Kekuatan sejati dari alat AI bukanlah prompt yang sempurna—melainkan mengetahui niat Anda sebelum Anda mengeksekusinya.
Berikut cara saya menyusunnya: Saya membagi setiap keputusan menjadi dua kategori yang berbeda. Yang pertama adalah sistem inti—ini adalah kerangka kerja yang dapat diandalkan yang memberikan hasil yang konsisten dan dapat diprediksi. Yang kedua adalah jalur eksperimental—di sinilah Anda menjelajah, menguji, dan menemukan apa yang berhasil.
Keduanya menggunakan alat yang sama. Perbedaannya? Profil risiko dan hasil yang diharapkan.
Setelah niat Anda menjadi jelas, semuanya akan tersusun dengan sendirinya. Prompt menjadi kendaraan untuk niat tersebut daripada fondasi itu sendiri. Ini adalah perbedaan antara memiliki arah dan sekadar berkeliaran.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
21 Suka
Hadiah
21
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PanicSeller69
· 01-12 07:55
Sejujurnya, sebagian besar orang menganggap rekayasa prompt sebagai ilmu gaib, dan terus-menerus mengubah kata-kata... sebenarnya inti dari semuanya adalah kamu sendiri harus memikirkan dengan jelas apa yang kamu inginkan
Lihat AsliBalas0
RebaseVictim
· 01-12 07:54
Benar sekali, saya sangat memahami poin intention first. Sebelumnya saya selalu bingung bagaimana menulis prompt, lalu menyadari bahwa yang benar-benar menjadi hambatan adalah tidak tahu apa yang sebenarnya saya inginkan.
Lihat AsliBalas0
ReverseFOMOguy
· 01-12 07:48
Ingat ada beberapa orang yang mengutak-atik kata kunci selama setengah hari, hasilnya sama sekali tidak tahu apa yang mereka inginkan, bikin ngakak
Lihat AsliBalas0
FlashLoanPrince
· 01-12 07:39
Hmm... Itulah mengapa sebagian besar orang masih bingung menggunakan AI, ide-ide belum tersusun rapi, lalu mulai menyerang prompt secara sembarangan
Kekuatan sejati dari alat AI bukanlah prompt yang sempurna—melainkan mengetahui niat Anda sebelum Anda mengeksekusinya.
Berikut cara saya menyusunnya: Saya membagi setiap keputusan menjadi dua kategori yang berbeda. Yang pertama adalah sistem inti—ini adalah kerangka kerja yang dapat diandalkan yang memberikan hasil yang konsisten dan dapat diprediksi. Yang kedua adalah jalur eksperimental—di sinilah Anda menjelajah, menguji, dan menemukan apa yang berhasil.
Keduanya menggunakan alat yang sama. Perbedaannya? Profil risiko dan hasil yang diharapkan.
Setelah niat Anda menjadi jelas, semuanya akan tersusun dengan sendirinya. Prompt menjadi kendaraan untuk niat tersebut daripada fondasi itu sendiri. Ini adalah perbedaan antara memiliki arah dan sekadar berkeliaran.