
Open Interest (OI) adalah jumlah total atau nilai nosional dari kontrak derivatif yang masih aktif dan belum diselesaikan. Metode ini meliputi seluruh posisi terbuka—baik long maupun short—yang belum ditutup, belum kedaluwarsa, atau belum dikirimkan. OI paling sering terlihat pada kontrak perpetual (tanpa tanggal kedaluwarsa) dan kontrak futures berjangka waktu tetap (dengan tanggal kedaluwarsa), dan umumnya ditampilkan dalam satuan kontrak atau nilai nosional USD.
Perubahan OI mencerminkan pergerakan arus modal dan akumulasi leverage di pasar, namun tidak secara otomatis menunjukkan dominasi pihak bullish atau bearish.
Open Interest membantu trader menilai tingkat partisipasi pasar dan mengidentifikasi potensi peningkatan volatilitas akibat leverage.
Bagi trader jangka pendek, OI dapat menjadi indikator kemungkinan terjadinya short squeeze: ketika funding fee (pembayaran berkala antara posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak perpetual tetap sejalan dengan pasar spot) sangat berat sebelah dan OI tinggi, pembalikan harga secara tiba-tiba dapat memicu rangkaian forced liquidation (saat ambang margin pemeliharaan terlampaui).
OI berubah tergantung pada pembukaan posisi baru atau penutupan posisi lama.
OI biasanya disajikan dalam dua bentuk: berdasarkan satuan kontrak (misal, 1 kontrak = nilai nominal $100) atau nilai nosional (harga terbaru × jumlah kontrak). Sebagian besar bursa kripto menampilkan OI nosional dalam USD untuk memudahkan perbandingan antar token.
OI sendiri bersifat netral arah; hanya mengukur total ukuran posisi terbuka. Untuk menilai sentimen bullish atau bearish, trader perlu memperhatikan tren harga, funding rate, serta basis (selisih harga futures dan harga spot; basis positif sering menunjukkan permintaan long yang lebih kuat).
OI merupakan indikator utama pada dashboard trading kontrak perpetual dan futures, membantu trader menilai momentum, kekuatan pasar, dan risiko bersama data harga dan volume.
Contoh pada kontrak perpetual BTCUSDT di Gate:
Pada altcoin (misal bertema AI atau RWA), pertumbuhan OI yang pesat dan terpusat di beberapa platform menandakan likuiditas yang dangkal. Saat sentimen berubah, posisi leverage tinggi dapat memicu forced liquidation dan candle “long wick”. Dalam situasi seperti ini, perhatikan konsentrasi posisi, aturan likuidasi tiap platform, dan batas funding rate.
Menjelang peristiwa makro (seperti data inflasi utama atau keputusan bank sentral), pola umumnya adalah OI meningkat sebelum peristiwa dan cepat menurun setelahnya. Baik bull maupun bear menahan posisi untuk berspekulasi pada volatilitas; setelah ketidakpastian terjawab pasca-peristiwa, posisi mulai dikurangi.
Open Interest dapat diakses langsung di halaman trading dan analitik di Gate dan sebaiknya dianalisis bersama data harga, volume, serta funding rate.
Contoh: Pada kontrak perpetual ETHUSDT di Gate, jika breakout dari range konsolidasi terjadi dengan volume meningkat dan OI naik dari level rendah sementara funding rate beralih dari negatif ke positif seimbang, mengikuti tren jangka pendek lebih aman. Jika funding rate sangat tinggi dan OI pada rekor tertinggi, pertimbangkan untuk mengurangi leverage atau scaling out agar terhindar dari likuidasi akibat koreksi minor.
Tahun ini, OI derivatif kripto tetap mendekati rekor tertinggi, dengan volatilitas sangat berkaitan dengan peristiwa penting.
