Perubahan diam-diam sedang terjadi dalam kebijakan moneter Asia Tenggara. Berdasarkan analisis terbaru dari ekonom Barclays, Brian Tan, Bank Sentral Malaysia besar kemungkinan akan melakukan kenaikan suku bunga pada bulan Mei, dengan kenaikan sebesar 25 basis poin diperkirakan, yang akan mendorong suku bunga kebijakan ke level kunci 3.0%.
Logika di baliknya sebenarnya cukup jelas: putaran penurunan suku bunga preventif tahun lalu sekarang terlihat terlalu berhati-hati. Kekhawatiran awal adalah ekonomi global yang mungkin melambat dan mempengaruhi ekonomi sendiri, tetapi ekonomi Malaysia justru mampu bertahan, ketahanan yang jauh melampaui ekspektasi, dan para pengambil keputusan mulai diam-diam mengubah arah. Rapat bank sentral Januari hampir pasti tidak akan ada langkah, tetapi nada hawkish akan meningkat secara signifikan—pasar sudah bisa merasakan sinyal "akan kenaikan suku bunga" tersebut.
Data tahun lalu memang cukup menyulitkan. Pertumbuhan GDP tahun 2025 diperkirakan stabil di 4.5%, tampak tidak terlalu mencolok, tetapi angka ini didukung oleh permintaan domestik yang benar-benar nyata: pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5.3%, yang didukung oleh kenaikan gaji pegawai negeri dan upah minimum yang meningkatkan daya beli secara nyata; investasi swasta melonjak 10.2%, dengan pembangunan pabrik dan proyek bisnis yang terus-menerus mengalir. Pusat perbelanjaan dan restoran penuh semangat, tingkat aktivitas konsumsi sangat tinggi.
Jika tidak segera menyesuaikan lagi, tekanan inflasi dan kekhawatiran tentang arus keluar modal akan semakin memburuk. Ini bukan karena bank sentral bertindak gegabah, tetapi sebagai bentuk koreksi aktif setelah memiliki kepercayaan terhadap fundamental ekonomi—ekonomi cukup tangguh, dan kebijakan harus mengikuti irama penyesuaian tersebut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ImpermanentTherapist
· 1jam yang lalu
Apakah kenaikan suku bunga bulan Mei benar-benar akan terjadi? Ringgit Malaysia akhirnya selamat, haha
Lihat AsliBalas0
SolidityJester
· 10jam yang lalu
Kenaikan suku bunga di Malaysia ini pasti terjadi, jumpa di Mei? Data ekonomi kuat, bank sentral pun punya kepercayaan diri untuk berhenti
Lihat AsliBalas0
DegenDreamer
· 10jam yang lalu
Malaysia benar-benar bertekad untuk menaikkan suku bunga kali ini, lihat hasilnya di bulan Mei nanti
Lihat AsliBalas0
ser_we_are_early
· 10jam yang lalu
Operasi ini di Malaysia sebenarnya seperti bermain catur, jika ekonomi cukup kuat seharusnya menaikkan suku bunga untuk menghentikan pendarahan
Lihat AsliBalas0
DegenGambler
· 11jam yang lalu
Peningkatan suku bunga pada bulan Mei sudah pasti akan terjadi, analisis BRK kali ini cukup akurat.
Ringgit akan menguat, ruang arbitrase semakin menyempit.
Benar-benar tidak menyangka Malaysia bisa bertahan selama ini, penurunan suku bunga tahun lalu memang sia-sia.
Konsumsi 5,3%, investasi 10,2%, data tidak bohong, bank sentral harus bertindak.
Namun, apakah benar-benar cukup dengan menaikkan menjadi 3,0%? Masih harus dilanjutkan nanti.
Inflasi akan meningkat, dana sebaiknya keluar sekarang, teman-teman.
Perubahan diam-diam sedang terjadi dalam kebijakan moneter Asia Tenggara. Berdasarkan analisis terbaru dari ekonom Barclays, Brian Tan, Bank Sentral Malaysia besar kemungkinan akan melakukan kenaikan suku bunga pada bulan Mei, dengan kenaikan sebesar 25 basis poin diperkirakan, yang akan mendorong suku bunga kebijakan ke level kunci 3.0%.
Logika di baliknya sebenarnya cukup jelas: putaran penurunan suku bunga preventif tahun lalu sekarang terlihat terlalu berhati-hati. Kekhawatiran awal adalah ekonomi global yang mungkin melambat dan mempengaruhi ekonomi sendiri, tetapi ekonomi Malaysia justru mampu bertahan, ketahanan yang jauh melampaui ekspektasi, dan para pengambil keputusan mulai diam-diam mengubah arah. Rapat bank sentral Januari hampir pasti tidak akan ada langkah, tetapi nada hawkish akan meningkat secara signifikan—pasar sudah bisa merasakan sinyal "akan kenaikan suku bunga" tersebut.
Data tahun lalu memang cukup menyulitkan. Pertumbuhan GDP tahun 2025 diperkirakan stabil di 4.5%, tampak tidak terlalu mencolok, tetapi angka ini didukung oleh permintaan domestik yang benar-benar nyata: pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5.3%, yang didukung oleh kenaikan gaji pegawai negeri dan upah minimum yang meningkatkan daya beli secara nyata; investasi swasta melonjak 10.2%, dengan pembangunan pabrik dan proyek bisnis yang terus-menerus mengalir. Pusat perbelanjaan dan restoran penuh semangat, tingkat aktivitas konsumsi sangat tinggi.
Jika tidak segera menyesuaikan lagi, tekanan inflasi dan kekhawatiran tentang arus keluar modal akan semakin memburuk. Ini bukan karena bank sentral bertindak gegabah, tetapi sebagai bentuk koreksi aktif setelah memiliki kepercayaan terhadap fundamental ekonomi—ekonomi cukup tangguh, dan kebijakan harus mengikuti irama penyesuaian tersebut.