Bertransaksi yang paling ditakuti bukanlah kondisi pasar yang buruk, melainkan disiplin diri yang buruk.
Saya masih ingat dengan jelas masa-masa awal masuk pasar kontrak, setiap hari tenggelam dalam berbagai indikator K-line. Fibonacci, MACD, RSI, semuanya penuh di grafik, bahkan malam hari saya tidak berani tidur karena takut melewatkan satu peluang. Saat itu saya benar-benar merasa telah menguasai rahasia tertentu.
Lalu apa? Akun saya berkali-kali dihapuskan dalam proses margin call, sebanyak 5 kali berturut-turut.
Setelah akun benar-benar kembali nol, saya baru mengerti—masalahnya bukanlah seberapa canggih analisis teknikalnya, melainkan seberapa kacau perilaku trading itu sendiri.
Mengapa pemula selalu gagal menghindari margin call?
Dalam beberapa tahun terakhir, saya menyimpulkan bahwa orang yang rugi biasanya sama-sama menginjak lubang yang sama.
**Operasi yang terlalu sering, menjadi mesin penarik dana dari bursa**
Saat itu saya punya kebiasaan buruk: setiap menit tanpa membuka posisi merasa rugi. Sepuluh kali transaksi dalam sehari sudah biasa, tetapi biaya transaksi menggerogoti keuntungan secara gila-gilaan. Kontrak bukanlah permainan tebak angka, over-trading hanya akan membuat Anda memberi uang secara percuma ke platform.
**Setelah emosi meledak, langsung taruhan besar**
Setelah rugi, mudah sekali kehilangan kendali. Awalnya ingin stop loss, tapi tidak mau kalah, malah menambah posisi, berharap pasar bisa berbalik. Tapi tanpa stop loss sama saja membiarkan kerugian menggerogoti seluruh akun. Saya pernah kehilangan 30% dana akun hanya dalam satu posisi.
**Leverage yang digunakan terlalu besar, semakin cepat mati**
Leverage tinggi memang bisa memperbesar keuntungan, tapi juga mempercepat datangnya margin call. Pemula sering tergoda oleh keuntungan leverage, tapi meremehkan efek pengganda risiko yang ditimbulkannya. Fluktuasi kecil saja bisa langsung menghapus seluruh posisi.
Mematuhi disiplin trading, menetapkan stop loss dan take profit, mengendalikan posisi dan leverage—itulah satu-satunya jalan keluar dari siklus kerugian. SOL, BTC apapun naiknya, harus tetap hidup untuk melihat hari itu.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ProposalDetective
· 14jam yang lalu
Hanya setelah mengalami margin call sebanyak 5 kali berturut-turut saya menyadari bahwa disiplin benar-benar lebih berharga daripada teknik
Lihat AsliBalas0
LiquidityWitch
· 14jam yang lalu
Hanya setelah mengalami 5 kali margin call saya menyadari bahwa disiplin jauh lebih penting seratus kali lipat daripada teknik
Lihat AsliBalas0
JustHereForAirdrops
· 14jam yang lalu
Geez, masih hidup setelah 5 kali liquidasi berturut-turut sudah bagus, saya mati di yang kedua... Mental block itu benar-benar neraka, setiap kali rugi langsung ingin balik modal tapi malah semakin dalam.
Lihat AsliBalas0
MEVHunterX
· 14jam yang lalu
Bro, bagian di mana saya mengalami margin call sebanyak 5 kali berturut-turut saya tidak bisa tahan lagi, itu saya banget... Sekarang sudah diubah semuanya, kan?
Lihat AsliBalas0
SocialAnxietyStaker
· 14jam yang lalu
Benar, saya sangat paham dengan pola operasi yang sering dilakukan itu, biaya transaksi bisa mengurangi setengah dari keuntungan, bursa benar-benar tersenyum sendiri
Bertransaksi yang paling ditakuti bukanlah kondisi pasar yang buruk, melainkan disiplin diri yang buruk.
Saya masih ingat dengan jelas masa-masa awal masuk pasar kontrak, setiap hari tenggelam dalam berbagai indikator K-line. Fibonacci, MACD, RSI, semuanya penuh di grafik, bahkan malam hari saya tidak berani tidur karena takut melewatkan satu peluang. Saat itu saya benar-benar merasa telah menguasai rahasia tertentu.
Lalu apa? Akun saya berkali-kali dihapuskan dalam proses margin call, sebanyak 5 kali berturut-turut.
Setelah akun benar-benar kembali nol, saya baru mengerti—masalahnya bukanlah seberapa canggih analisis teknikalnya, melainkan seberapa kacau perilaku trading itu sendiri.
Mengapa pemula selalu gagal menghindari margin call?
Dalam beberapa tahun terakhir, saya menyimpulkan bahwa orang yang rugi biasanya sama-sama menginjak lubang yang sama.
**Operasi yang terlalu sering, menjadi mesin penarik dana dari bursa**
Saat itu saya punya kebiasaan buruk: setiap menit tanpa membuka posisi merasa rugi. Sepuluh kali transaksi dalam sehari sudah biasa, tetapi biaya transaksi menggerogoti keuntungan secara gila-gilaan. Kontrak bukanlah permainan tebak angka, over-trading hanya akan membuat Anda memberi uang secara percuma ke platform.
**Setelah emosi meledak, langsung taruhan besar**
Setelah rugi, mudah sekali kehilangan kendali. Awalnya ingin stop loss, tapi tidak mau kalah, malah menambah posisi, berharap pasar bisa berbalik. Tapi tanpa stop loss sama saja membiarkan kerugian menggerogoti seluruh akun. Saya pernah kehilangan 30% dana akun hanya dalam satu posisi.
**Leverage yang digunakan terlalu besar, semakin cepat mati**
Leverage tinggi memang bisa memperbesar keuntungan, tapi juga mempercepat datangnya margin call. Pemula sering tergoda oleh keuntungan leverage, tapi meremehkan efek pengganda risiko yang ditimbulkannya. Fluktuasi kecil saja bisa langsung menghapus seluruh posisi.
Mematuhi disiplin trading, menetapkan stop loss dan take profit, mengendalikan posisi dan leverage—itulah satu-satunya jalan keluar dari siklus kerugian. SOL, BTC apapun naiknya, harus tetap hidup untuk melihat hari itu.