Belakangan ini beredar berita bahwa perusahaan infrastruktur keuangan terkenal secara global, DTCC, telah memberikan pernyataan baru mengenai kemajuan proyek sekuritas tokenisasi. Kepala aset digital global perusahaan tersebut, Nadine Chakar, menegaskan bahwa DTCC tetap terbuka terhadap iterasi solusi sekuritas tokenisasi, namun juga secara tegas menunjukkan bahwa manajemen risiko dan standar data adalah masalah inti yang tidak bisa diabaikan.
Perlu dicatat bahwa DTCC secara khusus menekankan pentingnya interoperabilitas. Menurut mereka, ekosistem aset digital yang benar-benar matang tidak boleh dibatasi oleh arsitektur teknologi—baik itu jaringan blockchain yang berbeda, semuanya harus memungkinkan aset untuk bergerak secara lancar. Pemikiran ini mencerminkan kebutuhan mendesak di industri untuk mengatasi fenomena "pulau-pulau" yang terisolasi antar rantai.
Seiring semakin banyak lembaga keuangan yang masuk ke jalur tokenisasi, bagaimana memastikan kolaborasi lintas rantai secara aman secara perlahan menjadi masalah kunci yang menentukan keberhasilan peningkatan ekosistem secara keseluruhan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Ser_Liquidated
· 22jam yang lalu
Singkatnya, DTCC baru menyadari pentingnya interoperabilitas, agak terlambat.
---
Kerja sama lintas rantai terdengar mudah, tetapi kenyataannya banyak risiko yang menghambat.
---
Manajemen risiko memang harus diperhatikan, tapi jangan terlalu rumit, nanti malah jadi omong kosong kepatuhan.
---
Sikap DTCC kali ini bisa dibilang lebih maju, setidaknya lebih baik daripada sebelumnya yang sering mengejek tokenisasi.
---
Menghancurkan pulau-pulau isolasi melalui interoperabilitas tidak salah, hanya saja takut berubah menjadi hambatan sentralisasi yang baru.
---
Faktanya, ketika lembaga keuangan masuk, harus ada yang bertanggung jawab sebagai penanggung jawab, jadi standar ini tidak akan pernah bisa dihindari.
---
Terdengar sangat besar, tapi kenyataannya masih menunggu solusi teknologi berkembang secara perlahan.
Lihat AsliBalas0
RektCoaster
· 22jam yang lalu
Singkatnya, mereka ingin standar yang seragam, tapi hal ini tidak semudah itu
---
Sekali lagi tentang interoperabilitas dan aliran tanpa hambatan, terdengar sangat keren, tapi bagaimana kenyataannya?
---
DTCC akhirnya ingat untuk mengatur urusan ini
---
Jika manajemen risiko tidak bisa dilalui, jangan bicara tentang sikap terbuka
---
Kolaborasi lintas rantai, setiap kali mendengar itu terasa masih sangat jauh
---
Masalahnya adalah siapa yang menentukan standar data, ini adalah perebutan kekuasaan yang sebenarnya
---
Semakin banyak institusi yang masuk malah membuat keadaan semakin kacau, aku cuma ingin tahu siapa yang bisa bertahan sampai akhir
---
Fenomena pulau-pulau rantai yang sudah dibicarakan selama ini masih belum terpecahkan, benar-benar lucu
---
Selama pengendalian risiko terlalu ketat, semua interoperabilitas menjadi sia-sia
Lihat AsliBalas0
AirdropSkeptic
· 22jam yang lalu
Singkatnya, DTCC masih mencari jalan mundur sendiri, bersikap terbuka dan terdengar baik, tetapi kenyataannya, berapa banyak orang yang akan gagal melewati tantangan pengelolaan risiko ini
Lihat AsliBalas0
MysteryBoxOpener
· 22jam yang lalu
Interoperabilitas lintas rantai memang benar dibahas, tetapi kenyataannya setiap perusahaan ingin membangun ekosistem mereka sendiri, siapa yang benar-benar bersedia membuka?
Lihat AsliBalas0
SerRugResistant
· 22jam yang lalu
DTCC kali ini akhirnya mengucapkan sesuatu yang masuk akal... Interoperabilitas memang tidak bisa dihindari, jika tidak, masing-masing membangun sendiri-sendiri tidak akan ada artinya
Belakangan ini beredar berita bahwa perusahaan infrastruktur keuangan terkenal secara global, DTCC, telah memberikan pernyataan baru mengenai kemajuan proyek sekuritas tokenisasi. Kepala aset digital global perusahaan tersebut, Nadine Chakar, menegaskan bahwa DTCC tetap terbuka terhadap iterasi solusi sekuritas tokenisasi, namun juga secara tegas menunjukkan bahwa manajemen risiko dan standar data adalah masalah inti yang tidak bisa diabaikan.
Perlu dicatat bahwa DTCC secara khusus menekankan pentingnya interoperabilitas. Menurut mereka, ekosistem aset digital yang benar-benar matang tidak boleh dibatasi oleh arsitektur teknologi—baik itu jaringan blockchain yang berbeda, semuanya harus memungkinkan aset untuk bergerak secara lancar. Pemikiran ini mencerminkan kebutuhan mendesak di industri untuk mengatasi fenomena "pulau-pulau" yang terisolasi antar rantai.
Seiring semakin banyak lembaga keuangan yang masuk ke jalur tokenisasi, bagaimana memastikan kolaborasi lintas rantai secara aman secara perlahan menjadi masalah kunci yang menentukan keberhasilan peningkatan ekosistem secara keseluruhan.