Ada fenomena menarik yang layak dipikirkan: ketika platform meluncurkan mekanisme subsidi posting, sering kali akan muncul banyak konten berkualitas rendah dan spam. Hal ini mencerminkan sebuah paradoks ekonomi.
Lalu, bagaimana jika kita membaliknya? Bayangkan sebuah platform konten paralel yang menggunakan mode insentif yang berlawanan—setiap kali memposting bukan mendapatkan subsidi, tetapi dikenai biaya, misalnya $1/per posting. Apakah mekanisme seperti ini dapat secara signifikan mengurangi munculnya konten sampah?
Dari sudut pandang ekonomi, model "biaya posting" ini secara teori akan membentuk penyaring konten alami. Pengguna akan lebih berhati-hati sebelum memposting, hanya pandangan yang benar-benar bernilai yang layak untuk dibagikan dengan biaya. Ini tentu akan mengubah kurva kualitas ekosistem konten secara keseluruhan.
Tentu saja, asumsi ini masih membutuhkan lebih banyak detail tambahan, tetapi ini mengungkapkan pengaruh mendalam dari mekanisme insentif platform terhadap ekosistem konten—arah insentif secara langsung membentuk pola perilaku peserta.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ZenChainWalker
· 13jam yang lalu
Membayar untuk memposting memang keras, tapi orang kaya bisa memposting sesuka hati sementara orang miskin harus menahan diri, ini menjadi bentuk ketidakadilan yang lain.
Lihat AsliBalas0
UnluckyLemur
· 13jam yang lalu
Saya sedikit teringat pada steemit, membakar uang untuk memposting memang bisa menghalau bot spam, tetapi konten yang benar-benar bagus juga bisa terkubur.
Lihat AsliBalas0
VitaliksTwin
· 13jam yang lalu
Haha, logikamu agak aneh, tapi aku yakin $1 tidak akan mampu menahan sifat manusia yang suka mengoceh
Lihat AsliBalas0
BlockchainWorker
· 13jam yang lalu
Ide ini untuk mengurangi biaya posting memang agak ekstrem, tapi apakah benar-benar bisa menyelesaikan masalah? Orang kaya tetap bisa memposting dengan bebas, sementara orang miskin terpaksa diam saja.
Ada fenomena menarik yang layak dipikirkan: ketika platform meluncurkan mekanisme subsidi posting, sering kali akan muncul banyak konten berkualitas rendah dan spam. Hal ini mencerminkan sebuah paradoks ekonomi.
Lalu, bagaimana jika kita membaliknya? Bayangkan sebuah platform konten paralel yang menggunakan mode insentif yang berlawanan—setiap kali memposting bukan mendapatkan subsidi, tetapi dikenai biaya, misalnya $1/per posting. Apakah mekanisme seperti ini dapat secara signifikan mengurangi munculnya konten sampah?
Dari sudut pandang ekonomi, model "biaya posting" ini secara teori akan membentuk penyaring konten alami. Pengguna akan lebih berhati-hati sebelum memposting, hanya pandangan yang benar-benar bernilai yang layak untuk dibagikan dengan biaya. Ini tentu akan mengubah kurva kualitas ekosistem konten secara keseluruhan.
Tentu saja, asumsi ini masih membutuhkan lebih banyak detail tambahan, tetapi ini mengungkapkan pengaruh mendalam dari mekanisme insentif platform terhadap ekosistem konten—arah insentif secara langsung membentuk pola perilaku peserta.