Ketika nilai pasar sebuah proyek menembus angka 20 juta dolar AS dan pembuatnya mengklaim biaya kumulatif lebih dari 200.000 dolar AS, kasus ini layak untuk dipikirkan secara mendalam. Ada yang menunjukkan bahwa pendapatan biaya ini sepenuhnya dapat digunakan untuk mendukung kegiatan amal dan pembangunan komunitas — tetapi masalahnya adalah, apakah uang ini akhirnya benar-benar mengalir ke tempat yang seharusnya? Transparansi dan rasa tanggung jawab sosial dari pihak proyek secara langsung mempengaruhi kepercayaan jangka panjang komunitas terhadapnya. Dari contoh Ralph, penggunaan dana biaya pembuat dan realisasi janji amal harus menjadi pertanyaan yang harus diajukan oleh setiap peserta.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PonziWhisperer
· 01-18 12:56
20万 dolar sebetulnya hanyalah tameng untuk menutupi praktik merugikan, transparansi? Haha jangan bercanda
Lihat AsliBalas0
SchrodingersFOMO
· 01-18 09:45
Ini lagi-lagi alasan yang sama, ke mana uangnya pergi siapa yang tahu, pokoknya bukan untuk amal
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterWang
· 01-18 09:43
Biaya 200.000? Eh... Apakah semuanya benar-benar digunakan untuk komunitas? Saya rasa kita harus mengupas lagi buku pembukuan.
Lihat AsliBalas0
MEVSupportGroup
· 01-18 09:39
Ini lagi-lagi trik biaya 200.000, di mana transparansi? Di mana amal yang dijanjikan?
Lihat AsliBalas0
IntrovertMetaverse
· 01-18 09:39
Ini lagi cerita tentang "Kami berjanji melakukan amal" tetapi uang akhirnya masuk ke kantong sendiri... Ralph, seharusnya sudah ada yang mengungkapkan hal ini sejak dulu
Lihat AsliBalas0
ForeverBuyingDips
· 01-18 09:39
20 juta dolar AS... kok rasanya ini lagi-lagi trik lama "Kami berjanji akan beramal", uangnya mana? Yang benar-benar terealisasi berapa banyak
Ketika nilai pasar sebuah proyek menembus angka 20 juta dolar AS dan pembuatnya mengklaim biaya kumulatif lebih dari 200.000 dolar AS, kasus ini layak untuk dipikirkan secara mendalam. Ada yang menunjukkan bahwa pendapatan biaya ini sepenuhnya dapat digunakan untuk mendukung kegiatan amal dan pembangunan komunitas — tetapi masalahnya adalah, apakah uang ini akhirnya benar-benar mengalir ke tempat yang seharusnya? Transparansi dan rasa tanggung jawab sosial dari pihak proyek secara langsung mempengaruhi kepercayaan jangka panjang komunitas terhadapnya. Dari contoh Ralph, penggunaan dana biaya pembuat dan realisasi janji amal harus menjadi pertanyaan yang harus diajukan oleh setiap peserta.