
Market order adalah instruksi untuk membeli atau menjual sejumlah aset secara langsung pada harga terbaik yang tersedia tanpa menetapkan harga pasti. Market order mengutamakan kecepatan eksekusi, namun harga akhirnya dapat berbeda dari ekspektasi Anda.
Dalam praktiknya, market order sering digunakan untuk masuk pasar secara cepat, melakukan stop-loss mendesak, atau ketika diperlukan eksekusi segera di pasar yang bergerak cepat. Karena tidak ada batasan harga, market order akan mengeksekusi order yang tersedia di order book satu per satu, sehingga dapat meningkatkan rata-rata harga beli Anda atau menurunkan rata-rata harga jual Anda.
Market order dieksekusi melalui matching engine dan order book bursa. Order book adalah daftar seluruh order beli dan jual yang sedang aktif, diurutkan dari harga terbaik hingga terburuk.
Saat Anda memasang market buy order, sistem akan mencocokkan order Anda mulai dari penawaran jual dengan harga terendah dan berlanjut ke harga yang lebih tinggi hingga jumlah yang Anda minta terpenuhi. Untuk market sell order, proses dimulai dari penawaran beli tertinggi dan bergerak ke bawah. Harga rata-rata eksekusi akhir bergantung pada "kedalaman" order book—seberapa banyak likuiditas yang tersedia di sekitar harga pasar saat ini.
Contohnya, jika Anda memasang market buy order untuk 1 BTC dan penawaran jual terbaik hanya tersedia untuk 0,2 BTC, sistem akan mengisi sisa 0,8 BTC pada harga berikutnya yang mungkin lebih tinggi. Ini akan meningkatkan rata-rata harga beli Anda jika penawaran tambahan tersebut lebih mahal.
Market order mengutamakan “kecepatan eksekusi”, sedangkan limit order mengutamakan “batasan harga”. Limit order memungkinkan Anda menetapkan harga maksimum yang bersedia dibayar (beli) atau harga minimum yang diterima (jual); order hanya akan dieksekusi jika pasar mencapai harga yang Anda tentukan.
Jika Anda khawatir membayar terlalu mahal atau menjual terlalu murah, limit order lebih sesuai. Jika Anda lebih mengutamakan tidak ketinggalan peluang atau perlu keluar dengan cepat (misalnya untuk stop-loss), market order lebih cocok. Saat harga turun tajam, market order memastikan eksekusi langsung, sedangkan limit order bisa saja tidak terisi jika harga bergerak melewati level yang Anda tetapkan.
Market order ideal digunakan saat dibutuhkan eksekusi segera:
Pada pasangan trading dengan likuiditas tinggi dan order book yang dalam, slippage market order biasanya kecil dan eksekusi efisien. Namun, pada aset dengan likuiditas rendah atau kurang populer, market order dapat menggerakkan harga secara signifikan melawan Anda; gunakan dengan hati-hati dan pertimbangkan untuk mengontrol ukuran order Anda.
Slippage adalah selisih antara harga yang Anda harapkan dengan harga eksekusi aktual dari market order Anda. Slippage terjadi saat ukuran order Anda harus dipenuhi melalui beberapa level harga, atau saat pergerakan pasar yang cepat menyebabkan harga meloncat antar penawaran yang tersedia.
Slippage merupakan “biaya eksekusi instan”. Contohnya, jika Anda berharap membeli BTC di harga $30.000 namun rata-rata harga beli menjadi $30.050 karena kedalaman yang tidak cukup, selisih $50 tersebut adalah slippage. Slippage menjadi lebih signifikan selama periode volatilitas tinggi atau ketika likuiditas tipis.
Untuk meminimalkan slippage:
Pada antarmuka trading spot dan derivatif Gate, Anda dapat menggunakan market order untuk eksekusi cepat. Ikuti langkah berikut:
Risiko utama dari market order adalah ketidakpastian harga. Slippage dapat meningkatkan biaya secara signifikan—terutama di lingkungan dengan likuiditas rendah atau pasar yang volatil.
Pada trading leverage atau derivatif, masuk atau keluar posisi dengan market order dapat menyebabkan harga masuk lebih tinggi atau harga keluar lebih rendah akibat slippage. Hal ini dapat memperbesar kerugian atau mempercepat risiko likuidasi. Dalam kasus “flash crash” (lonjakan harga abnormal secara tiba-tiba), market order dapat terisi di harga yang sangat tidak menguntungkan.
Anda juga harus memantau saldo akun, kontrol risiko (seperti batas likuidasi), dan mewaspadai risiko eksekusi akibat keterlambatan jaringan atau sistem. Demi keamanan dana, selalu aktifkan fitur keamanan akun dan hindari melakukan transaksi besar saat kondisi jaringan tidak stabil.
