Platform pasar prediksi Polymarket, yang saat ini dinilai sekitar $8 miliar, telah menuai kritik keras dari otoritas Denmark atas penawaran taruhan kontroversialnya. Menteri Pajak Denmark Ane Halsboe-Jørgensen mengungkapkan kekhawatiran serius tentang praktik platform yang memungkinkan pengguna bertaruh dengan cryptocurrency pada peristiwa geopolitik, konflik militer, dan masalah politik sensitif, menandakan bahwa pemerintah mungkin memberlakukan pembatasan atau langkah regulasi lain untuk membatasi akses layanan ini di Denmark.
Inti dari Kontroversi
Polymarket memungkinkan peserta untuk menempatkan taruhan berbasis crypto pada berbagai prediksi, mulai dari topik konvensional seperti pengumuman kebijakan Federal Reserve dan kompetisi olahraga hingga isu yang sangat kontroversial seperti resolusi konflik Ukraina dan skenario aneksasi wilayah. Lingkup yang luas ini menjadi pusat perhatian dalam sengketa, terutama mengingat taruhan finansial yang besar yang terlibat. Menurut data dari BT.dk, pengguna Denmark telah bertaruh sekitar 376 juta kroner Denmark khusus untuk hasil gencatan senjata Ukraina saja, dengan tambahan 33 juta kroner Denmark dipertaruhkan pada skenario hipotetis yang melibatkan sengketa wilayah.
Kekhawatiran Pemerintah dan Pertanyaan Etis
Menteri Halsboe-Jørgensen menyatakan keberatannya dengan menunjukkan bahwa platform ini pada dasarnya “menghasilkan uang dari penderitaan manusia,” mengubah situasi geopolitik yang tragis menjadi instrumen keuangan. Dia menekankan bahwa bertaruh pada korban konflik dan melakukan transaksi semacam itu melalui cryptocurrency merupakan pelanggaran mendasar terhadap prinsip-prinsip inti. Perspektifnya mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas: ketika kerangka taruhan melibatkan pertanyaan tentang integritas nasional dan keselamatan populasi sipil, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk campur tangan.
Penilaian Regulasi Sedang Berlangsung
Regulator Denmark saat ini sedang melakukan tinjauan menyeluruh untuk menentukan apakah operasi Polymarket melanggar undang-undang nasional yang berlaku. Otoritas sedang mempertimbangkan kemungkinan intervensi regulasi atau mekanisme pemblokiran langsung untuk membatasi partisipasi warga Denmark dalam kegiatan tersebut. Situasi ini menyoroti ketegangan yang berkembang antara inovasi Web3 dan kerangka regulasi tradisional, terutama terkait batas etis dari pasar prediksi terdesentralisasi di berbagai yurisdiksi Eropa.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Polymarket Menghadapi Pengawasan Regulasi di Denmark atas Taruhan Politik Berbasis Cryptocurrency
Platform pasar prediksi Polymarket, yang saat ini dinilai sekitar $8 miliar, telah menuai kritik keras dari otoritas Denmark atas penawaran taruhan kontroversialnya. Menteri Pajak Denmark Ane Halsboe-Jørgensen mengungkapkan kekhawatiran serius tentang praktik platform yang memungkinkan pengguna bertaruh dengan cryptocurrency pada peristiwa geopolitik, konflik militer, dan masalah politik sensitif, menandakan bahwa pemerintah mungkin memberlakukan pembatasan atau langkah regulasi lain untuk membatasi akses layanan ini di Denmark.
Inti dari Kontroversi
Polymarket memungkinkan peserta untuk menempatkan taruhan berbasis crypto pada berbagai prediksi, mulai dari topik konvensional seperti pengumuman kebijakan Federal Reserve dan kompetisi olahraga hingga isu yang sangat kontroversial seperti resolusi konflik Ukraina dan skenario aneksasi wilayah. Lingkup yang luas ini menjadi pusat perhatian dalam sengketa, terutama mengingat taruhan finansial yang besar yang terlibat. Menurut data dari BT.dk, pengguna Denmark telah bertaruh sekitar 376 juta kroner Denmark khusus untuk hasil gencatan senjata Ukraina saja, dengan tambahan 33 juta kroner Denmark dipertaruhkan pada skenario hipotetis yang melibatkan sengketa wilayah.
Kekhawatiran Pemerintah dan Pertanyaan Etis
Menteri Halsboe-Jørgensen menyatakan keberatannya dengan menunjukkan bahwa platform ini pada dasarnya “menghasilkan uang dari penderitaan manusia,” mengubah situasi geopolitik yang tragis menjadi instrumen keuangan. Dia menekankan bahwa bertaruh pada korban konflik dan melakukan transaksi semacam itu melalui cryptocurrency merupakan pelanggaran mendasar terhadap prinsip-prinsip inti. Perspektifnya mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas: ketika kerangka taruhan melibatkan pertanyaan tentang integritas nasional dan keselamatan populasi sipil, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk campur tangan.
Penilaian Regulasi Sedang Berlangsung
Regulator Denmark saat ini sedang melakukan tinjauan menyeluruh untuk menentukan apakah operasi Polymarket melanggar undang-undang nasional yang berlaku. Otoritas sedang mempertimbangkan kemungkinan intervensi regulasi atau mekanisme pemblokiran langsung untuk membatasi partisipasi warga Denmark dalam kegiatan tersebut. Situasi ini menyoroti ketegangan yang berkembang antara inovasi Web3 dan kerangka regulasi tradisional, terutama terkait batas etis dari pasar prediksi terdesentralisasi di berbagai yurisdiksi Eropa.