Diagram ini menjelaskan mengapa kebijakan negara gagal… bahkan jika “niat reformasi” ada
Gambar sederhana ini disebut dalam ekonomi Diagram Swan (Swan Diagram) Tapi bahayanya adalah bahwa ini merangkum semua krisis negara berkembang dalam satu halaman.
Sumbu horizontal: Pengeluaran domestik Sumbu vertikal: Nilai tukar riil
Dua garis yang saling berpotongan mewakili: • Keseimbangan internal (IB): Inflasi versus pengangguran • Keseimbangan eksternal (EB): Defisit atau surplus perdagangan
Sekarang mari kita lihat empat wilayah 👇
Wilayah pertama (di atas diagram): Pengangguran + defisit perdagangan 👉 Ekonomi stagnan… dan menguras devisa 👉 Yang paling berbahaya: pembuat kebijakan meningkatkan pengeluaran “untuk merangsang ekonomi”, sehingga defisit memburuk.
Wilayah kedua (di sebelah kanan diagram): Inflasi + defisit perdagangan 👉 Skenario klasik untuk sebagian besar negara kita 👉 Harga naik, mata uang melemah, dan impor tanpa produksi 👉 Setiap injeksi likuiditas di sini = bencana.
Wilayah ketiga (di bawah diagram): Inflasi + surplus perdagangan 👉 Ekonomi terlalu panas 👉 Keuntungan ekspor… tetapi warga menderita harga yang tinggi.
Wilayah keempat (di kiri diagram): Pengangguran + surplus perdagangan 👉 Peluang yang terbuang 👉 Ekonomi mampu mengekspor tetapi tidak menciptakan cukup lapangan kerja.
Kesimpulan yang tidak disukai politisi: Anda tidak bisa mengatasi: • Inflasi saja • Atau pengangguran saja • Atau nilai tukar saja
Dengan satu alat.
Kebijakan fiskal saja gagal. Kebijakan moneter saja gagal. Menstabilkan nilai tukar saja gagal.
Solusinya selalu kombinasi kebijakan cerdas, bergerak di kedua sumbu sekaligus.
Banyak negara menjalani bertahun-tahun di wilayah kedua kemudian bertanya:
Mengapa rencana kita tidak berhasil?
Karena peta sudah ada di depanmu… Tapi kamu tidak melihatnya.
Jika kamu merasa analisis ini bermanfaat, bagikan karena memahami krisis adalah langkah pertama untuk keluar darinya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Diagram ini menjelaskan mengapa kebijakan negara gagal… bahkan jika “niat reformasi” ada
Gambar sederhana ini disebut dalam ekonomi
Diagram Swan (Swan Diagram)
Tapi bahayanya adalah bahwa ini merangkum semua krisis negara berkembang dalam satu halaman.
Sumbu horizontal: Pengeluaran domestik
Sumbu vertikal: Nilai tukar riil
Dua garis yang saling berpotongan mewakili:
• Keseimbangan internal (IB): Inflasi versus pengangguran
• Keseimbangan eksternal (EB): Defisit atau surplus perdagangan
Sekarang mari kita lihat empat wilayah 👇
Wilayah pertama (di atas diagram):
Pengangguran + defisit perdagangan
👉 Ekonomi stagnan… dan menguras devisa
👉 Yang paling berbahaya: pembuat kebijakan meningkatkan pengeluaran “untuk merangsang ekonomi”, sehingga defisit memburuk.
Wilayah kedua (di sebelah kanan diagram):
Inflasi + defisit perdagangan
👉 Skenario klasik untuk sebagian besar negara kita
👉 Harga naik, mata uang melemah, dan impor tanpa produksi
👉 Setiap injeksi likuiditas di sini = bencana.
Wilayah ketiga (di bawah diagram):
Inflasi + surplus perdagangan
👉 Ekonomi terlalu panas
👉 Keuntungan ekspor… tetapi warga menderita harga yang tinggi.
Wilayah keempat (di kiri diagram):
Pengangguran + surplus perdagangan
👉 Peluang yang terbuang
👉 Ekonomi mampu mengekspor tetapi tidak menciptakan cukup lapangan kerja.
Kesimpulan yang tidak disukai politisi:
Anda tidak bisa mengatasi:
• Inflasi saja
• Atau pengangguran saja
• Atau nilai tukar saja
Dengan satu alat.
Kebijakan fiskal saja gagal.
Kebijakan moneter saja gagal.
Menstabilkan nilai tukar saja gagal.
Solusinya selalu kombinasi kebijakan cerdas, bergerak di kedua sumbu sekaligus.
Banyak negara menjalani bertahun-tahun di wilayah kedua
kemudian bertanya:
Mengapa rencana kita tidak berhasil?
Karena peta sudah ada di depanmu…
Tapi kamu tidak melihatnya.
Jika kamu merasa analisis ini bermanfaat, bagikan
karena memahami krisis adalah langkah pertama untuk keluar darinya.