Baru-baru ini kembali terungkap sebuah kasus penipuan cryptocurrency yang cukup khas. Polisi Vietnam menangkap lima tersangka di daerah Da Nang, yang bermarkas di Kamboja dan melakukan operasi penipuan yang cerdik—langsung meniru nama salah satu bursa terkenal untuk menipu, dan akhirnya berhasil mengalihkan dana sebesar 14 miliar VND.
Polisi menyebut bahwa pola mereka sebenarnya tidak baru, tetapi sangat kejam. Mereka membuat banyak akun palsu di Zalo dan Telegram, menyamar sebagai "ahli investasi" atau "konsultan keuangan", membual kepada korban tentang berbagai prospek keuntungan palsu, dan membujuk mereka untuk secara bertahap menginvestasikan dana. Yang penting, angka keuntungan yang mereka berikan semuanya dibuat-buat—penampilan keuntungan adalah palsu semua.
Begitu uang diterima, kelompok ini langsung mulai memindahkan dana. Melalui beberapa rekening bank yang berlapis-lapis, akhirnya mereka menukarkan dana tersebut menjadi cryptocurrency, dengan tujuan menyembunyikan sumber dana dan menyulitkan pelacakan. Kasus ini mengingatkan semua orang bahwa dalam bidang investasi harus selalu waspada—jangan terbuai oleh janji keuntungan tinggi, jalur resmi adalah jaminan yang sebenarnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
4am_degen
· 6jam yang lalu
140 miliar shield hilang begitu saja, sungguh luar biasa... Pola ini pada akhirnya tetap sama, yaitu penipuan yang semakin pandai membungkus diri sendiri
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterWang
· 6jam yang lalu
Setiap hari ada penipu baru, dan semuanya menggunakan pola yang sama, benar-benar menganggap kita bodoh ya
Lihat AsliBalas0
DEXRobinHood
· 6jam yang lalu
又是这一套,洗盘子的花样真就这么多啊
---
Zalo dan Telegram menjadi tempat berkembangnya penipuan, hal ini sudah seharusnya diatur
---
140 miliar Dolar, astaga angka ini... Untungnya aku tidak pernah percaya omong kosong dari penasihat investasi
---
Transfer bertingkat akhirnya diubah menjadi koin, teknik ini terlihat sangat menyeramkan
---
Benar, siapa pun yang berjanji pendapatan bulanan puluhan persen, pasti penipu
---
Respon polisi Vietnam kali ini cukup baik, yang paling ditakutkan adalah tidak bisa mengungkap bos di balik layar
---
Mengimitasi nama bursa ini juga luar biasa, harus hati-hati semua
---
Bagaimana masih ada orang yang percaya "ahli" itu, sembarang akun saja berani mengklaim
---
Bagian transfer dana itu yang paling penting, jika dipikir-pikir, mengapa pencucian uang begitu sulit
---
Pendapatan tinggi benar-benar membuatku takut, lebih baik tetap hodl saja
Lihat AsliBalas0
MevTears
· 6jam yang lalu
Kembali lagi, "penasihat investasi" di Telegram itu benar-benar harus ditangkap, benar-benar
Lihat AsliBalas0
MissingSats
· 6jam yang lalu
Lagi lagi, pola ini benar-benar harus dihentikan, semua "penasihat investasi" di Telegram sudah saya blokir
Baru-baru ini kembali terungkap sebuah kasus penipuan cryptocurrency yang cukup khas. Polisi Vietnam menangkap lima tersangka di daerah Da Nang, yang bermarkas di Kamboja dan melakukan operasi penipuan yang cerdik—langsung meniru nama salah satu bursa terkenal untuk menipu, dan akhirnya berhasil mengalihkan dana sebesar 14 miliar VND.
Polisi menyebut bahwa pola mereka sebenarnya tidak baru, tetapi sangat kejam. Mereka membuat banyak akun palsu di Zalo dan Telegram, menyamar sebagai "ahli investasi" atau "konsultan keuangan", membual kepada korban tentang berbagai prospek keuntungan palsu, dan membujuk mereka untuk secara bertahap menginvestasikan dana. Yang penting, angka keuntungan yang mereka berikan semuanya dibuat-buat—penampilan keuntungan adalah palsu semua.
Begitu uang diterima, kelompok ini langsung mulai memindahkan dana. Melalui beberapa rekening bank yang berlapis-lapis, akhirnya mereka menukarkan dana tersebut menjadi cryptocurrency, dengan tujuan menyembunyikan sumber dana dan menyulitkan pelacakan. Kasus ini mengingatkan semua orang bahwa dalam bidang investasi harus selalu waspada—jangan terbuai oleh janji keuntungan tinggi, jalur resmi adalah jaminan yang sebenarnya.