Amerika Serikat Senat dua partai kembali bersatu mendorong regulasi mata uang kripto. Pada 13 Januari waktu setempat, Senator Republik Cynthia Lummis dan Senator Demokrat Ron Wyden mengajukan “Rancangan Undang-Undang Kepastian Regulasi Blockchain”, yang secara tegas menyatakan bahwa pengembang perangkat lunak yang tidak mengendalikan dana pengguna tidak seharusnya dianggap sebagai pemindah dana. Ini bukan hanya perlindungan bagi pengembang, tetapi juga mencerminkan perubahan mendalam dalam pemahaman Kongres AS terhadap industri kripto.
Inti RUU: Menetapkan Batasan untuk Pengembang
Inti dari rancangan undang-undang baru ini sangat sederhana—menjelaskan pengembang mana yang dapat dibebaskan dari kepatuhan terhadap hukum pemindahan dana. Berdasarkan laporan, RUU ini akan menetapkan pedoman yang jelas bagi pengembang dan penyedia layanan, menentukan dalam kondisi apa mereka tidak akan diawasi sebagai lembaga keuangan.
Wyden secara terbuka menyatakan masalahnya dalam sebuah pernyataan: “Memaksa pengembang yang menulis kode untuk mengikuti aturan yang sama dengan bursa atau broker secara teknis tidak masuk akal, dan akan menyebabkan pelanggaran terhadap privasi dan kebebasan berbicara orang Amerika.” Pernyataan ini sangat berpengaruh—ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga menyentuh hak konstitusional yang lebih dalam, yaitu kebebasan berbicara.
Makna di Balik Konsensus Dua Partai
Perlu dicatat bahwa RUU ini mendapatkan dukungan bersama dari Partai Republik dan Partai Demokrat. Dalam situasi politik saat ini di AS, mencapai konsensus di bidang kripto tidaklah mudah. Apa yang tersembunyi di balik ini?
Berdasarkan informasi terkait, isi RUU ini sejalan dengan pekerjaan yang telah diselesaikan di DPR, menunjukkan bahwa konsensus lintas partai sedang terbentuk secara bertahap. Ini bukan sekadar sikap politik satu partai, melainkan perubahan nyata dalam kebijakan kripto di seluruh Kongres.
Langkah dalam Kerangka Lebih Besar
Meskipun penting, RUU ini hanyalah bagian dari puzzle yang lebih besar. Berdasarkan laporan, RUU ini mungkin akan dimasukkan ke dalam versi legislasi struktur pasar kripto yang saat ini sedang dibahas oleh Komite Perbankan Senat.
Perkembangan dari RUU struktur pasar kripto yang lebih luas (dikenal industri sebagai “RUU Kejelasan”) adalah sebagai berikut:
RUU
Isi
Jadwal
Rancangan Undang-Undang Kepastian Regulasi Blockchain
Melindungi pengembang dari persyaratan lisensi pengiriman uang
Sudah diajukan pada 12 Januari
RUU Kejelasan
Legislasi struktur pasar kripto yang lebih luas
Dalam pembahasan hingga minggu terakhir Januari
RUU Stablecoin
Disetujui (2025)
Mendorong kapitalisasi industri melewati 315 miliar dolar AS
Ekspektasi Pasar dan Perbandingan Sejarah
Perkembangan regulasi seperti ini biasanya menarik perhatian pasar. Berdasarkan informasi terkait, analis memperkirakan bahwa setelah RUU ini disahkan pada 2026, pasar akan mengalami tren bullish. Referensi sejarah cukup meyakinkan: RUU stablecoin yang disahkan pada 2025 pernah mendorong kapitalisasi industri melewati 315 miliar dolar AS.
Namun, makna yang lebih dalam terletak pada kejelasan aturan. Selama bertahun-tahun, ketidakjelasan regulasi telah menjadi faktor utama yang menekan inovasi kripto di AS. Setelah struktur pasar kripto benar-benar diimplementasikan, jalur antara dana institusional AS, keuangan tradisional, dan ekonomi on-chain akan benar-benar terbuka.
Kesimpulan
Rancangan undang-undang baru ini mencerminkan tiga perubahan kunci: pertama, pengakuan terhadap posisi pengembang yang semakin meningkat di Kongres; kedua, terbentuknya konsensus lintas partai, menunjukkan ini bukan sekadar perubahan politik jangka pendek; ketiga, ini adalah bagian dari kerangka regulasi yang lebih besar, di mana legislasi lengkap struktur pasar kripto akan memasuki tahap akhir.
