
Contract trading adalah aktivitas jual beli kontrak yang merepresentasikan harga aset di masa depan. Alih-alih membeli aset kripto secara langsung, trader memperdagangkan kontrak yang nilainya mengikuti harga pasar.
Metode ini memungkinkan trader mengambil posisi long saat memperkirakan harga akan naik dan posisi short saat memperkirakan harga akan turun. Posisi tidak didasarkan pada kepemilikan koin, melainkan pada kontrak yang terhubung dengan pergerakan harga.
Margin adalah jaminan yang dikunci untuk membuka posisi, sedangkan leverage memperbesar eksposur serta potensi keuntungan atau kerugian. Perpetual contract tidak memiliki tanggal kedaluwarsa; harganya tetap stabil melalui funding rate dan harga indeks.
Likuidasi terjadi ketika kerugian mendekati margin, sehingga sistem secara otomatis menutup posisi untuk mencegah saldo negatif. Mark price menjadi acuan utama likuidasi dan manajemen risiko, sehingga risiko terkena lonjakan harga mendadak bisa diminimalkan.
Contoh: Di pasar perpetual BTCUSDT Gate, jika Anda memakai 100 USDT dengan leverage 10x, Anda mengendalikan posisi senilai 1.000 USDT. Jika harga turun dan margin Anda tidak mencukupi, posisi Anda dapat dilikuidasi.
Contract trading membuka peluang baik di pasar naik maupun turun, sehingga pengguna dapat mengelola risiko harga secara optimal.
Jika Anda memegang aset spot tetapi khawatir harga turun, Anda bisa melakukan hedging dengan posisi short, sehingga volatilitas tetap terkendali. Bahkan tanpa aset spot, Anda tetap bisa mengikuti tren pasar dengan posisi long atau short.
Leverage meningkatkan efisiensi modal—memungkinkan pembukaan posisi lebih besar dengan margin lebih kecil—namun juga memperbesar risiko dan fluktuasi emosi.
Saat funding rate positif, short pada perpetual dapat memperoleh pembayaran funding; ketika negatif, posisi long yang mendapatkannya. Funding rate berubah sesuai kondisi pasar dan memengaruhi biaya holding.
Pemain industri seperti miner dan market maker sering menggunakan kontrak untuk mengelola inventori dan arus kas. Untuk pemula, memahami mekanisme ini membantu menentukan strategi dan platform yang tepat.
Proses umumnya meliputi pemilihan jenis kontrak, deposit margin, memilih leverage, memasang order, mengelola posisi, dan menutup transaksi.
Langkah 1: Pilih jenis kontrak. Perpetual contract tidak memiliki kedaluwarsa dan mengandalkan funding rate untuk kestabilan harga; delivery contract memiliki tanggal kedaluwarsa dan penyelesaian tetap, cocok untuk hedging hasil tertentu.
Langkah 2: Deposit margin. Margin berfungsi sebagai jaminan dan menentukan besar posisi serta toleransi risiko Anda.
Langkah 3: Pilih leverage. Leverage tinggi meningkatkan sensitivitas terhadap pergerakan harga. Pemula disarankan mulai dengan leverage 2-5x.
Langkah 4: Pasang order—long (ekspektasi harga naik) atau short (ekspektasi harga turun). Limit order memberi kepastian eksekusi dan membantu menghindari slippage saat volatilitas tinggi.
Langkah 5: Pertahankan posisi Anda. Pantau funding rate (umumnya diselesaikan setiap 8 jam) dan mark price. Tambah margin atau kurangi eksposur sesuai kebutuhan.
Langkah 6: Atur level stop-loss/take-profit dan pantau harga likuidasi. Stop-loss otomatis menutup posisi pada harga yang ditetapkan; harga likuidasi adalah ambang di mana sistem dapat melakukan force-close pada transaksi Anda.
Catatan tambahan: Isolated vs. cross margin. Isolated margin berarti setiap posisi memakai margin sendiri, sehingga risiko hanya terbatas pada transaksi itu. Cross margin membagi risiko pada saldo akun, sehingga volatilitas bisa memengaruhi semua posisi.
Contract trading diterapkan dalam perpetual dan futures di exchange, derivatif on-chain, serta trading volatilitas berbasis peristiwa.
Pada bagian kontrak Gate, pasar populer meliputi perpetual berbasis USDT dan kontrak berbasis koin. Fitur yang tersedia antara lain limit order, stop-loss/take-profit, isolated/cross margin, dan risk-based pricing. Funding rate biasanya diselesaikan setiap 8 jam untuk menjaga harga perpetual tetap mendekati indeks.
Platform on-chain seperti dYdX dan GMX menawarkan contract trading terdesentralisasi. Pengguna menandatangani order dengan wallet, harga dijaga melalui oracle atau virtual AMM, dengan penekanan pada self-custody dan transparansi.
Trading berbasis peristiwa berfokus pada momen makroekonomi atau industri—seperti keputusan suku bunga, persetujuan ETF, atau siklus halving. Fitur short dan leverage menjadikan kontrak sebagai alat utama alokasi modal pada periode tersebut.
Hedging juga umum: Institusi dengan posisi spot besar sering membuka posisi kontrak berlawanan untuk meminimalkan volatilitas portofolio dan menstabilkan nilai aset bersih.
Strategi utama meliputi pengendalian leverage, penetapan stop-loss, penggunaan isolated margin, dan pemantauan funding rate.
Langkah 1: Tetapkan batas posisi. Jaga risiko setiap transaksi di bawah 1%-2% dari saldo akun untuk menghindari kerugian besar akibat kekalahan beruntun.
