【链文】Tim Penelitian Keamanan Siber baru-baru ini mengungkapkan ancaman licik—ransomware DeadLock sedang menyalahgunakan kontrak pintar Polygon untuk menghindari pelacakan. Malware ini mulai aktif sejak musim panas tahun lalu, apa metode intinya? Ia secara dinamis memanggil kontrak pintar di chain untuk memperbarui alamat server command and control, sehingga jalur komunikasi korban tidak dapat dilacak.
Proses infeksi sangat langsung: data yang dienkripsi kemudian DeadLock mengirimkan pesan ancaman ransom—jika tidak membayar, informasi yang dicuri akan dipublikasikan. Strategi ini terlihat klise, tetapi masalahnya terletak pada cara penyembunyian infrastruktur. Server C2 dari ransomware tradisional bisa dimatikan, tetapi DeadLock menulis alamat proxy ke dalam blockchain, yang disimpan secara permanen oleh node global, sehingga intervensi terpusat hampir tidak mungkin dilakukan.
Metode menggunakan kontrak pintar di chain sebagai relay proxy ini sangat variatif, membuat pertahanan menjadi sulit. Meskipun saat ini korban DeadLock yang diketahui masih terbatas dan eksposurnya juga terbatas, ini menunjukkan sebuah pendekatan baru—menggunakan infrastruktur desentralisasi untuk meningkatkan ketahanan aktivitas jahat. Bagi organisasi yang kurang sadar akan perlindungan, ini sudah menjadi ancaman nyata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Aduh, sekarang Polygon juga digunakan oleh pihak ilegal... Merekam secara permanen di blockchain memang menjijikkan, tidak heran pertahanan tradisional jadi sia-sia
Lihat AsliBalas0
AirdropHunter420
· 21jam yang lalu
Sial, sekarang benar-benar paham cara mainnya... menulis C2 ke blockchain agar node global menyimpan, trik ini benar-benar hebat... metode tradisional sama sekali tidak bisa mengimbanginya
Lihat AsliBalas0
MechanicalMartel
· 21jam yang lalu
Blockchain telah diretas oleh hacker... Awalnya ingin desentralisasi, tapi malah menjadi surga bermain petak umpet
Waspada DeadLock ransomware: Bagaimana memanfaatkan kontrak pintar Polygon untuk menghindari kerusakan
【链文】Tim Penelitian Keamanan Siber baru-baru ini mengungkapkan ancaman licik—ransomware DeadLock sedang menyalahgunakan kontrak pintar Polygon untuk menghindari pelacakan. Malware ini mulai aktif sejak musim panas tahun lalu, apa metode intinya? Ia secara dinamis memanggil kontrak pintar di chain untuk memperbarui alamat server command and control, sehingga jalur komunikasi korban tidak dapat dilacak.
Proses infeksi sangat langsung: data yang dienkripsi kemudian DeadLock mengirimkan pesan ancaman ransom—jika tidak membayar, informasi yang dicuri akan dipublikasikan. Strategi ini terlihat klise, tetapi masalahnya terletak pada cara penyembunyian infrastruktur. Server C2 dari ransomware tradisional bisa dimatikan, tetapi DeadLock menulis alamat proxy ke dalam blockchain, yang disimpan secara permanen oleh node global, sehingga intervensi terpusat hampir tidak mungkin dilakukan.
Metode menggunakan kontrak pintar di chain sebagai relay proxy ini sangat variatif, membuat pertahanan menjadi sulit. Meskipun saat ini korban DeadLock yang diketahui masih terbatas dan eksposurnya juga terbatas, ini menunjukkan sebuah pendekatan baru—menggunakan infrastruktur desentralisasi untuk meningkatkan ketahanan aktivitas jahat. Bagi organisasi yang kurang sadar akan perlindungan, ini sudah menjadi ancaman nyata.