Bayangkan blockchain seperti sebuah perpustakaan super yang sedang berkembang pesat, di mana ribuan transaksi data mengalir tanpa henti setiap detiknya. Pendekatan tradisional sangat sederhana: untuk menjamin keamanan informasi, setiap cabang harus menyalin salinan lengkap buku dan menaruhnya di rak. Kedengarannya aman, tetapi masalah biaya segera muncul—ruang penyimpanan membengkak secara linier, biaya pemeliharaan meningkat secara eksponensial, dan akhirnya terjebak dalam kebuntuan: entah menjadi terpusat (perpustakaan bangkrut), menolak data baru (tidak dapat berkembang), atau kehilangan catatan sejarah sama sekali. Inilah dilema klasik dalam bidang penyimpanan.
Melihat dari awal tahun 2026, ide proyek Walrus sangat menarik. Mereka meninggalkan pendekatan agar setiap node menyimpan data lengkap, dan beralih ke fragmentasi data—seperti merobek sebuah buku menjadi ribuan potongan kecil lalu menyebarkannya ke ribuan node di seluruh dunia. Selama kamu mengumpulkan cukup banyak fragmen, kamu bisa langsung merekonstruksi seluruh buku. Metode ini benar-benar mengubah aturan main.
Dari sudut pandang teknologi, keunggulan utama Walrus berasal dari solusi kode penghapusan (Erasure Coding). Kamu lihat Filecoin meskipun menyelesaikan masalah ruang penyimpanan, tetapi dalam hal kecepatan pencarian data selalu terasa agak berat. Walrus mengandalkan model penyimpanan objek Sui, mengemas data menjadi struktur "Blob", dan dipadukan dengan mekanisme Byzantine redundan buatan sendiri, seluruh proses berjalan dengan efisiensi yang jauh berbeda. Bukan sekadar menumpuk node, tetapi membuat setiap node memikul informasi fragmen yang bermakna.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ServantOfSatoshi
· 10jam yang lalu
Walrus pendekatan kode koreksi kesalahan ini benar-benar luar biasa, jauh lebih pintar daripada sekumpulan node di Filecoin yang menumpuk.
Kode koreksi kesalahan ini memang keren, jauh lebih halus daripada yang ada di Filecoin
Lihat AsliBalas0
ThreeHornBlasts
· 01-13 16:45
Kode koreksi dan penghapusan terdengar rumit, sebenarnya hanya seperti menaruh telur di keranjang yang berbeda... Walrus memang ide yang luar biasa, jauh lebih ringan daripada sistem Filecoin yang berat.
Lihat AsliBalas0
MetaverseHermit
· 01-13 16:28
walrus ide ini memang keren, kode koreksi kesalahan + fragmentasi terdistribusi, jauh lebih cerdas daripada skema penumpukan langsung seperti Filecoin
Lihat AsliBalas0
LiquidationWatcher
· 01-13 16:25
ngl walrus erasure coding terdengar sah tetapi... pernah mengalami hype filecoin sebelumnya, perhatikan rasio jaminanmu dengan hati-hati pada protokol baru ini fr
Bayangkan blockchain seperti sebuah perpustakaan super yang sedang berkembang pesat, di mana ribuan transaksi data mengalir tanpa henti setiap detiknya. Pendekatan tradisional sangat sederhana: untuk menjamin keamanan informasi, setiap cabang harus menyalin salinan lengkap buku dan menaruhnya di rak. Kedengarannya aman, tetapi masalah biaya segera muncul—ruang penyimpanan membengkak secara linier, biaya pemeliharaan meningkat secara eksponensial, dan akhirnya terjebak dalam kebuntuan: entah menjadi terpusat (perpustakaan bangkrut), menolak data baru (tidak dapat berkembang), atau kehilangan catatan sejarah sama sekali. Inilah dilema klasik dalam bidang penyimpanan.
Melihat dari awal tahun 2026, ide proyek Walrus sangat menarik. Mereka meninggalkan pendekatan agar setiap node menyimpan data lengkap, dan beralih ke fragmentasi data—seperti merobek sebuah buku menjadi ribuan potongan kecil lalu menyebarkannya ke ribuan node di seluruh dunia. Selama kamu mengumpulkan cukup banyak fragmen, kamu bisa langsung merekonstruksi seluruh buku. Metode ini benar-benar mengubah aturan main.
Dari sudut pandang teknologi, keunggulan utama Walrus berasal dari solusi kode penghapusan (Erasure Coding). Kamu lihat Filecoin meskipun menyelesaikan masalah ruang penyimpanan, tetapi dalam hal kecepatan pencarian data selalu terasa agak berat. Walrus mengandalkan model penyimpanan objek Sui, mengemas data menjadi struktur "Blob", dan dipadukan dengan mekanisme Byzantine redundan buatan sendiri, seluruh proses berjalan dengan efisiensi yang jauh berbeda. Bukan sekadar menumpuk node, tetapi membuat setiap node memikul informasi fragmen yang bermakna.