
In-the-money (ITM) dan out-of-the-money (OTM) adalah istilah yang menunjukkan status opsi terhadap harga pasar saat ini. Sebuah opsi dikategorikan ITM jika dapat langsung dieksekusi untuk menghasilkan keuntungan ekonomi; jika tidak, maka disebut OTM. Penanda ini memudahkan penentuan apakah suatu opsi memiliki nilai intrinsik saat ini.
Opsi memberikan hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu (harga strike) di masa depan. Dengan membandingkan harga strike dengan harga pasar aset dasar, Anda dapat langsung menilai apakah eksekusi opsi akan menghasilkan profit (ITM) atau tidak (OTM).
Status ITM atau OTM secara langsung memengaruhi premi—harga untuk memperoleh suatu opsi. Premi opsi terdiri dari dua elemen: nilai intrinsik dan nilai waktu. Opsi ITM memiliki nilai intrinsik, sedangkan OTM tidak, sehingga premi OTM terutama berasal dari nilai waktu.
Nilai intrinsik adalah potensi keuntungan instan jika opsi dieksekusi saat ini. Nilai waktu mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pergerakan harga di masa depan dan dipengaruhi oleh volatilitas tersirat. Semakin dalam opsi berada pada posisi ITM, semakin besar nilai intrinsiknya. Semakin lama waktu hingga jatuh tempo dan semakin tinggi volatilitas yang diantisipasi, semakin besar nilai waktunya.
Penentuan status ini sangat sederhana:
Langkah 1: Tentukan jenis opsi—call memberi hak beli di harga strike di masa depan; put memberi hak jual.
Langkah 2: Bandingkan harga—call ITM jika harga aset dasar melebihi strike; put ITM jika harga aset dasar di bawah strike.
Langkah 3: Perhatikan waktu jatuh tempo—semakin dekat jatuh tempo, semakin sulit opsi OTM menjadi ITM, dan nilai waktunya berkurang lebih cepat.
Fokus pada dua angka: harga strike dan harga pasar aset dasar saat ini. Perbandingan kedua nilai ini langsung menunjukkan apakah opsi ITM atau OTM.
Contoh: Jika ETH diperdagangkan di $2.000, call dengan strike $1.800 adalah ITM (bisa beli ETH di bawah harga pasar); call $2.200 adalah OTM. Sebaliknya, put option dengan strike $2.200 adalah ITM (bisa jual di atas harga pasar); di $1.800 menjadi OTM.
Contoh lain: Jika BTC di $40.000, call dengan strike $38.000 adalah ITM; $42.000 adalah OTM. Untuk put, $42.000 adalah ITM; $38.000 adalah OTM. Perbandingan ini memudahkan identifikasi status opsi.
ITM/OTM menggambarkan status opsi; nilai intrinsik dan nilai waktu adalah komponen premi. Nilai intrinsik hanya ada pada opsi ITM dan merupakan keuntungan langsung dari eksekusi. Nilai waktu ada pada semua opsi dan mencerminkan potensi keuntungan di masa depan.
Menjelang jatuh tempo, nilai waktu menyusut—disebut “time decay”. Kenaikan volatilitas tersirat meningkatkan nilai waktu, dan opsi OTM sangat sensitif karena preminya hampir seluruhnya nilai waktu. Banyak pemula mengabaikan hal ini, sehingga harga OTM bisa cepat turun di pasar stabil.
Di pasar kripto, status ITM/OTM membantu Anda memilih opsi sesuai strategi. Untuk hedging, trader cenderung memilih put ITM (mirip asuransi—biaya lebih tinggi, perlindungan lebih besar). Untuk spekulasi, call atau put OTM populer (biaya rendah, risiko/imbalan tinggi).
Misal, jika Anda memegang spot BTC dan khawatir harga turun, membeli put near-ITM bisa melindungi dari kerugian. Jika Anda bullish pada ETH dan siap menghadapi volatilitas, Anda dapat membeli call OTM dengan premi rendah dan peluang profit besar.
Di platform trading opsi Gate, Anda dapat menggunakan daftar harga strike dan harga pasar terbaru untuk menilai status ITM/OTM sebelum transaksi.
Langkah 1: Pilih aset dasar dan tanggal jatuh tempo (misal, kontrak BTC atau ETH).
