Dalam dunia kripto yang sudah saya geluti cukup lama, lubang-lubang yang pernah saya pijak sudah tak terhitung lagi. Awalnya, pemikiran saya cukup sederhana—menaruh koin di exchange, karena praktis, meskipun bunga tahunan yang didapatkan tidak terlalu besar, dan harus selalu waspada apakah exchange akan bermasalah.
Hingga suatu hari, seorang teman mengajak saya masuk ke dalam jebakan staking likuiditas. Jujur saja, awalnya saya tidak paham dengan staking, governance token, dan lain-lain, rasanya ribet banget. Tapi belakangan, saat saya luang dan memikirkan kembali seluruh logikanya, saya baru sadar berapa banyak kerugian yang sudah saya alami sebelumnya.
Berbicara tentang pengelolaan aset stabil seperti USD1, banyak orang menganggapnya rumit, padahal inti dari konsepnya sebenarnya tidak serumit itu. Yang paling membuka mata saya adalah—pemanfaatan aset benar-benar bisa maksimal. Bayangkan saja, Anda memegang BNB atau koin utama lainnya, biasanya hanya disimpan begitu saja, seperti uang mati. Tapi dengan cara lain, Anda bisa melakukan staking terhadap koin tersebut, dan sekaligus meminjam stablecoin melalui mekanisme collateralization untuk digunakan. Ini seperti menggadaikan rumah ke bank untuk mendapatkan uang tunai, lalu menyewakan rumah tersebut untuk mendapatkan pendapatan—aset tetap, tapi penghasilannya malah berlipat ganda.
Saya sudah mencoba sendiri selama beberapa minggu, dan sistem ini jauh lebih stabil dari yang saya bayangkan. Terutama di bagian pinjaman stablecoin, mekanisme liquidation-nya dirancang cukup manusiawi, sehingga tidak mudah langsung di-liquidate. Bagi saya yang malas memantau pasar setiap hari, ini benar-benar penyelamat. Sistem berjalan otomatis, dan risiko tetap dalam batas yang bisa dikendalikan.
Sejujurnya, jika Anda masih bingung bagaimana cara menjaga nilai dan meningkatkan aset dari koin yang dimiliki, daripada hanya mendengarkan orang lain bicara, lebih baik Anda menjalani proses lengkapnya sendiri. Dari pengalaman pribadi saya, model staking likuiditas + stablecoin ini memang jauh lebih menguntungkan dibanding sekadar menaruh koin di exchange.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
0xLostKey
· 01-18 08:01
Eh… cerita tentang peningkatan kualitas hidup lagi, tapi mekanisme likuidasi benar-benar sehuman itu?
---
Dibilang bagus, tapi kan harus sendiri yang belajar dari pengalaman
---
Memaksimalkan utilisasi aset terdengar menyenangkan, tapi siapa yang menanggung risiko likuidasi?
---
Penyelamat bagi pemalas? Aku malah merasa ini cuma jebakan baru
---
Logika ini memang lebih pintar daripada sekadar meletakkan di bursa, tapi tetap harus waspada terhadap apa pun
---
Lagi dan lagi, cerita "Aku mendapatkan keuntungan, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan"
---
Penyetoran + kombinasi stablecoin, apakah risiko benar-benar dalam batas yang bisa dikendalikan, bro?
---
Awalnya semua orang berpikir begitu, lalu bagaimana?
---
Dibobol sekali saja akan membuat orang berpikir, pengalaman ini terlalu mahal
Lihat AsliBalas0
DefiEngineerJack
· 01-18 08:00
baik, *sebenarnya* jika Anda tidak melakukan pengujian stres terhadap ambang likuidasi Anda sebelum go live, Anda hanya berjudi dengan langkah tambahan
Lihat AsliBalas0
Gm_Gn_Merchant
· 01-18 07:56
Sial, saya harus coba logika ini, rasanya benar-benar bisa mendapatkan keuntungan tambahan satu gelombang
Lihat AsliBalas0
StableCoinKaren
· 01-18 07:49
Sial, kalau tahu begitu tidak akan membuang waktu dua bulan itu
Dalam dunia kripto yang sudah saya geluti cukup lama, lubang-lubang yang pernah saya pijak sudah tak terhitung lagi. Awalnya, pemikiran saya cukup sederhana—menaruh koin di exchange, karena praktis, meskipun bunga tahunan yang didapatkan tidak terlalu besar, dan harus selalu waspada apakah exchange akan bermasalah.
Hingga suatu hari, seorang teman mengajak saya masuk ke dalam jebakan staking likuiditas. Jujur saja, awalnya saya tidak paham dengan staking, governance token, dan lain-lain, rasanya ribet banget. Tapi belakangan, saat saya luang dan memikirkan kembali seluruh logikanya, saya baru sadar berapa banyak kerugian yang sudah saya alami sebelumnya.
Berbicara tentang pengelolaan aset stabil seperti USD1, banyak orang menganggapnya rumit, padahal inti dari konsepnya sebenarnya tidak serumit itu. Yang paling membuka mata saya adalah—pemanfaatan aset benar-benar bisa maksimal. Bayangkan saja, Anda memegang BNB atau koin utama lainnya, biasanya hanya disimpan begitu saja, seperti uang mati. Tapi dengan cara lain, Anda bisa melakukan staking terhadap koin tersebut, dan sekaligus meminjam stablecoin melalui mekanisme collateralization untuk digunakan. Ini seperti menggadaikan rumah ke bank untuk mendapatkan uang tunai, lalu menyewakan rumah tersebut untuk mendapatkan pendapatan—aset tetap, tapi penghasilannya malah berlipat ganda.
Saya sudah mencoba sendiri selama beberapa minggu, dan sistem ini jauh lebih stabil dari yang saya bayangkan. Terutama di bagian pinjaman stablecoin, mekanisme liquidation-nya dirancang cukup manusiawi, sehingga tidak mudah langsung di-liquidate. Bagi saya yang malas memantau pasar setiap hari, ini benar-benar penyelamat. Sistem berjalan otomatis, dan risiko tetap dalam batas yang bisa dikendalikan.
Sejujurnya, jika Anda masih bingung bagaimana cara menjaga nilai dan meningkatkan aset dari koin yang dimiliki, daripada hanya mendengarkan orang lain bicara, lebih baik Anda menjalani proses lengkapnya sendiri. Dari pengalaman pribadi saya, model staking likuiditas + stablecoin ini memang jauh lebih menguntungkan dibanding sekadar menaruh koin di exchange.