IQ dan Frax bekerja sama meluncurkan stablecoin KRWQ, ini bukan hanya peluncuran produk baru, tetapi juga menandai ekspansi penting dari jalur stablecoin ke pasar berkembang Asia. Menurut laporan dari The Block, proyek inovatif berbasis jaringan Base ini meluncurkan pasangan perdagangan KRWQ-USDC di platform Aerodrome, mengisi kekosongan stablecoin berbasis Won Korea di Ethereum Layer 2.
Mengapa memilih Won Korea? Jalur baru stablecoin lintas rantai
Latar belakang peluncuran KRWQ patut diperhatikan. Sebagai stablecoin pertama yang benar-benar terdistribusi di banyak rantai dan mengaitkan dengan Won Korea (KRW), proyek ini menggunakan standar token lintas rantai yang dapat dipertukarkan (OFT) dari LayerZero, serta mendukung transfer lintas rantai melalui jembatan Stargate. Ini berarti pengguna dapat menggunakan stablecoin ini secara seamless di berbagai blockchain, secara signifikan menurunkan biaya likuiditas aset Won Korea di rantai.
Implementasi teknologi dan pengendalian risiko
IQ menyatakan akan mengadopsi pengalaman regulasi yang dikumpulkan Frax pada frxUSD, yang sangat penting untuk penerapan KRWQ secara sistematis. Dengan membatasi penerbitan dan penebusan hanya untuk bursa, market maker, dan mitra institusi, pihak proyek secara efektif menghindari risiko kepatuhan yang mungkin timbul dari partisipasi langsung investor ritel. Model operasi B2B ini sangat praktis dalam kerangka regulasi saat ini.
Tantangan nyata di pasar Korea dan peluang di masa depan
Perlu dicatat bahwa karena Korea masih dalam proses menyusun kerangka regulasi dasar untuk stablecoin, KRWQ saat ini belum menyediakan layanan kepada penduduk lokal Korea. Ini mencerminkan sikap hati-hati dari ekonomi utama Asia terhadap regulasi aset kripto, sekaligus memberi waktu yang cukup bagi pihak proyek untuk menyempurnakan solusi kepatuhan.
Bagi pengguna yang ingin berpartisipasi dalam KRWQ, saat ini transaksi dilakukan melalui DEX seperti Aerodrome di jaringan Base. Stablecoin ini berpotensi menjadi alat penting bagi investor institusional untuk mengatur eksposur mereka di Asia, terutama setelah regulasi di Korea menjadi lebih jelas, sehingga permintaan diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Secara keseluruhan, peluncuran KRWQ mencerminkan perhatian ekosistem DeFi terhadap pasar Asia dan menunjukkan jalur penerapan stablecoin yang patuh regulasi di pasar berkembang. Baik dari segi inovasi teknologi maupun strategi pasar, ini adalah sinyal penting yang patut terus diikuti.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
KRWQ:Bagaimana stablecoin Won Korea pertama lintas rantai mengubah lanskap DeFi Asia
IQ dan Frax bekerja sama meluncurkan stablecoin KRWQ, ini bukan hanya peluncuran produk baru, tetapi juga menandai ekspansi penting dari jalur stablecoin ke pasar berkembang Asia. Menurut laporan dari The Block, proyek inovatif berbasis jaringan Base ini meluncurkan pasangan perdagangan KRWQ-USDC di platform Aerodrome, mengisi kekosongan stablecoin berbasis Won Korea di Ethereum Layer 2.
Mengapa memilih Won Korea? Jalur baru stablecoin lintas rantai
Latar belakang peluncuran KRWQ patut diperhatikan. Sebagai stablecoin pertama yang benar-benar terdistribusi di banyak rantai dan mengaitkan dengan Won Korea (KRW), proyek ini menggunakan standar token lintas rantai yang dapat dipertukarkan (OFT) dari LayerZero, serta mendukung transfer lintas rantai melalui jembatan Stargate. Ini berarti pengguna dapat menggunakan stablecoin ini secara seamless di berbagai blockchain, secara signifikan menurunkan biaya likuiditas aset Won Korea di rantai.
Implementasi teknologi dan pengendalian risiko
IQ menyatakan akan mengadopsi pengalaman regulasi yang dikumpulkan Frax pada frxUSD, yang sangat penting untuk penerapan KRWQ secara sistematis. Dengan membatasi penerbitan dan penebusan hanya untuk bursa, market maker, dan mitra institusi, pihak proyek secara efektif menghindari risiko kepatuhan yang mungkin timbul dari partisipasi langsung investor ritel. Model operasi B2B ini sangat praktis dalam kerangka regulasi saat ini.
Tantangan nyata di pasar Korea dan peluang di masa depan
Perlu dicatat bahwa karena Korea masih dalam proses menyusun kerangka regulasi dasar untuk stablecoin, KRWQ saat ini belum menyediakan layanan kepada penduduk lokal Korea. Ini mencerminkan sikap hati-hati dari ekonomi utama Asia terhadap regulasi aset kripto, sekaligus memberi waktu yang cukup bagi pihak proyek untuk menyempurnakan solusi kepatuhan.
Bagi pengguna yang ingin berpartisipasi dalam KRWQ, saat ini transaksi dilakukan melalui DEX seperti Aerodrome di jaringan Base. Stablecoin ini berpotensi menjadi alat penting bagi investor institusional untuk mengatur eksposur mereka di Asia, terutama setelah regulasi di Korea menjadi lebih jelas, sehingga permintaan diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Secara keseluruhan, peluncuran KRWQ mencerminkan perhatian ekosistem DeFi terhadap pasar Asia dan menunjukkan jalur penerapan stablecoin yang patuh regulasi di pasar berkembang. Baik dari segi inovasi teknologi maupun strategi pasar, ini adalah sinyal penting yang patut terus diikuti.