Data Q3 2025 menunjukkan total OI futures dan kontrak perpetual kripto secara nosional berada di kisaran $30–38 miliar. BTC berkontribusi sekitar 45–55% dari OI ini, ETH 20–30%, dan proporsi altcoin meningkat signifikan selama rotasi sektor. Sumber data termasuk Coinglass dan laporan kuartalan The Block Research.
Dalam enam bulan terakhir, OI BTC dan ETH sering naik menjelang rilis berita besar atau kebijakan, lalu menurun dalam 2–5 hari perdagangan berikutnya. Beberapa kali di H2 2025, lonjakan harga harian yang tajam disertai penurunan OI—menandakan deleveraging cepat akibat forced liquidation dan stop-loss.
Dibandingkan 2024, pada 2025 aktivitas trading derivatif semakin terpusat pada kontrak perpetual, sementara porsi kontrak berjangka waktu tetap terus menurun. Hal ini memperbesar pengaruh funding rate. OI juga makin terkonsentrasi di platform utama—ketika bursa ini mengalami risiko atau gangguan, dampak pasar bisa sangat signifikan.
OI mengukur “berapa banyak posisi terbuka yang ada”, sedangkan trading volume mengukur “berapa banyak transaksi terjadi dalam periode tertentu.”
Volume perdagangan harian bisa tinggi meskipun tidak ada perubahan posisi terbuka bersih—jika perdagangan hanya berpindah tangan di antara posisi yang sudah ada, OI tetap. Sebaliknya, lonjakan posisi baru meningkatkan OI meski volume harian biasa saja. Memahami perbedaan ini membantu menghindari kekeliruan antara “perdagangan aktif” dan “masuknya modal baru.”
Selain itu: Market cap dihitung sebagai harga × suplai beredar dan sepenuhnya terpisah dari OI. Market cap mencerminkan skala aset; OI menunjukkan leverage dan partisipasi. Keduanya tidak boleh disamakan.
Kenaikan Open Interest biasanya menunjukkan bahwa pelaku pasar membuka posisi baru—baik bullish maupun bearish—yang merefleksikan keyakinan pasar yang meningkat. Jika terjadi bersamaan dengan kenaikan harga, ini menandakan pembelian agresif; jika harga turun saat OI naik, berarti ada short selling baru. Namun, OI yang meningkat juga bisa menjadi pertanda meningkatnya volatilitas; selalu gunakan indikator ini bersama metrik lainnya.
Penurunan Open Interest mengindikasikan trader menutup posisi dan keluar dari pasar—partisipasi melemah. Ini bisa menjadi sinyal pembalikan tren atau melemahnya konsensus. Jika OI turun tajam, pasar bisa memasuki fase konsolidasi dengan volatilitas lebih rendah—menandakan perubahan sentimen.
Puncak pasar biasanya terbentuk saat harga dan OI sama-sama mencapai level sangat tinggi—menandakan posisi long terlalu padat. Dasar pasar cenderung muncul saat harga dan OI rendah—menandakan posisi short telah tereliminasi. Pembacaan OI ekstrem yang disertai pergerakan harga tajam dan volume abnormal sering kali mendahului pembalikan; namun, jangan hanya mengandalkan OI—gunakan indikator teknikal lain untuk konfirmasi.
Trader retail dapat memantau OI secara real-time untuk koin utama di pasar kontrak Gate guna menilai sentimen dan selera risiko. Jika harga dan OI sama-sama di titik terendah historis, bisa menjadi peluang beli; jika keduanya melonjak bersamaan, waspadai potensi koreksi. Gunakan OI sebagai salah satu referensi—dan selalu pasang stop-loss untuk perlindungan.
Semakin besar Open Interest, semakin besar eksposur leverage di pasar—dan semakin tinggi risiko likuidasi massal saat terjadi pergerakan harga tajam. Jika volatilitas melonjak dengan OI tinggi, rangkaian likuidasi dapat memperkuat pergerakan harga. Inilah sebabnya rekor OI sering mendahului flash crash—kewaspadaan risiko sangat penting seiring meningkatnya leverage.