Langkah 2: Selalu atur stop-loss/take-profit. Masukkan rencana Anda dalam bentuk harga agar sistem mengeksekusi otomatis, sehingga keputusan emosional dapat dihindari.
Langkah 3: Utamakan isolated margin. Setiap transaksi menanggung risiko sendiri—volatilitas tak terduga tidak akan memengaruhi seluruh akun Anda.
Langkah 4: Pantau funding rate dan durasi holding. Untuk posisi jangka panjang, perhitungkan biaya funding agar tidak “menang harga, kalah rate.”
Langkah 5: Pilih kontrak yang likuid. Pair utama memiliki slippage lebih rendah dan eksekusi optimal saat volatilitas tinggi.
Langkah 6: Manfaatkan fitur platform. Di Gate, gunakan risk-based pricing dan price protection untuk meminimalkan harga abnormal selama kondisi pasar ekstrem.
Langkah 7: Latihan dengan nominal kecil atau akun demo terlebih dahulu. Pahami antarmuka dan aturan sebelum meningkatkan eksposur Anda.
Tahun ini, volume contract trading tetap tinggi, dengan perpetual dan derivatif on-chain yang terus tumbuh.
Dalam enam bulan terakhir 2025, bursa utama melaporkan volume harian perpetual contract antara USD 50 miliar hingga USD 100 miliar (sumber: Coinglass dashboard Q3-Q4 2025). Pada hari volatilitas tinggi, volume bisa melebihi USD 100 miliar.
Funding rate perpetual Bitcoin sebagian besar positif tahun ini, rata-rata 0,01%-0,05% setiap delapan jam (sumber: Coinglass funding rates Q2-Q4 2025). Rate positif lebih sering terjadi pada bull market.
Likuidasi harian di seluruh jaringan melonjak pada momen besar—puncaknya sering mencapai USD 1 miliar hingga USD 5 miliar (sumber: data likuidasi Coinglass Q3 2025). Ini menunjukkan posisi leverage lebih rentan unwinding cepat saat rilis berita makro.
Pertumbuhan derivatif on-chain juga menonjol. Dalam enam bulan terakhir, volume harian gabungan di dYdX v4 dan GMX v2 berkisar antara USD 2 miliar hingga USD 5 miliar (sumber: DefiLlama derivatives section Q3-Q4 2025). Fitur self-custody dan settlement transparan semakin menarik pengguna baru.
Dibandingkan tahun 2024, beberapa bursa menurunkan leverage maksimum dari 100x ke 50x atau lebih rendah dan memperkuat risk engine (cek pengumuman resmi). Industri makin mengedepankan keamanan dan kepatuhan; penggunaan leverage ekstrem oleh ritel pun berkurang.
Spot trading adalah pembelian atau penjualan aset secara langsung; contract trading memperdagangkan kontrak berbasis harga yang bisa memakai leverage.
Dari sisi arah, trader spot biasanya long untuk holding; contract trading memungkinkan posisi long maupun short—cocok untuk strategi tren atau range.
Dari sisi finansial, spot memakai modal penuh untuk tiap transaksi; kontrak memanfaatkan margin dan leverage untuk efisiensi modal lebih tinggi, namun berisiko likuidasi.
Dari sisi biaya, trader spot membayar biaya transaksi; perpetual contract juga dikenai funding rate—semakin lama Anda hold, semakin besar dampaknya pada profitabilitas.
Dari sisi kedaluwarsa, delivery contract memiliki tanggal kedaluwarsa; perpetual tidak, tetapi bergantung pada funding rate agar harga tetap sesuai indeks.
Pada pengalaman di Gate: Spot cocok untuk strategi buy-and-hold atau grid; kontrak lebih tepat untuk hedging atau trading berbasis peristiwa. Pemula sebaiknya mulai dengan leverage rendah dan mode isolated margin.
Tidak disarankan bagi pemula untuk langsung masuk ke contract trading. Leverage tinggi dan risiko dapat menyebabkan kerugian besar atau bahkan saldo akun habis jika tidak dikelola. Mulailah dengan pengalaman di pasar spot; setelah memahami volatilitas pasar, latihan dengan nominal kecil di demo Gate atau leverage rendah untuk membangun keterampilan manajemen risiko secara bertahap.
Likuidasi terjadi saat margin habis dan posisi Anda ditutup paksa oleh sistem. Misal, jika Anda trading kontrak dengan jaminan USD 100 namun membuka eksposur USD 1.000, kerugian lebih dari USD 100 akan memicu penutupan otomatis. Inilah risiko contract trading—Anda bisa kehilangan lebih dari setoran awal. Kendalikan leverage dan gunakan stop-loss sebagai perlindungan utama.
Leverage tinggi menggandakan potensi keuntungan dan risiko. Pemula sebaiknya bertahan di 2-5x; setelah berpengalaman, bisa naik ke 5-10x jika sesuai. Hindari leverage ekstrem di atas 20x—pergerakan kecil saja dapat membuat Anda dilikuidasi. Di Gate, atur leverage sesuai toleransi risiko dan saldo akun, selalu gunakan stop-loss untuk perlindungan.
Long berarti membeli kontrak dengan harapan harga naik; short berarti menjual kontrak dengan ekspektasi harga turun. Keunggulan contract trading adalah bisa profit di dua arah—namun juga melipatgandakan risiko jika prediksi salah. Selalu lakukan analisis teknikal dan penilaian risiko sebelum membuka posisi.
Biaya bervariasi tiap platform; biaya contract trading di Gate umumnya 0,02%-0,05%. Untuk menekan biaya: trader jangka panjang bisa dapat diskon atau naik tier akun; gunakan token platform untuk potongan biaya jika tersedia; pilih pair likuid agar slippage minimal—penting untuk efisiensi biaya.


