Menurut data terbaru, harga transaksi Bitcoin saat ini sekitar 92,170 dolar AS, menunjukkan koreksi yang signifikan dibandingkan puncak Oktober di 126,080 dolar AS. Namun, di balik penurunan ini tersembunyi sebuah sinyal yang diabaikan pasar—Indeks Kekuatan Relatif (RSI) telah menembus garis oversold di 30, yang hanya terjadi lima kali dalam tiga tahun terakhir, dan setiap kali menandai potensi kenaikan berikutnya.
Pola Historis Mengindikasikan Potensi Kenaikan Signifikan
Mengulas catatan teknikal masa lalu, setiap kali RSI mencapai zona oversold ekstrem, Bitcoin cenderung mengalami pembalikan. Julien Bittel, kepala riset makro Global Macro Investor, menyatakan bahwa jika pola historis ini tetap berlaku, target harga 170,000 dolar AS mungkin akan tercapai dalam tiga bulan ke depan. Dibandingkan harga saat ini, ini menunjukkan potensi kenaikan lebih dari 80%.
Dana Institusional Menjadi Penggerak Baru
Selain dukungan dari analisis teknikal, pasar aset kripto sedang mengalami perubahan struktural. Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, mengungkapkan bahwa aliran dana ke ETF kripto “sangat optimis”, dengan banyak perusahaan sekuritas besar mulai berpartisipasi. Masuknya dana institusional ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2026, menciptakan aliran masuk ETF yang baru dan menyediakan sumber pembelian baru bagi pasar secara keseluruhan.
Para analis percaya bahwa sinyal oversold dari sisi teknikal yang dipadukan dengan perbaikan likuiditas makro sedang mempersiapkan Bitcoin untuk gelombang kenaikan berikutnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bitcoin dalam tiga bulan ke depan berpotensi melonjak ke $170.000? Sinyal teknikal memberikan harapan optimis
Menurut data terbaru, harga transaksi Bitcoin saat ini sekitar 92,170 dolar AS, menunjukkan koreksi yang signifikan dibandingkan puncak Oktober di 126,080 dolar AS. Namun, di balik penurunan ini tersembunyi sebuah sinyal yang diabaikan pasar—Indeks Kekuatan Relatif (RSI) telah menembus garis oversold di 30, yang hanya terjadi lima kali dalam tiga tahun terakhir, dan setiap kali menandai potensi kenaikan berikutnya.
Pola Historis Mengindikasikan Potensi Kenaikan Signifikan
Mengulas catatan teknikal masa lalu, setiap kali RSI mencapai zona oversold ekstrem, Bitcoin cenderung mengalami pembalikan. Julien Bittel, kepala riset makro Global Macro Investor, menyatakan bahwa jika pola historis ini tetap berlaku, target harga 170,000 dolar AS mungkin akan tercapai dalam tiga bulan ke depan. Dibandingkan harga saat ini, ini menunjukkan potensi kenaikan lebih dari 80%.
Dana Institusional Menjadi Penggerak Baru
Selain dukungan dari analisis teknikal, pasar aset kripto sedang mengalami perubahan struktural. Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, mengungkapkan bahwa aliran dana ke ETF kripto “sangat optimis”, dengan banyak perusahaan sekuritas besar mulai berpartisipasi. Masuknya dana institusional ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2026, menciptakan aliran masuk ETF yang baru dan menyediakan sumber pembelian baru bagi pasar secara keseluruhan.
Para analis percaya bahwa sinyal oversold dari sisi teknikal yang dipadukan dengan perbaikan likuiditas makro sedang mempersiapkan Bitcoin untuk gelombang kenaikan berikutnya.