Pasar ke konten ke berisi informasi keuangan global menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan: puluhan negara mengalami krisis ekonomi serius yang tercermin dari kolapsnya mata uang nasional mereka. Eksplorasi ini memeriksa mata uang termurah di dunia dan kasus devaluasi ekstrem lainnya yang menjadi ciri dari situasi ekonomi saat ini.
Kasus ekstrem: Depresiasi katastrofik
Situasi paling kritis dipimpin oleh Venezuela dengan Bolivarnya (VES), di mana 1 USD setara dengan sekitar 4.000.815 VES. Iran menyusul dengan Rial (IRR) sebesar 514.000 per dolar. Suriah menghadirkan krisis lain yang parah dengan Libra (SYP) yang diperdagangkan pada 15.000 per dolar AS. Ketiga kasus ini mewakili kolaps mata uang yang hampir tidak dapat dipulihkan.
Amerika Latin di bawah tekanan
Wilayah Amerika Latin mengalami tekanan inflasi yang signifikan. Kolombia melihat Peso (COP) di 3.915 per dolar, sementara Paraguay memperdagangkan Guaraní (PYG) di 7.241. Haiti menghadapi situasi serius dengan Gourde (HTG) di 131 per dolar, mencerminkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang berkepanjangan. Nikaragua mempertahankan Córdoba (NIO) di 36.5, menunjukkan tekanan devaluasi yang konstan.
Asia-Pasifik: Beragam tekanan
Indonesia, dengan Rupia (IDR) di 14.985 per dolar, menghadapi inflasi regional. Laos mencatat Kip (LAK) di 17.692, sementara Kamboja memperdagangkan Riel (KHR) di 4.086. Vietnam mempertahankan Dong (VND) di 24.000, Bangladesh beroperasi dengan Taka (BDT) di 110, dan Filipina memperlihatkan Peso (PHP) di 57 per dolar AS.
Mata uang Afrika di bawah tekanan
Sierra Leone menghadapi Leone (SLL) di 17.665 per dolar, sementara Guinea mempertahankan Franc (GNF) di 8.650. Tanzania memperdagangkan Chelin (TZS) di 2.498, Uganda di 3.806, dan Kenya di 148. Madagascar beroperasi dengan Ariary (MGA) di 4.400, Malawi dengan Kwacha (MWK) di 1.250, Mozambique dengan Metical (MZN) di 63, Nigeria dengan Naira (NGN) di 775, Somalia dengan Chelin (SOS) di 550, Zambia dengan Kwacha (ZMW) di 20.5, Ghana dengan Cedi (GHS) di 12, Ethiopia dengan Birr (ETB) di 55, dan Togo dengan Franc (XOF) di 620.
Timur Tengah dan Asia Tengah
Libanon mencatat Libra (LBP) di 15.012 per dolar, Irak mempertahankan Dinar (IQD) di 1.310, Yaman memperdagangkan Rial (YER) di 250, dan Afghanistan beroperasi dengan Afgani (AFN) di 80. Di Asia Tengah, Uzbekistan memperlihatkan Som (UZS) di 11.420, Turkmenistan memperdagangkan Manat (TMT) di 3.5, Tajikistan mempertahankan Somoni (TJS) di 11, dan Kyrgyzstan beroperasi dengan Som (KGS) di 89.
Ekonomi transisi lainnya
Belarusia mencatat Rublo (BYN) di 3.14 per dolar, Moldova mempertahankan Leu (MDL) di 18, Armenia memperdagangkan Dram (AMD) di 410, Georgia memperlihatkan Lari (GEL) di 2.85, Pakistan beroperasi dengan Rupia (PKR) di 290, Nepal memperdagangkan Rupia (NPR) di 132, Sri Lanka mempertahankan Rupia (LKR) di 320, Myanmar memperlihatkan Kyat (MMK) di 2.100, dan Korea Utara mempertahankan Won (KPW) di 900.
Konteks ekonomi umum
Survis menyoroti Dolar (SRD) di 37, Islandia mencatat Krona (ISK) di 136, Kazakhstan mempertahankan Tenge (KZT) di 470, Mesir memperdagangkan Libra (EGP) di 31, dan Fiji memperlihatkan Dolar (FJD) di 2.26.
Kesimpulan tentang depresiasi global
Kelima puluh kasus ini menunjukkan pola umum: inflasi yang melambung, krisis politik, sanksi internasional, utang luar negeri yang tidak berkelanjutan, dan ketergantungan berlebihan pada impor. Mata uang termurah di dunia bukan sekadar fenomena statistik, melainkan gejala dari kesulitan makroekonomi yang mendalam yang secara langsung mempengaruhi daya beli warga biasa dan stabilitas sistem keuangan nasional mereka.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Analisis 50 mata uang paling terdepresiasi terhadap dolar pada tahun 2024
Pasar ke konten ke berisi informasi keuangan global menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan: puluhan negara mengalami krisis ekonomi serius yang tercermin dari kolapsnya mata uang nasional mereka. Eksplorasi ini memeriksa mata uang termurah di dunia dan kasus devaluasi ekstrem lainnya yang menjadi ciri dari situasi ekonomi saat ini.
