Realitas suram sedang terungkap bagi generasi muda. Gelombang kematian yang didorong oleh keputusasaan—bunuh diri, penyalahgunaan zat, alkoholisme—terus meningkat. Tambahkan tekanan ekonomi: upah tidak bisa mengikuti biaya hidup, kepemilikan rumah terasa seperti mimpi yang jauh, tingkat kelahiran menurun drastis, dan konsentrasi kekayaan mencapai puncaknya. Hipertinflasi mengikis daya beli sementara peluang semakin menipis. Tidak heran jika Gen Z menyerah. Ini bukan pesimis—ini respons rasional terhadap tumpukan keadaan. Ketika fondasi rusak, keluar dari situasi mulai terlihat seperti satu-satunya langkah yang tersedia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
tx_pending_forever
· 01-13 15:51
Sejujurnya, ini adalah gambaran nyata saat ini... harga rumah, harga barang, peluang kerja, semuanya menekan kita, tapi malah dikatakan pesimis, lucu banget
Lihat AsliBalas0
SpeakWithHatOn
· 01-13 15:51
Mereka bilang kami pesimis, kami bilang ini namanya melihat kenyataan dengan jelas
Lihat AsliBalas0
consensus_whisperer
· 01-13 15:51
ngl ini kenyataannya, sistemnya sendiri sudah rusak, masih berharap anak muda punya harapan?
Lihat AsliBalas0
DegenGambler
· 01-13 15:50
nah ini adalah gambaran nyata dari kapitalisme, generasi kami memang telah dipotong secara besar-besaran
Lihat AsliBalas0
SerLiquidated
· 01-13 15:42
Akhir dari kapitalisme seperti ini saja, bagaimanapun kita semua adalah domba yang akan disembelih
Lihat AsliBalas0
DeFiCaffeinator
· 01-13 15:26
Singkatnya, sistemnya sendiri benar-benar buruk, menyalahkan generasi muda yang santai adalah sebuah lelucon
Realitas suram sedang terungkap bagi generasi muda. Gelombang kematian yang didorong oleh keputusasaan—bunuh diri, penyalahgunaan zat, alkoholisme—terus meningkat. Tambahkan tekanan ekonomi: upah tidak bisa mengikuti biaya hidup, kepemilikan rumah terasa seperti mimpi yang jauh, tingkat kelahiran menurun drastis, dan konsentrasi kekayaan mencapai puncaknya. Hipertinflasi mengikis daya beli sementara peluang semakin menipis. Tidak heran jika Gen Z menyerah. Ini bukan pesimis—ini respons rasional terhadap tumpukan keadaan. Ketika fondasi rusak, keluar dari situasi mulai terlihat seperti satu-satunya langkah yang tersedia.