Melihat kondisi pasar altcoin yang baru-baru ini suram, banyak orang menyalahkan kurangnya likuiditas. Tapi jika diperhatikan lebih dalam, masalahnya jauh dari sekadar itu.
Beberapa pemain senior di dalam industri baru-baru ini mengeluhkan, secara kasat mata terlihat kekurangan dana dan volume transaksi yang sepi, padahal sebenarnya mencerminkan proses iterasi pasar secara keseluruhan—proyek-proyek yang masih menyalin skenario lama tahun 2017 dan 2021, seharusnya sudah dieliminasi.
**Zaman telah berubah, pola juga harus diperbarui**
Masih ingat masa-masa tahun 2017, saat itu benar-benar era gila-gilaan. Berbagai altcoin aneh bisa melonjak puluhan bahkan ratusan kali lipat, dan di pasar saat itu ada sekitar 800 sampai 1000 proyek ICO yang bergiliran menuai keuntungan.
Tahun 2021 sedikit lebih baik, setidaknya konsep DeFi dan NFT memberi dukungan pada pasar, ada narasi yang menopang.
Sekarang? Tahun 2025, situasinya benar-benar berubah. Jumlah token aktif harian sudah mencapai puluhan ribu, hanya di bulan Maret saja ada penambahan 195.000 token baru. Pertumbuhan pasokan yang begitu mengerikan, namun investor semakin selektif—bukan lagi era membeli apa saja yang muncul, dana mulai terkonsentrasi pada proyek-proyek yang benar-benar memiliki dasar fundamental. Kerangka kosong tanpa dukungan nyata, sekeren apapun ceritanya, tidak akan bisa menyelamatkan.
**Valuasi tinggi dengan likuiditas rendah: jebakan penipuan terbesar**
Saat ini, modus operandi yang paling berbahaya adalah pola valuasi penuh dilusi (FDV) yang rendah likuiditas. Proyek hanya merilis sebagian kecil token saat peluncuran, secara paksa menaikkan valuasi hingga harga yang tidak masuk akal.
Begitu masa unlocking token awal berakhir, para investor awal dan tim mulai menjual besar-besaran, harga langsung anjlok. Gelombang unlocking token dari proyek besar seperti Starknet sudah cukup membuat pasar berguncang, apalagi proyek kecil? Lebih parah lagi, keadaannya seperti daun jatuh di musim gugur.
Dana sebenarnya tidak kekurangan, hanya saja investor menjadi lebih cerdas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Melihat kondisi pasar altcoin yang baru-baru ini suram, banyak orang menyalahkan kurangnya likuiditas. Tapi jika diperhatikan lebih dalam, masalahnya jauh dari sekadar itu.
Beberapa pemain senior di dalam industri baru-baru ini mengeluhkan, secara kasat mata terlihat kekurangan dana dan volume transaksi yang sepi, padahal sebenarnya mencerminkan proses iterasi pasar secara keseluruhan—proyek-proyek yang masih menyalin skenario lama tahun 2017 dan 2021, seharusnya sudah dieliminasi.
**Zaman telah berubah, pola juga harus diperbarui**
Masih ingat masa-masa tahun 2017, saat itu benar-benar era gila-gilaan. Berbagai altcoin aneh bisa melonjak puluhan bahkan ratusan kali lipat, dan di pasar saat itu ada sekitar 800 sampai 1000 proyek ICO yang bergiliran menuai keuntungan.
Tahun 2021 sedikit lebih baik, setidaknya konsep DeFi dan NFT memberi dukungan pada pasar, ada narasi yang menopang.
Sekarang? Tahun 2025, situasinya benar-benar berubah. Jumlah token aktif harian sudah mencapai puluhan ribu, hanya di bulan Maret saja ada penambahan 195.000 token baru. Pertumbuhan pasokan yang begitu mengerikan, namun investor semakin selektif—bukan lagi era membeli apa saja yang muncul, dana mulai terkonsentrasi pada proyek-proyek yang benar-benar memiliki dasar fundamental. Kerangka kosong tanpa dukungan nyata, sekeren apapun ceritanya, tidak akan bisa menyelamatkan.
**Valuasi tinggi dengan likuiditas rendah: jebakan penipuan terbesar**
Saat ini, modus operandi yang paling berbahaya adalah pola valuasi penuh dilusi (FDV) yang rendah likuiditas. Proyek hanya merilis sebagian kecil token saat peluncuran, secara paksa menaikkan valuasi hingga harga yang tidak masuk akal.
Begitu masa unlocking token awal berakhir, para investor awal dan tim mulai menjual besar-besaran, harga langsung anjlok. Gelombang unlocking token dari proyek besar seperti Starknet sudah cukup membuat pasar berguncang, apalagi proyek kecil? Lebih parah lagi, keadaannya seperti daun jatuh di musim gugur.
Dana sebenarnya tidak kekurangan, hanya saja investor menjadi lebih cerdas.