Kasus ekstrem: Depresiasi katastrofik
Situasi paling kritis dipimpin oleh Venezuela dengan Bolivarnya (VES), di mana 1 USD setara dengan sekitar 4.000.815 VES. Iran menyusul dengan Rial (IRR) sebesar 514.000 per dolar. Suriah menghadirkan krisis lain yang parah dengan Libra (SYP) yang diperdagangkan pada 15.000 per dolar AS. Ketiga kasus ini mewakili kolaps mata uang yang hampir tidak dapat dipulihkan.
Amerika Latin di bawah tekanan
Wilayah Amerika Latin mengalami tekanan inflasi yang signifikan. Kolombia melihat Peso (COP) di 3.915 per dolar, sementara Paraguay memperdagangkan Guaraní (PYG) di 7.241. Haiti menghadapi situasi serius dengan Gourde (HTG) di 131 per dolar, mencerminkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang berkepanjangan. Nikaragua mempertahankan Córdoba (NIO) di 36.5, menunjukkan tekanan devaluasi yang konstan.
Asia-Pasifik: Beragam tekanan
Indonesia, dengan Rupia (IDR) di 14.985 per dolar, menghadapi inflasi regional. Laos mencatat Kip (LAK) di 17.692, sementara Kamboja memperdagangkan Riel (KHR) di 4.086. Vietnam mempertahankan Dong (VND) di 24.000, Bangladesh beroperasi dengan Taka (BDT) di 110, dan Filipina memperlihatkan Peso (PHP) di 57 per dolar AS.
Mata uang Afrika di bawah tekanan
Sierra Leone menghadapi Leone (SLL) di 17.665 per dolar, sementara Guinea mempertahankan Franc (GNF) di 8.650. Tanzania memperdagangkan Chelin (TZS) di 2.498, Uganda di 3.806, dan Kenya di 148. Madagascar beroperasi dengan Ariary (MGA) di 4.400, Malawi dengan Kwacha (MWK) di 1.250, Mozambique dengan Metical (MZN) di 63, Nigeria dengan Naira (NGN) di 775, Somalia dengan Chelin (SOS) di 550, Zambia dengan Kwacha (ZMW) di 20.5, Ghana dengan Cedi (GHS) di 12, Ethiopia dengan Birr (ETB) di 55, dan Togo dengan Franc (XOF) di 620.
Timur Tengah dan Asia Tengah
Libanon mencatat Libra (LBP) di 15.012 per dolar, Irak mempertahankan Dinar (IQD) di 1.310, Yaman memperdagangkan Rial (YER) di 250, dan Afghanistan beroperasi dengan Afgani (AFN) di 80. Di Asia Tengah, Uzbekistan memperlihatkan Som (UZS) di 11.420, Turkmenistan memperdagangkan Manat (TMT) di 3.5, Tajikistan mempertahankan Somoni (TJS) di 11, dan Kyrgyzstan beroperasi dengan Som (KGS) di 89.
Ekonomi transisi lainnya
Belarusia mencatat Rublo (BYN) di 3.14 per dolar, Moldova mempertahankan Leu (MDL) di 18, Armenia memperdagangkan Dram (AMD) di 410, Georgia memperlihatkan Lari (GEL) di 2.85, Pakistan beroperasi dengan Rupia (PKR) di 290, Nepal memperdagangkan Rupia (NPR) di 132, Sri Lanka mempertahankan Rupia (LKR) di 320, Myanmar memperlihatkan Kyat (MMK) di 2.100, dan Korea Utara mempertahankan Won (KPW) di 900.
Konteks ekonomi umum
Survis menyoroti Dolar (SRD) di 37, Islandia mencatat Krona (ISK) di 136, Kazakhstan mempertahankan Tenge (KZT) di 470, Mesir memperdagangkan Libra (EGP) di 31, dan Fiji memperlihatkan Dolar (FJD) di 2.26.
Kesimpulan tentang depresiasi global
Kelima puluh kasus ini menunjukkan pola umum: inflasi yang melambung, krisis politik, sanksi internasional, utang luar negeri yang tidak berkelanjutan, dan ketergantungan berlebihan pada impor. Mata uang termurah di dunia bukan sekadar fenomena statistik, melainkan gejala dari kesulitan makroekonomi yang mendalam yang secara langsung mempengaruhi daya beli warga biasa dan stabilitas sistem keuangan nasional mereka.