Dalam sebuah pertemuan energi di Gedung Putih baru-baru ini, semuanya tidak berjalan sesuai rencana. ExxonMobil dan dua raksasa minyak lainnya secara langsung menyatakan: Venezuela tidak menguntungkan, kami tidak tertarik.
Persyaratan yang diajukan terdengar sangat langsung—fase pertama menginvestasikan 1000 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak. Fase kedua kemudian menambah 500 miliar dolar AS, terutama digunakan untuk transportasi dan pengolahan. Perkiraan periode pengembalian investasi seluruhnya sekitar 15 tahun.
Usulan ini akhirnya tidak berhasil. Negosiasi kedua pihak menemui jalan buntu, masing-masing kembali ke posisi mereka sendiri. Dari sudut pandang perusahaan, pertimbangan para raksasa minyak tidak sulit dipahami—risiko geopolitik, ketidakpastian kebijakan, periode pengembalian yang panjang, semua merupakan tantangan nyata. Ini juga mencerminkan realitas kesulitan investasi di industri energi global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
21 Suka
Hadiah
21
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasGasGasBro
· 01-15 04:44
1500亿砸下去15年才回本?笑死,这谁敢接啊,一堆politik risiko di sana
Venezuela memang permainan ini sangat panas, kalau saya pasti tidak akan sentuh
Kali ini Gedung Putih benar-benar mengalami kegagalan hahaha
Kebijakan energi dan permainan geopolitik saling terkait, perusahaan harus mengalah
15 tahun ya teman, ini harus sangat sabar
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterKing
· 01-14 02:24
1500亿投入 15 年才回本?兄弟,这不就是天价燃气费吗,我不赚这个钱。
Lihat AsliBalas0
OnlyOnMainnet
· 01-13 15:17
1500亿砸进去15年才回本?石油巨头又不是慈善机构,这笔账谁算谁傻
2委内瑞拉 sekarang就是 high-risk area, siapa yang berani bertaruh arah kebijakan啊
3Energi geopolitik agak rumit... tapi jujur saja, uangnya sulit didapatkan
4Geopolitik + kebijakan + siklus 15 tahun, tiga kali lipat, kalau saya sih juga akan lewat
5Yang penting bagi raksasa minyak bukanlah idealisme, melainkan bagaimana mendapatkan pengembalian yang stabil
6Inilah logika kapital yang sebenarnya, keuntungan selalu nomor satu
7Investasi di Venezuela memang tidak mengejutkan kalau membatalkan, risikonya terlalu besar
8Tunggu dulu, apakah ini sedang bermain permainan kekuasaan, sebenarnya masih bisa nego?
1500亿砸下去等15年回本?石油巨头又不是慈善机构,换我也得拒
---
委内瑞拉这地儿 sekarang investasi, 能不能 hidup keluar semua dua hal...难怪没人接这个烫手山芋
---
白宫想得太美了,真当 kapitalis adalah orang bodoh呢,地缘 risiko ini jalan tidak bisa dilalui
---
所以说啊,大国博弈 di bawah苦的还是这些资源国,没人想玩高风险游戏
---
15 tahun回本周期我就笑了,这得多缺心眼的CEO才会同意
---
能源产业投资 sekarang就这样了,政策一变一切归零,谁敢碰这个雷
1500亿美元投入还要等15年才能回本,这特么谁敢投啊,跟赌博一样
委内瑞拉那地儿 sekarang investasi, bukan otaknya yang encer ya, risiko geopolitik ini akan langsung menggerogoti keuntunganmu
Gedung Putih terlalu optimis, benar-benar menganggap raksasa minyak adalah lembaga amal
Inilah mengapa saya tetap optimis terhadap energi berjangka di blockchain, setidaknya transparansinya jauh lebih tinggi
Lihat AsliBalas0
CryptoMotivator
· 01-12 05:38
15 tahun balik modal? Bro, ini bukan investasi, ini judi, dan juga harus bertaruh stabilitas politik Venezuela. Para penguasa minyak tidak sebodoh itu.
Dalam sebuah pertemuan energi di Gedung Putih baru-baru ini, semuanya tidak berjalan sesuai rencana. ExxonMobil dan dua raksasa minyak lainnya secara langsung menyatakan: Venezuela tidak menguntungkan, kami tidak tertarik.
Persyaratan yang diajukan terdengar sangat langsung—fase pertama menginvestasikan 1000 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak. Fase kedua kemudian menambah 500 miliar dolar AS, terutama digunakan untuk transportasi dan pengolahan. Perkiraan periode pengembalian investasi seluruhnya sekitar 15 tahun.
Usulan ini akhirnya tidak berhasil. Negosiasi kedua pihak menemui jalan buntu, masing-masing kembali ke posisi mereka sendiri. Dari sudut pandang perusahaan, pertimbangan para raksasa minyak tidak sulit dipahami—risiko geopolitik, ketidakpastian kebijakan, periode pengembalian yang panjang, semua merupakan tantangan nyata. Ini juga mencerminkan realitas kesulitan investasi di industri energi global.