IPO Landmark Meesho Menandai Kedewasaan E-Commerce India, Dengan SoftBank Di Antara Para Pihak yang Percaya Jangka Panjang

Meesho, pasar yang berfokus pada nilai di India, melangkah ke pasar publik dengan penawaran perdana yang menegaskan kepercayaan yang semakin tumbuh dalam transformasi ritel digital negara tersebut. IPO $606 juta—menandai platform e-commerce horizontal besar pertama yang go public di India—mencerminkan bukan hanya tonggak sejarah bagi perusahaan, tetapi juga momen penting bagi seluruh sektor.

Angka di Balik Pencatatan Bersejarah

Valuasi perusahaan telah melonjak menjadi sekitar ₹501 miliar ($5,6 miliar) pasca-IPO, peningkatan kecil dari valuasi $5 miliar pada tahun 2021. Meesho akan mengumpulkan ₹42,50 miliar ($475 juta) dalam modal segar melalui penawaran perdana, dengan tambahan ₹11,7 miliar ($131 juta) dari penjualan saham sekunder. Harga saham ditetapkan antara ₹105 dan ₹111 per lembar.

Yang cukup mencolok adalah siapa tidak menjual: backer besar seperti SoftBank, Prosus, dan Fidelity mempertahankan saham mereka, menandakan kepercayaan bahwa Meesho masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Investor awal menjadi lebih selektif—Elevation Capital mengurangi sedikit lebih dari 4%, Peak XV Partners sekitar 3%, sementara Y Combinator mengurangi posisi mereka sekitar 14%.

Yang menarik, co-founder Vidit Aatrey dan Sanjeev Kumar telah meningkatkan penjualan saham mereka menjadi 32 juta saham, naik dari 23,5 juta, menunjukkan komitmen berkelanjutan bersama investor yang mengambil keuntungan.

Sebuah Platform yang Dibangun untuk Pasar Massal India

Diluncurkan pada 2015 sebagai platform sosial commerce berbasis WhatsApp, Meesho telah berkembang menjadi pasar lengkap yang dirancang khusus untuk konsumen India yang sadar biaya dan penjual usaha kecil. Berbeda dengan Amazon dan Flipkart, yang menekankan kenyamanan dan jangkauan, Meesho memposisikan dirinya sebagai alternatif terjangkau—menggambarkan perbandingan dengan Pinduoduo di China, Shopee di Asia Tenggara, dan Mercado Libre di Amerika Latin.

Model pendapatan platform ini sangat efisien. Pendapatan operasional mencapai ₹55,78 miliar ($624 juta) dalam enam bulan yang berakhir September 2025, meningkat 29% dari tahun ke tahun dari ₹43,11 miliar. Nilai barang dagangan bersih tumbuh lebih impresif sebesar 44% YoY, mencapai ₹191,94 miliar ($2,15 miliar).

Skala yang Mengagumkan

Dalam setahun terakhir, Meesho telah menghubungkan dengan 234,2 juta pembeli unik—yang masing-masing telah melakukan minimal satu pembelian. Platform ini mendukung 706.471 penjual yang menerima pesanan, dan memanfaatkan jaringan lebih dari 50.000 pembuat konten aktif. Angka terakhir ini sangat penting: di pasar di mana penemuan sosial mendorong keputusan pembelian, pembuat konten menjadi tenaga penjualan modern.

Seperti yang dikatakan oleh direktur pelaksana Peak XV Partners Mohit Bhatnagar: “Bagi banyak orang India, Meesho adalah pengalaman pertama mereka dengan belanja online. Dalam dekade mendatang, kami berharap pengguna ini akan meningkatkan frekuensi dan variasi pembelian mereka di platform. Keyakinan jangka panjang ini adalah alasan mengapa kami mempertahankan sebanyak mungkin saham kami.”

Mengapa Ini Penting untuk Dunia Teknologi India

Penawaran perdana ini datang saat Flipkart bersiap untuk pencatatan sendiri, dan Amazon mempertimbangkan spin-off operasi India. Kesuksesan Meesho menetapkan sebuah template: buktikan ekonomi unit di pasar yang sensitif terhadap harga, bangun keterikatan ekosistem melalui kemitraan pembuat konten, dan biarkan skala berbicara sendiri.

Kerugian perusahaan membengkak menjadi ₹4,33 miliar ($48,4 juta) dalam setengah tahun terakhir—sebuah kekhawatiran di permukaan, tetapi hal yang tak terelakkan untuk platform yang berinvestasi besar-besaran dalam akuisisi pengguna dan onboarding penjual di pasar yang kompetitif. Trajektori lebih penting daripada kerugian saat ini.

Apa yang Terjadi Selanjutnya

Langganan publik untuk saham Meesho dibuka 3 Desember, dengan alokasi anchor pada 2 Desember. Dari total penawaran, 75% dialokasikan untuk pembeli institusional yang memenuhi syarat, 10% untuk investor ritel, dan 15% untuk investor non-institusional.

CFO Dhiresh Bansal melihat IPO ini lebih dari sekadar penggalangan modal: ini tentang penguatan merek, menarik talenta, dan memperkuat kepercayaan di antara para pemangku kepentingan. Untuk perusahaan yang target pelanggannya secara historis skeptis terhadap ritel online, go public adalah sinyal bahwa Meesho hadir untuk bertahan.

Keputusan SoftBank untuk tetap menjadi pemangku kepentingan, meskipun yang lain mengambil keuntungan, berbicara banyak tentang ke mana para investor canggih melihat cerita e-commerce India menuju.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt