Pada sekitar pukul 23:00 tanggal 10 Januari 2026 (Waktu UTC), sebuah insiden pencurian aset besar mengguncang pasar cryptocurrency. Korban menjadi korban penipuan rekayasa sosial melalui dompet perangkat keras, kehilangan lebih dari 282 juta dolar AS dalam bentuk Litecoin dan Bitcoin secara instan, dan aliran besar aset ini kemudian memicu volatilitas pasar yang tajam.
Aset yang dicuri tidak hilang begitu saja, melainkan memulai "perjalanan burung merpati". Penyerang dengan cepat melancarkan rencana pertukaran, mengonversi Litecoin dan Bitcoin yang dicuri secara terus-menerus melalui beberapa bursa instan menjadi Monero. Operasi ini langsung mempengaruhi pasar Monero, harga koin melonjak dan menjadi salah satu pergerakan abnormal yang paling diperhatikan saat itu.
Yang lebih menarik lagi, penyerang juga menggunakan strategi lintas rantai—menggunakan alat jembatan seperti Thorchain untuk mentransfer Bitcoin ke beberapa blockchain seperti Ethereum, Ripple, dan Litecoin. Pendekatan multi-rantai ini tampaknya sedang dipersiapkan untuk menyembunyikan dan memindahkan aset lebih lanjut.
Berdasarkan data di blockchain, alamat yang dicuri melibatkan total 2,05 juta Litecoin dan 1459 Bitcoin. Seluruh kejadian ini berkembang dari keberhasilan serangan rekayasa sosial menjadi sebuah peristiwa transfer aset yang kompleks, melibatkan beberapa mata uang, beberapa blockchain, dan banyak bursa, serta kembali mengingatkan para peserta pasar bahwa bahkan dompet perangkat keras pun tidak sepenuhnya aman terhadap rekayasa sosial.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
NervousFingers
· 01-18 08:53
Dompet perangkat keras juga tidak luput dari serangan social engineering... Teman ini terlalu mudah percaya, 2,8 miliar dolar hilang begitu saja
Monero ini ikut melambung, benar-benar ada yang senang dan ada yang sedih
Transfer lintas rantai ini dilakukan dengan cukup lihai, sepertinya sudah dipersiapkan dengan matang
Sekarang semua pemilik koin harus merenungkan kembali kesadaran keamanan mereka
Social engineering adalah ancaman terbesar, bahkan lebih berbahaya daripada celah teknis
Bro, dompet hardware-nya gagal? Sosial engineering memang sulit dicegah
2,82 miliar dolar AS hilang dalam sekejap, betapa menyakitkannya
Kenaikan besar Monero itu benar-benar terlihat, ternyata ada yang mencuci uang
Serangan gabungan lintas rantai... memang profesional, tapi akhirnya tetap harus keluar
Harus hati-hati, bahkan dompet yang paling aman pun tidak bisa menahan pikiran yang tidak jernih
Kalau sampai dilacak kali ini, aku pasti akan mati tertawa
Lihat AsliBalas0
MrRightClick
· 01-18 08:50
Hardware wallet juga tidak aman lagi? Jadi siapa yang bisa kita percaya... Teknik social engineering ini benar-benar hebat
---
2.82 miliar dolar AS hilang begitu saja, luar biasa
---
Tiba-tiba Monero melonjak, ternyata begini ceritanya, tidak heran grafik hari itu begitu aneh
---
Main cross-chain dengan cara ini sangat lihai, orang ini memang ahli... tapi akhirnya tetap harus dicairkan
---
Pada akhirnya, bagian paling rapuh tetap manusia, tidak peduli seberapa dingin dompetnya, tidak bisa menahan penipuan
---
205 juta LTC + 1459 BTC langsung menguap, skala ini benar-benar menakutkan
Pada sekitar pukul 23:00 tanggal 10 Januari 2026 (Waktu UTC), sebuah insiden pencurian aset besar mengguncang pasar cryptocurrency. Korban menjadi korban penipuan rekayasa sosial melalui dompet perangkat keras, kehilangan lebih dari 282 juta dolar AS dalam bentuk Litecoin dan Bitcoin secara instan, dan aliran besar aset ini kemudian memicu volatilitas pasar yang tajam.
Aset yang dicuri tidak hilang begitu saja, melainkan memulai "perjalanan burung merpati". Penyerang dengan cepat melancarkan rencana pertukaran, mengonversi Litecoin dan Bitcoin yang dicuri secara terus-menerus melalui beberapa bursa instan menjadi Monero. Operasi ini langsung mempengaruhi pasar Monero, harga koin melonjak dan menjadi salah satu pergerakan abnormal yang paling diperhatikan saat itu.
Yang lebih menarik lagi, penyerang juga menggunakan strategi lintas rantai—menggunakan alat jembatan seperti Thorchain untuk mentransfer Bitcoin ke beberapa blockchain seperti Ethereum, Ripple, dan Litecoin. Pendekatan multi-rantai ini tampaknya sedang dipersiapkan untuk menyembunyikan dan memindahkan aset lebih lanjut.
Berdasarkan data di blockchain, alamat yang dicuri melibatkan total 2,05 juta Litecoin dan 1459 Bitcoin. Seluruh kejadian ini berkembang dari keberhasilan serangan rekayasa sosial menjadi sebuah peristiwa transfer aset yang kompleks, melibatkan beberapa mata uang, beberapa blockchain, dan banyak bursa, serta kembali mengingatkan para peserta pasar bahwa bahkan dompet perangkat keras pun tidak sepenuhnya aman terhadap rekayasa sosial.