Langkah 2: Periksa harga strike—bandingkan dengan harga pasar terbaru. Untuk call, di atas pasar = ITM; untuk put, di bawah pasar = ITM.
Langkah 3: Konfirmasi order dan atur anggaran—kerugian maksimum saat membeli opsi adalah premi yang dibayarkan, gunakan ini untuk menentukan ukuran posisi.
Langkah 4: Pantau risiko—perhatikan volatilitas tersirat dan penurunan nilai waktu; hindari eksposur besar ke OTM mendekati jatuh tempo.
Opsi ITM dan OTM memiliki profil risiko berbeda. Opsi ITM lebih mahal namun harganya lebih stabil; OTM options lebih murah tapi bisa berakhir tanpa nilai dan sangat sensitif terhadap penurunan nilai waktu dan perubahan volatilitas.
Strategi manajemen risiko meliputi membatasi alokasi premi per transaksi; menggunakan put near-ITM untuk hedging; menetapkan aturan stop-loss yang jelas untuk trading spekulatif (misal keluar saat rugi mencapai persentase tertentu); dan berhati-hati dengan posisi OTM di pasar volatilitas rendah.
Kesalahpahaman 1: Opsi ITM selalu lebih baik. Faktanya, harganya lebih mahal, leverage lebih kecil, dan harus disesuaikan dengan tujuan Anda.
Kesalahpahaman 2: Opsi OTM mudah memberikan keuntungan besar. Opsi OTM butuh pergerakan harga signifikan dalam waktu terbatas agar bernilai; jika tidak, preminya bisa cepat habis menjelang jatuh tempo.
Kesalahpahaman 3: Opsi ITM tidak bisa rugi sebelum jatuh tempo. Bahkan opsi ITM bisa turun harga karena time decay atau turunnya volatilitas—khususnya di pasar stabil.
Intinya adalah membandingkan harga strike dengan harga aset dasar sesuai tipe opsi. Untuk hedging, prioritaskan put near-ITM; untuk spekulasi, opsi OTM lebih hemat modal namun berisiko tinggi terkena time decay dan potensi rugi total. Gabungkan penilaian ITM/OTM dengan waktu jatuh tempo dan analisis volatilitas tersirat demi pricing dan eksekusi order yang lebih efektif.
ITM (in-the-money), ATM (at-the-money), dan OTM (out-of-the-money) adalah istilah standar untuk tiga status opsi. Caranya sederhana: bandingkan harga strike dengan harga pasar—call ITM jika strike di bawah harga pasar; put ITM jika strike di atas harga pasar. Jika sama, ATM; jika tidak, OTM. Ingat metode ini untuk menilai status opsi secara cepat.
Opsi ITM sudah mengandung nilai intrinsik dan dapat dieksekusi untuk profit langsung, sehingga relatif lebih aman. Opsi OTM tidak punya nilai intrinsik dan sepenuhnya bergantung pada nilai waktu serta pergerakan harga di masa depan—jika harga aset dasar tak bergerak sesuai harapan, nilainya bisa cepat hilang. Karena itu, pemula kerap memilih ITM untuk mengurangi risiko.
Status opsi berubah seiring pergerakan harga aset dasar secara real time. Jika harga Bitcoin naik, call OTM bisa menjadi ITM; jika turun, call ITM bisa jadi OTM. Perubahan status ini menuntut pemantauan harga pasar secara aktif dan penyesuaian strategi secara tepat waktu di platform Gate.
Ya—opsi ITM umumnya berharga lebih tinggi dari OTM karena mengandung nilai intrinsik dan waktu. OTM lebih murah tapi berisiko; butuh pergerakan harga signifikan agar menguntungkan. Di Gate, penting menyeimbangkan biaya dan risiko/imbalan saat memilih opsi.
Menjelang jatuh tempo, nilai waktu menyusut pesat—opsi ITM mempertahankan nilai intrinsik dan mendekati selisih harga spot, sedangkan OTM kehilangan sisa nilai waktu dan bisa berakhir tanpa nilai. Memegang OTM mendekati jatuh tempo sangat berisiko jika harga aset dasar belum bergerak sesuai harapan—ini menegaskan pentingnya realisasi profit atau pemotongan rugi secara tepat waktu dalam trading opsi.


