#密码资产动态追踪 Dari kegagalan memulai bisnis pakaian hingga kebangkitan di pasar kripto—refleksi nyata dari peserta selama 8 tahun di dunia koin
Pada titik balik tahun 2018 itu, saya berutang 500 juta, saldo di kartu kredit hanya tersisa 50 juta. Setelah mengurung diri di hotel selama tiga hari tiga malam, saya membuat keputusan: all in di pasar kripto.
Tahun itu, kenaikan Bitcoin sangat pesat, modal 50 juta menjadi 820 juta. Saya sempat merasa hidup saya akan berbalik arah, bahkan ingin menjual rumah dan menambah leverage. Tapi kejatuhan tahun 2019 memukul saya—rekening saya menyusut terus sampai 190 juta.
Saat melihat angka itu di ATM, saya akhirnya mengerti: keuntungan sementara hanyalah ilusi, satu-satunya aturan yang benar hanyalah satu set.
**Tiga aturan menyelamatkan saya**
Aturan pertama: Modal selalu menjadi garis pertahanan pertama. Setiap kali menanam koin baru, jika naik, tarik dulu biaya modalnya, sisanya digunakan untuk mengembangkan; jika turun, langsung cut loss. Dengan cara ini, meskipun salah arah, dasar tetap aman.
Aturan kedua: Hanya lakukan yang saya pahami. Jangan ikut tren, jangan berjudi "koin seratus kali lipat", jangan sentuh proyek yang tidak jelas. Peluang pasar terus mengalir, tapi jebakan selalu lebih banyak daripada peluang.
Aturan ketiga: Alokasi posisi adalah segalanya. Saya menggunakan "metode alokasi 5311"—koin utama 50%, proyek potensial 30%, risiko tinggi 10%, cadangan tunai 10%. Bahkan saat pasar bearish terburuk tahun 2022, penarikan maksimum hanya sekitar 15%.
**Peralihan dari berjudi ke akumulasi**
Setelah 2022, saya berhenti trading jangka pendek. Beralih ke pengelolaan mesin penambang dan mining likuiditas yang stabil, selama tiga tahun mengubah saldo dari 190 juta menjadi 20 miliar.
Jujur saja, pemenang akhir di pasar ini bukanlah orang yang paling pintar, melainkan mereka yang disiplin dan cukup lama bertahan.
Jangan panik saat pasar bearish, jangan terlalu percaya diri saat pasar bullish. Setiap transaksi harus sesuai rencana, itulah keahlian sejati dalam melewati siklus pasar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#密码资产动态追踪 Dari kegagalan memulai bisnis pakaian hingga kebangkitan di pasar kripto—refleksi nyata dari peserta selama 8 tahun di dunia koin
Pada titik balik tahun 2018 itu, saya berutang 500 juta, saldo di kartu kredit hanya tersisa 50 juta. Setelah mengurung diri di hotel selama tiga hari tiga malam, saya membuat keputusan: all in di pasar kripto.
Tahun itu, kenaikan Bitcoin sangat pesat, modal 50 juta menjadi 820 juta. Saya sempat merasa hidup saya akan berbalik arah, bahkan ingin menjual rumah dan menambah leverage. Tapi kejatuhan tahun 2019 memukul saya—rekening saya menyusut terus sampai 190 juta.
Saat melihat angka itu di ATM, saya akhirnya mengerti: keuntungan sementara hanyalah ilusi, satu-satunya aturan yang benar hanyalah satu set.
**Tiga aturan menyelamatkan saya**
Aturan pertama: Modal selalu menjadi garis pertahanan pertama. Setiap kali menanam koin baru, jika naik, tarik dulu biaya modalnya, sisanya digunakan untuk mengembangkan; jika turun, langsung cut loss. Dengan cara ini, meskipun salah arah, dasar tetap aman.
Aturan kedua: Hanya lakukan yang saya pahami. Jangan ikut tren, jangan berjudi "koin seratus kali lipat", jangan sentuh proyek yang tidak jelas. Peluang pasar terus mengalir, tapi jebakan selalu lebih banyak daripada peluang.
Aturan ketiga: Alokasi posisi adalah segalanya. Saya menggunakan "metode alokasi 5311"—koin utama 50%, proyek potensial 30%, risiko tinggi 10%, cadangan tunai 10%. Bahkan saat pasar bearish terburuk tahun 2022, penarikan maksimum hanya sekitar 15%.
**Peralihan dari berjudi ke akumulasi**
Setelah 2022, saya berhenti trading jangka pendek. Beralih ke pengelolaan mesin penambang dan mining likuiditas yang stabil, selama tiga tahun mengubah saldo dari 190 juta menjadi 20 miliar.
Jujur saja, pemenang akhir di pasar ini bukanlah orang yang paling pintar, melainkan mereka yang disiplin dan cukup lama bertahan.
Jangan panik saat pasar bearish, jangan terlalu percaya diri saat pasar bullish. Setiap transaksi harus sesuai rencana, itulah keahlian sejati dalam melewati siklus pasar.