Jangan hanya terpaku pada fluktuasi di pasar saja. Hal paling menarik di dunia kripto akhir-akhir ini sebenarnya tidak ada di grafik K-line. Sistem keuangan Jepang secara langsung membuka pintu untuk XRP—pengaruh langkah ini jauh melampaui bayangan kebanyakan orang.
Pertama, mari kita simpulkan: ini bukanlah uji coba skala kecil. Otoritas Keuangan Jepang (FSA) secara resmi mengakui, tiga bank komersial utama bergabung dalam platform ini. Singkatnya—keuangan tradisional secara aktif menyambut aset digital, XRP tidak lagi menjadi produk pinggiran, melainkan secara resmi masuk ke inti sistem keuangan.
Lalu, sejauh mana skala yang terlibat? Bank-bank yang terlibat adalah Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui, dan Mizuho Bank. Apa konsep dari ketiga bank ini? Mitsubishi UFJ menguasai 12% dari total simpanan di industri perbankan Jepang, memiliki cabang di seluruh dunia, dan kapasitas modalnya saja sudah bisa sebanding dengan ekonomi negara menengah. Ditambah lagi dua bank lainnya, secara garis besar, setara dengan barisan terdepan keuangan Jepang yang bersatu.
Mengapa raksasa keuangan ini secara kolektif mendukung XRP? Kuncinya terletak pada masalah pembayaran lintas batas. Sistem SWIFT tradisional sudah digunakan selama puluhan tahun, tetapi efisiensinya tidak banyak meningkat—kalau lambat, bisa sampai 3 sampai 5 hari untuk dana sampai, cepat pun 1 sampai 2 hari, dan biaya transaksi sangat mahal. Untuk bank yang menangani volume besar transaksi internasional, sistem ini sudah menjadi hambatan.
XRP berbeda. Kecepatan penyelesaian pembayaran berbasis blockchain hanya dalam hitungan menit, dan biaya transfer lintas batas bisa ditekan hingga sepersepuluh dari metode tradisional. Dari sudut pandang Jepang, mereka harus mengelola volume besar aliran dana ke dan dari Asia, Eropa, dan Amerika, dan menggunakan sistem XRP ini secara langsung dapat mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
Makna sebenarnya dari kolaborasi ini adalah—mengonfirmasi bahwa aset kripto tidak lagi sekadar instrumen spekulasi, melainkan solusi untuk peningkatan infrastruktur keuangan. Setelah ketiga bank Jepang ini membuka jalan, institusi keuangan utama di negara lain pun akan sulit untuk terus berpura-pura tidak melihat. XRP dalam proses ini telah bertransformasi dari sekadar objek transaksi menjadi alat produksi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
tx_or_didn't_happen
· 01-08 10:44
Gabungan tiga bank terbesar di Jepang ini benar-benar membuat keuangan tradisional harus mengakui kekuatannya. SWIFT harus segera diperbaiki, terlalu lambat.
Lihat AsliBalas0
BitcoinDaddy
· 01-07 09:29
WTF, tiga bank terbesar di Jepang secara kolektif mendukung XRP? Ini benar-benar solusi nyata, bukan omong kosong para penggiat koin.
Tiga bank terbesar di Jepang bergabung sekaligus, kali ini SWIFT benar-benar panik. XRP dari barang spekulatif berbalik menjadi alat produksi, pintu sistem keuangan tradisional semakin terbuka lebar.
Lihat AsliBalas0
PretendingToReadDocs
· 01-06 11:48
Wah, tiga bank besar Jepang secara bersamaan mengeluarkan langkah ini, sekarang XRP benar-benar akan melambung. Keuangan tradisional secara aktif datang untuk merangkul, ini adalah logika dasar yang sebenarnya.
Lihat AsliBalas0
LootboxPhobia
· 01-06 11:39
Keterkaitan tiga bank besar di Jepang memang cukup menarik, tapi semuanya tergantung pada bagaimana implementasinya nanti. Hanya berteriak slogan saja tidak cukup.
Jangan hanya terpaku pada fluktuasi di pasar saja. Hal paling menarik di dunia kripto akhir-akhir ini sebenarnya tidak ada di grafik K-line. Sistem keuangan Jepang secara langsung membuka pintu untuk XRP—pengaruh langkah ini jauh melampaui bayangan kebanyakan orang.
Pertama, mari kita simpulkan: ini bukanlah uji coba skala kecil. Otoritas Keuangan Jepang (FSA) secara resmi mengakui, tiga bank komersial utama bergabung dalam platform ini. Singkatnya—keuangan tradisional secara aktif menyambut aset digital, XRP tidak lagi menjadi produk pinggiran, melainkan secara resmi masuk ke inti sistem keuangan.
Lalu, sejauh mana skala yang terlibat? Bank-bank yang terlibat adalah Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui, dan Mizuho Bank. Apa konsep dari ketiga bank ini? Mitsubishi UFJ menguasai 12% dari total simpanan di industri perbankan Jepang, memiliki cabang di seluruh dunia, dan kapasitas modalnya saja sudah bisa sebanding dengan ekonomi negara menengah. Ditambah lagi dua bank lainnya, secara garis besar, setara dengan barisan terdepan keuangan Jepang yang bersatu.
Mengapa raksasa keuangan ini secara kolektif mendukung XRP? Kuncinya terletak pada masalah pembayaran lintas batas. Sistem SWIFT tradisional sudah digunakan selama puluhan tahun, tetapi efisiensinya tidak banyak meningkat—kalau lambat, bisa sampai 3 sampai 5 hari untuk dana sampai, cepat pun 1 sampai 2 hari, dan biaya transaksi sangat mahal. Untuk bank yang menangani volume besar transaksi internasional, sistem ini sudah menjadi hambatan.
XRP berbeda. Kecepatan penyelesaian pembayaran berbasis blockchain hanya dalam hitungan menit, dan biaya transfer lintas batas bisa ditekan hingga sepersepuluh dari metode tradisional. Dari sudut pandang Jepang, mereka harus mengelola volume besar aliran dana ke dan dari Asia, Eropa, dan Amerika, dan menggunakan sistem XRP ini secara langsung dapat mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
Makna sebenarnya dari kolaborasi ini adalah—mengonfirmasi bahwa aset kripto tidak lagi sekadar instrumen spekulasi, melainkan solusi untuk peningkatan infrastruktur keuangan. Setelah ketiga bank Jepang ini membuka jalan, institusi keuangan utama di negara lain pun akan sulit untuk terus berpura-pura tidak melihat. XRP dalam proses ini telah bertransformasi dari sekadar objek transaksi menjadi alat produksi.