangan likuiditas rendah atau kurang populer sering memiliki gap lebih lebar—trader aktif wajib memperhatikan hal ini.
Ada—market order dieksekusi instan pada ask (beli) atau bid (jual) saat ini, sehingga menanggung biaya spread penuh. Limit order memungkinkan Anda menentukan harga sendiri, sering kali di antara bid dan ask; ini membantu menghindari sebagian biaya spread, namun mungkin butuh waktu eksekusi lebih lama.
Likuiditas adalah kunci: aset utama seperti BTC atau ETH punya volume trading tinggi dengan persaingan ketat antar market maker, sehingga spread sangat tipis (kadang hanya beberapa satoshi atau persentase sangat kecil). Untuk USDT atau stablecoin lain, permintaan trading unik atau likuiditas lebih rendah pada beberapa pasangan bisa menciptakan spread lebih lebar. Memilih pasangan likuiditas tinggi di Gate efektif menekan biaya trading.


