Baru-baru ini saat memantau pasar, saya menemukan fenomena menarik. Beberapa mata uang populer memang cenderung memancing emosi trader—biasanya tenang tanpa gejolak, tetapi begitu mulai bergerak, kecepatan kenaikannya sangat cepat sehingga sulit untuk merespons.
Apakah Anda juga pernah mengalami hal seperti ini? Melihat grafik pasar, berpikir untuk menunggu, tetapi saat berbalik, harga sudah melonjak jauh. Yang paling menyakitkan adalah mereka yang sudah yakin masuk dan mengunci keuntungan, sementara Anda masih bingung apakah harus ikut mengejar.
Pada akhirnya, ini adalah dilema dalam trading jangka pendek. Saat volatilitas kecil, mudah merasa tenang dan berpikir tidak akan ada peluang; tetapi saat peluang nyata datang, biasanya sangat cepat berlalu. Orang-orang yang bisa mendapatkan keuntungan dari kondisi pasar seperti ini adalah mereka yang mampu bertahan dan tetap tenang. Mereka tidak akan melewatkan peluang karena ragu-ragu sesaat, dan tidak akan ikut-ikutan panik karena FOMO.
Daripada menyesal di kemudian hari, lebih baik mulai membangun kebiasaan—mengamati dengan saksama, merencanakan strategi, dan keluar saat waktunya. Setelah terbiasa dengan ritme ini, Anda akan menyadari bahwa memanfaatkan tren kenaikan cepat sebenarnya tidak begitu sulit.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
HodlVeteran
· 7jam yang lalu
Ini lagi-lagi argumen yang sama, membuatku merasa seolah-olah aku belum pernah mengalami masalah. Dulu aku diajarkan seperti itu, sekarang melihat orang lain mengulang kesalahan yang sama aku cuma bisa tertawa.
Para veteran sejati sudah lama berhenti berjuang, jangan lagi bicara tentang "memegang teguh prinsip", aku sekarang lebih suka memegang dompet.
Mengejar harga tinggi? Itu permainan anak muda, aku sudah tidak mampu lagi.
Lihat AsliBalas0
LoneValidator
· 7jam yang lalu
Ini lagi-lagi alasan yang sama, yang penting adalah kemampuan eksekusi, bro, tahu saja tidak cukup untuk melakukannya
Lihat AsliBalas0
MerkleTreeHugger
· 7jam yang lalu
又是这套,等等党永远是最后的赢家…我信你个鬼呢
Balas0
BearEatsAll
· 7jam yang lalu
Sejujurnya, penunggu menunggu akhirnya semua menjadi pemburu harga tinggi, inilah kutukan...
Baru-baru ini saat memantau pasar, saya menemukan fenomena menarik. Beberapa mata uang populer memang cenderung memancing emosi trader—biasanya tenang tanpa gejolak, tetapi begitu mulai bergerak, kecepatan kenaikannya sangat cepat sehingga sulit untuk merespons.
Apakah Anda juga pernah mengalami hal seperti ini? Melihat grafik pasar, berpikir untuk menunggu, tetapi saat berbalik, harga sudah melonjak jauh. Yang paling menyakitkan adalah mereka yang sudah yakin masuk dan mengunci keuntungan, sementara Anda masih bingung apakah harus ikut mengejar.
Pada akhirnya, ini adalah dilema dalam trading jangka pendek. Saat volatilitas kecil, mudah merasa tenang dan berpikir tidak akan ada peluang; tetapi saat peluang nyata datang, biasanya sangat cepat berlalu. Orang-orang yang bisa mendapatkan keuntungan dari kondisi pasar seperti ini adalah mereka yang mampu bertahan dan tetap tenang. Mereka tidak akan melewatkan peluang karena ragu-ragu sesaat, dan tidak akan ikut-ikutan panik karena FOMO.
Daripada menyesal di kemudian hari, lebih baik mulai membangun kebiasaan—mengamati dengan saksama, merencanakan strategi, dan keluar saat waktunya. Setelah terbiasa dengan ritme ini, Anda akan menyadari bahwa memanfaatkan tren kenaikan cepat sebenarnya tidak begitu sulit.