Dalam konteks meningkatnya permintaan teknologi keuangan digital, Visa sedang mengembangkan serangkaian layanan baru yang berfokus pada stablecoin. Mulai dari program uji coba konversi fiat ke stablecoin pada bulan 11 tahun 2025, hingga peluncuran layanan konsultasi mendalam, perusahaan pembayaran ini sedang memposisikan dirinya sebagai penyedia solusi lengkap untuk lembaga keuangan.
Kebutuhan Stablecoin dari Lembaga Keuangan Meningkat
Lembaga keuangan, terutama perusahaan di bidang kredit seperti Navy Federal Credit Union, sebuah serikat pekerja yang melayani 15 juta anggota di seluruh dunia, sedang mencari cara agar stablecoin dapat mengoptimalkan operasi pembayaran mereka. Dengan sekitar 15 juta anggota yang dilayani, Navy Federal Credit Union menekankan bahwa stablecoin memiliki potensi untuk mengurangi biaya dan mempercepat transaksi.
Selain Navy Federal Credit Union, VyStar Credit Union—sebuah serikat pekerja lain—juga didukung Visa dalam proses evaluasi teknologi ini. Pathward, perusahaan fintech terkemuka, adalah salah satu mitra pertama yang mengadopsi solusi stablecoin dari Visa.
Layanan Konsultasi Stablecoin: Dukungan Komprehensif dari Strategi Hingga Implementasi
Menurut Carl Rutstein, Direktur Global Visa Consulting and Analytics, layanan konsultasi stablecoin dari Visa dirancang untuk mendukung pengembangan yang benar-benar efektif bagi pelanggan. Layanan ini menyediakan panduan menyeluruh tentang teknologi stablecoin, operasional, strategi, dan kasus penggunaan nyata.
Saat ini, Visa Stablecoins Advisory Practice telah melayani puluhan pelanggan. Kasus penggunaan utama meliputi pembayaran lintas batas dan transaksi bisnis antar perusahaan. Perusahaan berharap permintaan akan meningkat secara signifikan, dengan rencana memperluas layanan ke ratusan pelanggan dalam beberapa tahun mendatang.
Perluasan Kemitraan dengan Mitra Crypto
Pada tanggal 27 November, Visa menandatangani kemitraan strategis dengan Aquanow, perusahaan fintech yang fokus pada aset digital. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperluas kemampuan pembayaran menggunakan stablecoin di seluruh kawasan Eropa Tengah dan Timur, Timur Tengah, dan Afrika (CEMA).
Berdasarkan kemitraan ini, infrastruktur aset digital dari Aquanow akan terhubung dengan jaringan pembayaran global Visa. Pengguna dan penerima pembayaran akan dapat melakukan transaksi menggunakan stablecoin yang secara luas didukung, seperti USDC. Integrasi ini tidak hanya mengurangi biaya transaksi tetapi juga secara signifikan meningkatkan kecepatan pembayaran untuk lembaga keuangan.
Latar Belakang Kebijakan dan Tren Pasar
Lonjakan minat terhadap stablecoin didorong oleh beberapa faktor kebijakan utama. Setelah pemerintahan Trump mengesahkan Undang-Undang GENIUS pada awal tahun ini, pada bulan 7 tahun 2025, perusahaan-perusahaan menunjukkan ketertarikan yang semakin meningkat terhadap penerbitan stablecoin mereka sendiri.
Tren ini tidak hanya terbatas pada lembaga keuangan tradisional. Platform teknologi seperti YouTube juga mulai memungkinkan para kreator menerima pembayaran dalam stablecoin yang dikelola, seperti PYUSD dari PayPal. Hal ini menunjukkan bahwa stablecoin secara bertahap menjadi alat pembayaran resmi dalam ekosistem keuangan digital.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Visa Memperluas Ekosistem Pembayaran Digital: Dari Konsultasi Stablecoin Hingga Koneksi Global
Dalam konteks meningkatnya permintaan teknologi keuangan digital, Visa sedang mengembangkan serangkaian layanan baru yang berfokus pada stablecoin. Mulai dari program uji coba konversi fiat ke stablecoin pada bulan 11 tahun 2025, hingga peluncuran layanan konsultasi mendalam, perusahaan pembayaran ini sedang memposisikan dirinya sebagai penyedia solusi lengkap untuk lembaga keuangan.
Kebutuhan Stablecoin dari Lembaga Keuangan Meningkat
Lembaga keuangan, terutama perusahaan di bidang kredit seperti Navy Federal Credit Union, sebuah serikat pekerja yang melayani 15 juta anggota di seluruh dunia, sedang mencari cara agar stablecoin dapat mengoptimalkan operasi pembayaran mereka. Dengan sekitar 15 juta anggota yang dilayani, Navy Federal Credit Union menekankan bahwa stablecoin memiliki potensi untuk mengurangi biaya dan mempercepat transaksi.
Selain Navy Federal Credit Union, VyStar Credit Union—sebuah serikat pekerja lain—juga didukung Visa dalam proses evaluasi teknologi ini. Pathward, perusahaan fintech terkemuka, adalah salah satu mitra pertama yang mengadopsi solusi stablecoin dari Visa.
Layanan Konsultasi Stablecoin: Dukungan Komprehensif dari Strategi Hingga Implementasi
Menurut Carl Rutstein, Direktur Global Visa Consulting and Analytics, layanan konsultasi stablecoin dari Visa dirancang untuk mendukung pengembangan yang benar-benar efektif bagi pelanggan. Layanan ini menyediakan panduan menyeluruh tentang teknologi stablecoin, operasional, strategi, dan kasus penggunaan nyata.
Saat ini, Visa Stablecoins Advisory Practice telah melayani puluhan pelanggan. Kasus penggunaan utama meliputi pembayaran lintas batas dan transaksi bisnis antar perusahaan. Perusahaan berharap permintaan akan meningkat secara signifikan, dengan rencana memperluas layanan ke ratusan pelanggan dalam beberapa tahun mendatang.
Perluasan Kemitraan dengan Mitra Crypto
Pada tanggal 27 November, Visa menandatangani kemitraan strategis dengan Aquanow, perusahaan fintech yang fokus pada aset digital. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperluas kemampuan pembayaran menggunakan stablecoin di seluruh kawasan Eropa Tengah dan Timur, Timur Tengah, dan Afrika (CEMA).
Berdasarkan kemitraan ini, infrastruktur aset digital dari Aquanow akan terhubung dengan jaringan pembayaran global Visa. Pengguna dan penerima pembayaran akan dapat melakukan transaksi menggunakan stablecoin yang secara luas didukung, seperti USDC. Integrasi ini tidak hanya mengurangi biaya transaksi tetapi juga secara signifikan meningkatkan kecepatan pembayaran untuk lembaga keuangan.
Latar Belakang Kebijakan dan Tren Pasar
Lonjakan minat terhadap stablecoin didorong oleh beberapa faktor kebijakan utama. Setelah pemerintahan Trump mengesahkan Undang-Undang GENIUS pada awal tahun ini, pada bulan 7 tahun 2025, perusahaan-perusahaan menunjukkan ketertarikan yang semakin meningkat terhadap penerbitan stablecoin mereka sendiri.
Tren ini tidak hanya terbatas pada lembaga keuangan tradisional. Platform teknologi seperti YouTube juga mulai memungkinkan para kreator menerima pembayaran dalam stablecoin yang dikelola, seperti PYUSD dari PayPal. Hal ini menunjukkan bahwa stablecoin secara bertahap menjadi alat pembayaran resmi dalam ekosistem keuangan digital.