
Payer dan payee merupakan dua peran utama dalam setiap transaksi pembayaran: payer adalah pihak yang memulai transfer dan dananya akan didebit, sedangkan payee adalah pihak penerima yang mendapatkan dan memiliki dana yang dikreditkan. Pada jaringan blockchain, hubungan ini tercatat secara transparan melalui alamat dan riwayat transaksi.
Dalam sistem keuangan tradisional, payer mentransfer dana dari rekening bank miliknya, dan payee menerima dana tersebut ke rekening mereka sendiri. Di on-chain, payer mengontrol wallet (dengan private key sebagai akses utama), sedangkan payee memberikan alamat (serupa dengan nomor rekening) untuk menerima token. Kedua peran ini selalu ada dalam setiap aliran dana—baik transfer personal, pembayaran merchant, maupun settlement freelancer.
Di blockchain, payer adalah pemilik wallet yang memegang private key, sementara payee menyediakan alamat untuk menerima aset. Payer menggunakan wallet-nya untuk memulai transaksi; payee memberikan alamat dan menunggu dana masuk.
“Wallet address” dapat diartikan sebagai akun blockchain Anda; “wallet” adalah aplikasi atau perangkat yang mengelola alamat serta menandatangani transaksi; “private key” berfungsi seperti sandi utama yang membuktikan kontrol Anda atas aset. Payer menandatangani transaksi dengan private key miliknya. Setelah divalidasi jaringan, token akan dikurangi dari alamat payer dan dikreditkan ke alamat payee. Seluruh proses ini transparan dan dapat dipantau melalui block explorer (misal Etherscan untuk Ethereum atau explorer khusus chain lain).
Setiap transaksi dikenakan “gas fee”, yaitu biaya layanan yang dibayarkan ke node jaringan. Besaran biaya dan waktu konfirmasi berbeda-beda tergantung jaringan, sehingga memengaruhi kecepatan dan biaya transfer.
Di exchange, peran payer dan payee bisa diisi oleh akun individu, merchant, atau akun kustodian pihak ketiga. Deposit dilakukan oleh payee (memindahkan aset on-chain ke akun exchange), sedangkan penarikan dilakukan oleh payer (mentransfer aset dari akun exchange ke alamat on-chain).
Menggunakan Gate sebagai contoh, berikut alur dasar deposit dan penarikan:
Langkah 1: Konfirmasi token dan jaringan. Untuk USDT, pastikan Anda menggunakan ERC-20 (Ethereum), TRC-20 (Tron), atau jaringan lain. Format alamat dan biaya berbeda untuk setiap jaringan.
Langkah 2: Deposit ke Gate. Payee membuat alamat deposit unik di halaman deposit Gate. Jika token membutuhkan “Memo/Tag” (misal: XRP, XLM), ikuti instruksi untuk mencantumkan Memo/Tag; Memo berfungsi sebagai catatan agar exchange dapat mengalokasikan dana dengan tepat.
Langkah 3: Transfer dari wallet eksternal atau exchange lain. Payer mengirim token ke alamat deposit tersebut. Setelah selesai, cek status konfirmasi dan kredit di catatan deposit Gate.
Langkah 4: Penarikan ke alamat eksternal. Payer memasukkan alamat payee di halaman penarikan Gate, memilih jaringan yang benar, dan memverifikasi alamat. Untuk mengurangi risiko, lakukan transfer uji coba dengan nominal kecil sebelum mengirim jumlah besar.
Langkah 5: Pengaturan keamanan. Aktifkan whitelist penarikan, autentikasi dua faktor, dan email konfirmasi penarikan untuk mencegah kesalahan atau pencurian dana.
Stablecoin merupakan token digital yang nilainya dipatok ke mata uang fiat (umumnya USD), sehingga membantu payer dan payee menghindari fluktuasi harga saat settlement. Stablecoin banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara maupun pembayaran on-chain.
Keunggulan utamanya mencakup stabilitas harga relatif, akses global, penyelesaian cepat, dan biaya yang dapat dikontrol. Per Oktober 2024, USDT dan USDC menjadi stablecoin yang paling banyak digunakan lintas jaringan utama untuk transaksi bisnis maupun personal karena kemudahan rekonsiliasi dan penentuan harga.
