Pernahkah Anda berpikir, apakah konten yang Anda buat, aset game, atau data bisnis yang terkunci di server terpusat benar-benar milik Anda? Kemunculan protokol Walrus di atas blockchain Sui mungkin sedang mengubah keadaan ini. Ia melampaui kerangka penyimpanan terdesentralisasi tradisional, mengubah data dari "basis data statis" menjadi "aset hidup", yang dapat diprogram dan diajak berkolaborasi melalui smart contract.
Skema penyimpanan terdesentralisasi yang ada sebenarnya memiliki beberapa masalah. Ada yang membutuhkan Anda untuk secara manual menyebarkan dan memelihara node, ada yang biaya penyimpanan permanen sangat mahal, dan kurang fleksibel dalam penyesuaian. Walrus mengubah pendekatan—menggunakan algoritma pengkodean Red Stuff yang inovatif untuk memecah data dan menyebarkannya secara tersebar. Yang paling keren adalah, hanya dengan 4 sampai 5 kali redundansi cadangan, ia dapat mencapai tingkat toleransi kesalahan yang tinggi, bahkan jika sepertiga dari node mengalami gangguan secara bersamaan, data tetap dapat dipulihkan dengan cepat. Dengan cara ini, biaya penyimpanan berkurang sekaligus menjaga performa, menjadikannya kompromi teknologi yang cukup baik.
Keunggulan utama terletak pada integrasi asli antara Walrus dan Sui. Setelah data Anda disimpan di Walrus, blockchain Sui secara otomatis akan menghasilkan "objek data" yang sesuai, dan smart contract dapat langsung membaca dan menulis objek-objek ini. Ingin mengatur "penguncian otomatis file setelah satu tahun"? Atau "hanya pemegang NFT tertentu yang dapat mengakses"? Semua aturan ini dapat diimplementasikan dengan kode, tanpa bergantung pada pengelolaan izin terpusat.
Sudah banyak proyek yang menerapkannya secara nyata. Misalnya, game 《Vendetta》 menempatkan logika permainan dan kepemilikan aset di atas blockchain Sui, sementara sumber daya berkapasitas besar seperti gambar dan scene di-hosting di Walrus. Keuntungannya jelas—bahkan jika tim pengembang membubarkan diri suatu hari nanti, data inti game tetap ada di blockchain, dan game dapat terus berjalan. Arsitektur seperti ini membuat game benar-benar menjadi ekosistem yang mandiri, bukan lagi kotak hitam yang tergantung pada satu perusahaan untuk pemeliharaannya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidationWatcher
· 17jam yang lalu
ngl, suara walrus terdengar menjanjikan tapi... ingat saat semua orang hype tentang ipfs? menyaksikan portofolio dihancurkan ketika proyek meninggalkan node mereka. cuma bilang, verifikasi jaminan redundansi itu sebelum kamu mengunci aset serius di sana.
Lihat AsliBalas0
SandwichTrader
· 17jam yang lalu
Pengkodean Redstuff terdengar keren, tapi apakah benar-benar bisa menahan satu pertiga kegagalan node dengan redundansi 4 kali lipat? Saya belum pernah menghitung matematikanya, ada yang pernah menjalankan benchmark?
Lihat AsliBalas0
FlashLoanPhantom
· 18jam yang lalu
walrus ini terdengar bagus, tapi seberapa banyak proyek yang benar-benar berani bertaruh saat diimplementasikan
Lihat AsliBalas0
PanicSeller
· 18jam yang lalu
Sejujurnya, hal ini terdengar sangat bagus, tetapi saya masih sedikit khawatir... Apakah benar-benar bisa menjamin keamanan data hanya dengan beberapa kali redundansi? Rasanya kita harus menunggu lebih banyak kasus nyata agar bisa percaya
Pernahkah Anda berpikir, apakah konten yang Anda buat, aset game, atau data bisnis yang terkunci di server terpusat benar-benar milik Anda? Kemunculan protokol Walrus di atas blockchain Sui mungkin sedang mengubah keadaan ini. Ia melampaui kerangka penyimpanan terdesentralisasi tradisional, mengubah data dari "basis data statis" menjadi "aset hidup", yang dapat diprogram dan diajak berkolaborasi melalui smart contract.
Skema penyimpanan terdesentralisasi yang ada sebenarnya memiliki beberapa masalah. Ada yang membutuhkan Anda untuk secara manual menyebarkan dan memelihara node, ada yang biaya penyimpanan permanen sangat mahal, dan kurang fleksibel dalam penyesuaian. Walrus mengubah pendekatan—menggunakan algoritma pengkodean Red Stuff yang inovatif untuk memecah data dan menyebarkannya secara tersebar. Yang paling keren adalah, hanya dengan 4 sampai 5 kali redundansi cadangan, ia dapat mencapai tingkat toleransi kesalahan yang tinggi, bahkan jika sepertiga dari node mengalami gangguan secara bersamaan, data tetap dapat dipulihkan dengan cepat. Dengan cara ini, biaya penyimpanan berkurang sekaligus menjaga performa, menjadikannya kompromi teknologi yang cukup baik.
Keunggulan utama terletak pada integrasi asli antara Walrus dan Sui. Setelah data Anda disimpan di Walrus, blockchain Sui secara otomatis akan menghasilkan "objek data" yang sesuai, dan smart contract dapat langsung membaca dan menulis objek-objek ini. Ingin mengatur "penguncian otomatis file setelah satu tahun"? Atau "hanya pemegang NFT tertentu yang dapat mengakses"? Semua aturan ini dapat diimplementasikan dengan kode, tanpa bergantung pada pengelolaan izin terpusat.
Sudah banyak proyek yang menerapkannya secara nyata. Misalnya, game 《Vendetta》 menempatkan logika permainan dan kepemilikan aset di atas blockchain Sui, sementara sumber daya berkapasitas besar seperti gambar dan scene di-hosting di Walrus. Keuntungannya jelas—bahkan jika tim pengembang membubarkan diri suatu hari nanti, data inti game tetap ada di blockchain, dan game dapat terus berjalan. Arsitektur seperti ini membuat game benar-benar menjadi ekosistem yang mandiri, bukan lagi kotak hitam yang tergantung pada satu perusahaan untuk pemeliharaannya.