Penelitian ekonomi terbaru mengungkapkan data menarik: kebijakan tarif yang diterapkan Amerika Serikat selama dua tahun terakhir sebenarnya menyebabkan ketidakseimbangan serius dalam distribusi biaya. Berdasarkan analisis dari Kiel Institute for the World Economy di Jerman, dari awal 2024 hingga November tahun ini, sekitar 96% beban tarif impor barang di Amerika Serikat akhirnya ditanggung oleh konsumen dan importir AS, sementara eksportir asing hanya menanggung sekitar 4%.
Apa artinya ini? Singkatnya, importir dan konsumen yang membayar harga akhir dari kebijakan ini. Kenaikan harga impor dan peningkatan biaya rantai pasokan akhirnya akan berdampak pada ritel. Bagi industri dan pasar konsumen yang bergantung pada barang impor, tekanan biaya ini nyata adanya. Selain itu, distribusi proporsi yang sangat timpang ini juga mencerminkan kompleksitas pelaksanaan kebijakan perdagangan—tujuan awal dari kebijakan tarif dan hasil akhirnya seringkali sangat berbeda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AirdropBlackHole
· 23jam yang lalu
96% ditekan pada orang sendiri, ini benar-benar tidak masuk akal
Lihat AsliBalas0
PumpAnalyst
· 23jam yang lalu
96% dibebankan kepada konsumen Amerika Serikat, 4% diserahkan kepada penjual asing, begitu data ini keluar saya langsung tahu harga akan naik, dompet lagi harus menyusut
Lihat AsliBalas0
WenMoon
· 23jam yang lalu
96% tertekan oleh orang Amerika? Inilah yang disebut "memukul wajah sendiri" yang terkenal
Lihat AsliBalas0
FortuneTeller42
· 23jam yang lalu
96% ditekan ke orang sendiri, kebijakan tarif ini benar-benar gila
Lihat AsliBalas0
TaxEvader
· 23jam yang lalu
96% ditekan ke orang dalam sendiri, ini disebut "melindungi industri dalam negeri"? Lucu banget
Lihat AsliBalas0
SchrodingerWallet
· 23jam yang lalu
96% merusak diri sendiri, tindakan ini benar-benar luar biasa
Penelitian ekonomi terbaru mengungkapkan data menarik: kebijakan tarif yang diterapkan Amerika Serikat selama dua tahun terakhir sebenarnya menyebabkan ketidakseimbangan serius dalam distribusi biaya. Berdasarkan analisis dari Kiel Institute for the World Economy di Jerman, dari awal 2024 hingga November tahun ini, sekitar 96% beban tarif impor barang di Amerika Serikat akhirnya ditanggung oleh konsumen dan importir AS, sementara eksportir asing hanya menanggung sekitar 4%.
Apa artinya ini? Singkatnya, importir dan konsumen yang membayar harga akhir dari kebijakan ini. Kenaikan harga impor dan peningkatan biaya rantai pasokan akhirnya akan berdampak pada ritel. Bagi industri dan pasar konsumen yang bergantung pada barang impor, tekanan biaya ini nyata adanya. Selain itu, distribusi proporsi yang sangat timpang ini juga mencerminkan kompleksitas pelaksanaan kebijakan perdagangan—tujuan awal dari kebijakan tarif dan hasil akhirnya seringkali sangat berbeda.