Bagaimana Krisis 1929 Mengajarkan Dunia tentang Stabilitas Keuangan Modern

Geneza wielkiej depresji - apa yang terjadi saat itu?

Wielka depresja tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, itu adalah hasil dari masalah yang menumpuk dalam sistem keuangan dan ekonomi. Spekulasi di pasar saham melanda selama seluruh tahun 20-an, dan saham dinilai semakin tidak realistis. Investor, banyak dari mereka dengan pinjaman, membeli surat berharga dengan harapan mendapatkan keuntungan cepat. Ketika pada Oktober 1929 kepercayaan investor runtuh, gelombang kepanikan pun dimulai.

Jutaan orang kehilangan tabungan mereka secara praktis dari hari ke hari. Pasar saham runtuh secara berantai - setiap penjualan menyebabkan penjualan berikutnya, dan harga turun dalam spiral.

Efek domino - bagaimana sistem perbankan runtuh

Ketika pasar saham ambruk, bank-bank berada dalam situasi kritis. Orang-orang yang takut kehilangan uang mereka mencoba menarik dana secara massal. Karena lembaga keuangan tidak memiliki cadangan yang cukup, dan yang paling utama, tidak ada mekanisme perlindungan bagi penabung, bank-bank satu per satu bangkrut.

Gelombang kebangkrutan menyapu Amerika Serikat seperti tsunami. Seluruh komunitas kehilangan tabungan hidup mereka, saat satu bank setelah yang lain menutup pintu. Dengan setiap kebangkrutan bank, jalur kredit mengering di semua tingkat ekonomi - usaha kecil, perusahaan besar, semua menderita karena kekurangan akses modal.

Penyebaran krisis ke seluruh dunia

Meskipun krisis dimulai di Amerika, gelombangnya melanda seluruh planet. Ekonomi Eropa, yang sudah melemah akibat pembiayaan Perang Dunia I, menghadapi pasar yang menyusut. Negara-negara mulai membangun tembok proteksionis - memberlakukan tarif dan hambatan perdagangan dalam upaya melindungi industri mereka.

Strategi ini terbukti kontraproduktif. Alih-alih membantu, itu memicu tindakan balasan dari mitra dagang asing. Perdagangan global runtuh, dan ekonomi masuk ke dalam resesi yang semakin dalam.

Biaya sosial tanpa preseden

Pengangguran di beberapa negara mencapai 25%. Tunawisma menjadi pemandangan umum di kota-kota. Warung makan dan antrean untuk roti menjadi simbol suram zaman itu.

Perusahaan-perusahaan bangkrut secara massal - dari toko kecil di sudut jalan hingga perusahaan industri besar. Petani, produsen, sektor keuangan - semuanya terkena dampak krisis tanpa terkecuali. Ekonomi kehilangan dorongannya, dan setiap hari baru membawa kebangkrutan dan PHK.

Perubahan ekonomi ini menyebabkan transformasi sosial dan politik yang mendalam. Di banyak negara, ketidakstabilan meningkat, yang menjadi dasar bagi ekstremisme politik. Beberapa demokrasi melakukan reformasi, yang lain berbelok ke arah otoritarianisme.

Bagaimana ekonomi bangkit dari keterpurukan

Jalan menuju pemulihan pertumbuhan panjang dan membutuhkan perubahan radikal. Di Amerika Serikat, Presiden Franklin D. Roosevelt memperkenalkan paket reformasi besar yang dikenal sebagai New Deal. Tujuannya adalah menciptakan lapangan kerja baru melalui proyek infrastruktur, mengembalikan kepercayaan terhadap sistem keuangan, dan merangsang permintaan konsumsi.

Reformasi regulasi yang juga penting diperkenalkan. Pemerintah mulai mengawasi bank dan pasar surat berharga dengan lebih ketat dari sebelumnya. Juga dibuat program asuransi deposito, tunjangan pengangguran, dan bentuk perlindungan sosial lainnya.

Perang Dunia II dapat dianggap sebagai katalisator ekonomi. Mobilisasi sumber daya untuk produksi militer dan infrastruktur menyebabkan lonjakan produksi dan lapangan kerja, yang akhirnya menghentikan resesi di banyak negara.

Pelajaran yang mengubah dunia keuangan

Wielka depresja mengajarkan para pemimpin ekonomi dan ahli bahwa pasar yang beroperasi sendiri tidak selalu menjamin stabilitas. Sebagai tanggapan, muncul kewenangan regulasi yang diperluas, sistem asuransi deposito, dan program perlindungan sosial.

Pengambil keputusan modern menggunakan pelajaran ini untuk mengelola krisis keuangan masa kini. Ketika ekonomi pada tahun 2008 berada di ambang kehancuran, intervensi pemerintah dilakukan secara langsung - berdasarkan pengalaman dari tahun 30-an.

Apa artinya untuk pasar masa kini

Sejarah Wielka Depresja tetap relevan bagi semua peserta pasar keuangan - terlepas dari apakah mereka berinvestasi dalam aset tradisional atau teknologi blockchain modern. Mengingatkan kita betapa rapuhnya keseimbangan keuangan dunia dan betapa cepatnya kepercayaan bisa runtuh.

Perubahan yang dilakukan setelah Wielka Depresja - regulasi, perlindungan deposito, pengawasan bank - menjadi fondasi stabilitas sistem keuangan saat ini. Namun, masa lalu menunjukkan bahwa sistem keuangan selalu berkembang, dan ancaman baru bisa muncul di tempat yang tak terduga.

Melihat pasar saat ini, sejarah Wielka Depresja adalah pengingat nyata: ekonomi global adalah sistem yang saling terhubung, dan satu kerusakan serius dapat menyebar lebih cepat dari yang pernah dibayangkan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)