Keterbatasannya meliputi tuntutan kepatuhan (kedua pihak wajib menyimpan catatan transaksi untuk audit), perbedaan regulasi antar negara, potensi kenaikan biaya akibat kemacetan jaringan, serta kurangnya interoperabilitas antar stablecoin di jaringan berbeda (misal, USDT di Ethereum dan Tron adalah kontrak terpisah—pastikan memilih jaringan yang benar).
Pengurangan risiko bergantung pada verifikasi informasi dan perlindungan berlapis. Baik payer maupun payee wajib melakukan pengecekan sebelum dan sesudah pengiriman atau penerimaan dana.
Langkah 1: Verifikasi alamat dan jaringan. Periksa beberapa karakter di awal dan akhir saat menyalin alamat; pastikan jaringan yang dipilih sesuai instruksi payee. Untuk token yang memerlukan Memo/Tag, selalu input dengan benar.
Langkah 2: Uji coba nominal kecil terlebih dahulu. Kirim nominal kecil (misal 1–5 USDT) untuk memastikan penerimaan sebelum melakukan pembayaran besar.
Langkah 3: Aktifkan fitur keamanan. Gunakan whitelist penarikan, autentikasi dua faktor, notifikasi login/penarikan; aktifkan peringatan risiko di platform seperti Gate; simpan private key di hardware wallet untuk self-custody agar tidak bocor.
Langkah 4: Hindari phishing atau alamat palsu. Selalu dapatkan alamat deposit melalui saluran resmi; beri label pada alamat yang sering digunakan; jangan pernah menghubungkan wallet atau menandatangani transaksi di situs yang tidak terpercaya.
Langkah 5: Simpan catatan. Arsipkan ID transaksi (TxID), tangkapan layar, dan detail invoice untuk rekonsiliasi dan kepatuhan.
Smart contract berfungsi seperti mesin otomatis yang dapat menerima dan melakukan pembayaran—payee bisa berupa alamat kontrak, sedangkan payer menyelesaikan pembayaran atau settlement dengan memanggil fungsi kontrak.
Pada decentralized exchange (DEX) atau marketplace NFT, payer harus “authorize” (mengatur allowance) terlebih dahulu, yaitu memberikan izin kontrak untuk mendebit hingga nominal tertentu dari alamatnya; lalu mengeksekusi fungsi transaksi sesuai protokol, mentransfer token ke payee atau mengembalikan sisa dana. Otorisasi berlebihan sangat berisiko—lakukan review dan cabut approval yang tidak diperlukan secara berkala di wallet atau melalui block explorer.
Keunggulan pembayaran berbasis kontrak adalah aturan yang transparan dan eksekusi otomatis. Namun, payer harus meninjau prompt transaksi secara seksama, memverifikasi jenis token, nominal, serta reputasi alamat kontrak (dengan mengecek kode open-source dan umpan balik komunitas).
Transaksi cross-chain atau antar jaringan berarti payer dan payee mungkin berada di blockchain berbeda—transfer langsung bisa gagal atau menyebabkan aset hilang. Memilih jaringan atau solusi bridge yang tepat sangat krusial.
Langkah 1: Konfirmasi jaringan kedua pihak. Jika payee memberikan alamat Ethereum, gunakan versi token/jaringan ERC-20; untuk alamat Tron, gunakan TRC-20.
Langkah 2: Gunakan bridge dan exchange terpercaya. Saat memindahkan aset antar chain, gunakan bridge cross-chain yang kredibel atau manfaatkan fitur “Withdrawal Network Selection” dari Gate yang dikombinasikan dengan fitur deposit/withdraw untuk transfer token bernama sama antar jaringan.
Langkah 3: Identifikasi token bernama sama di chain berbeda. Token dengan nama sama di blockchain berbeda tidak dapat dipertukarkan—alamat kontraknya berbeda. Verifikasi kontrak dan penerbit token sebelum melanjutkan.
Langkah 4: Perhatikan biaya dan waktu. Biaya transaksi dan waktu konfirmasi sangat bervariasi antar chain; sebaiknya bertransaksi di luar jam sibuk dengan gas fee serta waktu yang cukup.