Bagi industri, yang penting bukanlah sekadar disahkannya RUU ini, tetapi perubahan pola pikir regulasi yang diwakilinya—dari upaya membatasi inovasi menjadi memberikan aturan yang jelas untuk inovasi. Fokus selanjutnya adalah memantau perkembangan pembahasan “RUU Kejelasan” pada akhir Januari, karena di situlah momen yang benar-benar krusial.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perlindungan pengembang melalui undang-undang baru hanyalah awal, kerangka regulasi yang lebih besar sedang terbentuk
Amerika Serikat Senat dua partai kembali bersatu mendorong regulasi mata uang kripto. Pada 13 Januari waktu setempat, Senator Republik Cynthia Lummis dan Senator Demokrat Ron Wyden mengajukan “Rancangan Undang-Undang Kepastian Regulasi Blockchain”, yang secara tegas menyatakan bahwa pengembang perangkat lunak yang tidak mengendalikan dana pengguna tidak seharusnya dianggap sebagai pemindah dana. Ini bukan hanya perlindungan bagi pengembang, tetapi juga mencerminkan perubahan mendalam dalam pemahaman Kongres AS terhadap industri kripto.
Inti RUU: Menetapkan Batasan untuk Pengembang
Inti dari rancangan undang-undang baru ini sangat sederhana—menjelaskan pengembang mana yang dapat dibebaskan dari kepatuhan terhadap hukum pemindahan dana. Berdasarkan laporan, RUU ini akan menetapkan pedoman yang jelas bagi pengembang dan penyedia layanan, menentukan dalam kondisi apa mereka tidak akan diawasi sebagai lembaga keuangan.
Wyden secara terbuka menyatakan masalahnya dalam sebuah pernyataan: “Memaksa pengembang yang menulis kode untuk mengikuti aturan yang sama dengan bursa atau broker secara teknis tidak masuk akal, dan akan menyebabkan pelanggaran terhadap privasi dan kebebasan berbicara orang Amerika.” Pernyataan ini sangat berpengaruh—ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga menyentuh hak konstitusional yang lebih dalam, yaitu kebebasan berbicara.
Makna di Balik Konsensus Dua Partai
Perlu dicatat bahwa RUU ini mendapatkan dukungan bersama dari Partai Republik dan Partai Demokrat. Dalam situasi politik saat ini di AS, mencapai konsensus di bidang kripto tidaklah mudah. Apa yang tersembunyi di balik ini?
Berdasarkan informasi terkait, isi RUU ini sejalan dengan pekerjaan yang telah diselesaikan di DPR, menunjukkan bahwa konsensus lintas partai sedang terbentuk secara bertahap. Ini bukan sekadar sikap politik satu partai, melainkan perubahan nyata dalam kebijakan kripto di seluruh Kongres.
Langkah dalam Kerangka Lebih Besar
Meskipun penting, RUU ini hanyalah bagian dari puzzle yang lebih besar. Berdasarkan laporan, RUU ini mungkin akan dimasukkan ke dalam versi legislasi struktur pasar kripto yang saat ini sedang dibahas oleh Komite Perbankan Senat.
Perkembangan dari RUU struktur pasar kripto yang lebih luas (dikenal industri sebagai “RUU Kejelasan”) adalah sebagai berikut:
Ekspektasi Pasar dan Perbandingan Sejarah
Perkembangan regulasi seperti ini biasanya menarik perhatian pasar. Berdasarkan informasi terkait, analis memperkirakan bahwa setelah RUU ini disahkan pada 2026, pasar akan mengalami tren bullish. Referensi sejarah cukup meyakinkan: RUU stablecoin yang disahkan pada 2025 pernah mendorong kapitalisasi industri melewati 315 miliar dolar AS.
Namun, makna yang lebih dalam terletak pada kejelasan aturan. Selama bertahun-tahun, ketidakjelasan regulasi telah menjadi faktor utama yang menekan inovasi kripto di AS. Setelah struktur pasar kripto benar-benar diimplementasikan, jalur antara dana institusional AS, keuangan tradisional, dan ekonomi on-chain akan benar-benar terbuka.
Kesimpulan
Rancangan undang-undang baru ini mencerminkan tiga perubahan kunci: pertama, pengakuan terhadap posisi pengembang yang semakin meningkat di Kongres; kedua, terbentuknya konsensus lintas partai, menunjukkan ini bukan sekadar perubahan politik jangka pendek; ketiga, ini adalah bagian dari kerangka regulasi yang lebih besar, di mana legislasi lengkap struktur pasar kripto akan memasuki tahap akhir.
Bagi industri, yang penting bukanlah sekadar disahkannya RUU ini, tetapi perubahan pola pikir regulasi yang diwakilinya—dari upaya membatasi inovasi menjadi memberikan aturan yang jelas untuk inovasi. Fokus selanjutnya adalah memantau perkembangan pembahasan “RUU Kejelasan” pada akhir Januari, karena di situlah momen yang benar-benar krusial.