Pada centralized exchange (CEX), market order diproses oleh matching engine dan order book untuk eksekusi cepat, dengan biaya biasanya berupa “taker fee”.
Pada decentralized exchange (DEX), padanan market order umumnya disebut “instant swap”. Di sini, harga ditentukan oleh liquidity pool, dan pengguna dapat mengatur toleransi slippage—order yang melebihi ambang batas ini tidak akan dieksekusi untuk mencegah deviasi harga ekstrem. Karena urutan transaksi di blockchain (seperti block ordering), Anda dapat mengalami “front-running”—di mana pengguna lain memasukkan transaksi sebelum transaksi Anda untuk memperoleh keuntungan dari perubahan harga. Untuk mengurangi risiko ini: turunkan toleransi slippage, trading di liquidity pool yang dalam, atau lakukan transaksi saat jaringan tidak padat.
Biaya eksplisit dari market order umumnya berupa trading fee. Di sebagian besar bursa, market order dikategorikan sebagai transaksi “taker” dan dikenakan biaya lebih tinggi dibanding “maker” (limit order). Besaran fee tergantung pada level pengguna dan volume trading 30 hari terakhir; lihat skema fee bertingkat yang dipublikasikan masing-masing bursa.
Biaya tersembunyi meliputi spread bid-ask dan slippage. Spread adalah selisih antara bid tertinggi dan ask terendah; slippage adalah seberapa jauh rata-rata harga eksekusi Anda dari ekspektasi. Keduanya dapat meningkatkan total biaya transaksi. Untuk trading derivatif, mungkin ada funding rate—biaya kepemilikan yang tidak terkait dengan penggunaan market order.
Per 2025, sebagian besar bursa utama menggunakan struktur fee bertingkat di mana market order dikenakan taker fee. Pada pasangan dengan likuiditas tinggi, slippage umumnya masih terkendali; pada aset dengan likuiditas rendah, biaya tersembunyi bisa signifikan.
Market order bertujuan untuk “eksekusi instan”, sehingga cocok untuk masuk pasar dengan cepat dan stop-loss—namun terdapat kompromi dalam kepastian harga. Memahami order book dan slippage membantu mengoptimalkan hasil; menggunakan market order pada pasangan dengan likuiditas dalam di periode stabil dapat meningkatkan hasil. Di Gate, mengikuti prosedur langkah demi langkah serta memeriksa rata-rata harga eksekusi dan fee membantu mengelola biaya. Saat trading dengan leverage atau di masa volatilitas tinggi, evaluasi risiko dan ukuran posisi secara cermat; pertimbangkan penggunaan limit order atau membagi transaksi untuk menyeimbangkan kecepatan dan kontrol harga.
Market order dieksekusi langsung pada harga pasar saat ini—ideal untuk situasi di mana kecepatan adalah prioritas utama. Limit order menunggu hingga harga yang Anda tentukan tercapai dan mungkin tidak langsung dieksekusi. Jika kecepatan adalah prioritas Anda, pilih market order—namun perhatikan bahwa slippage dapat menambah biaya. Di Gate, sesuaikan pilihan Anda dengan volatilitas dan kondisi pasar saat ini.
Slippage adalah perbedaan antara harga referensi yang Anda harapkan dan harga eksekusi aktual market order—disebabkan oleh volatilitas atau likuiditas yang tidak mencukupi. Pada pasangan dengan likuiditas tinggi dan periode trading aktif, risiko slippage lebih rendah. Untuk meminimalkan slippage di Gate atau platform serupa, utamakan koin utama dengan likuiditas dalam dan hindari memasang market order besar saat pergerakan harga tajam.
Stop-market order mengeksekusi secara instan pada harga pasar saat dipicu—menjamin stop-loss Anda namun berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar akibat slippage. Stop-limit order memicu limit order di harga stop Anda; order bisa saja tidak terisi jika harga melewati level Anda. Untuk trader yang mengutamakan kepastian keluar posisi, stop-market memberikan jaminan lebih—namun terima risiko slippage. Sesuaikan dengan kondisi likuiditas di Gate.
Bid price adalah penawaran pembeli (harga beli), sedangkan ask price adalah penawaran penjual (harga jual). Market order dieksekusi langsung pada harga yang ditawarkan pihak lawan: order beli di harga ask, order jual di bid. Selisih antara kedua harga ini disebut spread. Memahami bid dan ask membantu Anda memperkirakan harga eksekusi market order.
Pada transaksi kecil, pertimbangkan biaya transaksi dibanding potensi slippage. Market order dikenakan taker fee ditambah kemungkinan slippage; total biaya bisa lebih tinggi dari limit order. Namun, jika kecepatan eksekusi penting atau likuiditas tinggi, penggunaan market order bisa layak dipertimbangkan. Di Gate, periksa spread dan likuiditas sebelum menentukan tipe order yang sesuai kebutuhan Anda.