Kepatuhan mengharuskan kedua pihak menyimpan catatan sesuai regulasi lokal, mengidentifikasi sumber dana, dan menyelesaikan prosedur KYC yang diperlukan. Dalam transaksi bisnis, sebaiknya terbitkan invoice atau kwitansi untuk setiap transaksi, simpan TxID dan mutasi akun.
Perlakuan pajak berbeda di setiap yurisdiksi—pengakuan pendapatan, biaya, dan capital gain dapat berlaku. Baik stablecoin maupun token lain, ekspor riwayat transaksi dari platform seperti Gate dan gunakan alat akuntansi untuk kategorisasi. Untuk pembayaran lintas negara, selalu perhatikan aturan anti-pencucian uang (AML) dan daftar sanksi agar tidak melanggar regulasi lokal.
Di on-chain, payer dan payee adalah “pihak yang menandatangani debit” dan “alamat penerima”. Keamanan transaksi bergantung pada verifikasi alamat/jaringan, penanganan Memo/Tag dengan tepat, uji transfer nominal kecil terlebih dahulu, pengaktifan fitur keamanan di platform/wallet, serta penyimpanan riwayat transaksi untuk rekonsiliasi/kepatuhan. Stablecoin dapat mengurangi volatilitas harga, namun tetap perlu memperhatikan biaya jaringan, waktu konfirmasi, dan regulasi lokal; saat menggunakan smart contract, lakukan otorisasi dengan cermat dan pastikan kredibilitas kontrak; untuk transfer cross-chain atau antar jaringan, gunakan kanal resmi dan periksa ulang alamat/kontrak tujuan.
Payer harus memastikan detail alamat/akun payee benar sebelum memulai transfer; payee wajib memberikan informasi pembayaran yang akurat dan mengonfirmasi penerimaan dana. Dalam transaksi kripto, payer memindai QR code atau menyalin alamat untuk transfer; payee memantau wallet atau akun exchange untuk konfirmasi. Kedua pihak harus menyimpan private key dan riwayat transaksi dengan aman agar terhindar dari kerugian akibat alamat yang salah.
Transaksi blockchain bersifat irreversible—setelah dana dikirim ke alamat yang salah, dana tersebut tidak dapat diambil kembali. Payer harus memeriksa alamat payee dengan seksama sebelum mengirim dana; hash alfanumerik yang panjang sangat rentan kesalahan. Sebaiknya gunakan fitur copy-paste, bukan input manual, dan lakukan transfer uji coba nominal kecil sebelum pembayaran besar untuk meminimalkan risiko kehilangan permanen akibat kesalahan.
Di halaman penarikan Gate, payer memilih token dan jaringan blockchain, memasukkan alamat wallet payee, mengonfirmasi jumlah, lalu mengirim setelah verifikasi identitas. Sistem akan memotong biaya jaringan yang berlaku; transaksi umumnya selesai dalam hitungan menit hingga jam. Payee akan menerima dana di blockchain terkait. Sepanjang proses ini, pastikan alamat benar—jangan pernah mengirim langsung ke alamat exchange lain atau alamat smart contract.
Kedua pihak harus menggunakan wallet atau exchange terpercaya—jangan pernah memasukkan private key di link asing atau situs phishing. Payer wajib memverifikasi keaslian alamat payee sebelum transfer; payee harus menjaga kerahasiaan private key wallet mereka. Penggunaan multisig wallet, hardware wallet, atau akun exchange dengan tingkat keamanan tinggi dapat meningkatkan perlindungan dana. Untuk transaksi besar, selalu lakukan transfer uji coba nominal kecil terlebih dahulu.
Payer dapat memberikan hash transaksi (Tx Hash) beserta detail konfirmasi blok sebagai bukti pembayaran. Payee dapat memasukkan hash ini ke block explorer untuk memverifikasi detail transaksi dan memastikan pembayaran telah diterima. Di exchange seperti Gate, catatan deposit atau penarikan otomatis dihasilkan sebagai referensi kedua pihak. Disarankan menyimpan tangkapan layar dan hash sebagai bukti akuntansi untuk rekonsiliasi atau penyelesaian sengketa.


