Krisis geopolitik merobek pasar: narasi "emas digital" Bitcoin kembali menghadapi ujian berat

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pasar global terguncang oleh ancaman tarif baru yang dikeluarkan Trump terhadap delapan negara Eropa, harga emas pun naik mengikuti tren ke level tertinggi sekitar 4.670 dolar AS, sementara harga Bitcoin sempat turun di bawah 92.000 dolar AS.

Data prediksi Polymarket menunjukkan bahwa probabilitas pasar untuk Bitcoin mencapai 100.000 dolar sebelum akhir Januari turun tajam dari 72% pada 15 Januari menjadi sekitar 27%, menunjukkan perubahan signifikan dalam sentimen investor.

Dampak Geopolitik

Baru-baru ini, pasar keuangan global terganggu oleh berita geopolitik. Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia, langkah ini langsung menyoroti sengketa klaim kedaulatan atas Greenland yang telah berlangsung lama antara AS dan negara-negara Eropa.

Trump mengumumkan rencana mulai 1 Februari 2026 untuk mengenakan tarif 10% pada barang impor dari negara-negara tersebut ke AS, dan menyatakan bahwa jika tidak ada kesepakatan mengenai “pembelian Greenland secara menyeluruh” oleh AS, tarif akan naik menjadi 25% pada 1 Juni.

Respon dari pihak Eropa cepat dan tegas. Delapan negara yang terancam mengeluarkan pernyataan bersama mengecam langkah ini sebagai “merusak hubungan transatlantik dan berisiko terjebak dalam siklus negatif yang berbahaya.” Uni Eropa juga mulai mempertimbangkan langkah balasan, termasuk mengenakan tarif ulang pada barang AS senilai 93 miliar euro, bahkan mungkin mengaktifkan alat balasan terhadap tekanan ini. Alat ini akan membatasi akses perusahaan AS ke pasar pengadaan publik UE, peluang investasi, dan layanan keuangan.

Respon Lindung Nilai Pasar

Ketegangan geopolitik yang meningkat langsung memicu reaksi berantai di pasar keuangan. Dalam kondisi ini, karakteristik safe haven dari berbagai aset terbukti, sekaligus menimbulkan keraguan terhadap narasi “emas digital” dari Bitcoin.

Harga emas menunjukkan performa yang sepenuhnya sesuai dengan harapan aset safe haven tradisional, menarik modal saat ketidakpastian. Sebaliknya, harga Bitcoin justru turun. Data pasar menunjukkan bahwa Bitcoin sempat turun di bawah 92.000 dolar AS, sementara emas naik ke level tertinggi sepanjang masa. Perbedaan ini secara signifikan menantang narasi Bitcoin sebagai “emas digital.” Pendukung emas, Peter Schiff, secara terbuka menyatakan bahwa jika Bitcoin tidak mampu mengikuti kenaikan emas, narasi sebagai “emas digital” akan goyah. Peristiwa pasar ini tampaknya sedang menguji pandangan tersebut.

Guncangan Narasi dan Prediksi Harga

Ketika risiko politik global meningkat, Bitcoin tidak menunjukkan karakteristik aset safe haven tradisional, malah bergerak bersamaan dengan aset berisiko. Perilaku ini memaksa orang untuk meninjau kembali posisi Bitcoin sebagai “emas digital.” Data pasar prediksi memberi jendela untuk mengamati sentimen pasar. Probabilitas Bitcoin mencapai 100.000 dolar sebelum akhir Januari menurun drastis, mencerminkan kekecewaan pasar terhadap performa harga terbaru dan juga melemahkan kepercayaan terhadap sifat makro safe haven dari Bitcoin.

Ekspektasi volatilitas dan performa harga Bitcoin saling menguatkan. Emas menunjukkan ciri khas aset safe haven klasik, sementara Bitcoin terjebak dalam penurunan, memperlemah narasi “emas digital.” Perlu dicatat, meskipun sifat safe haven jangka pendek Bitcoin sedang dipertanyakan, data prediksi pasar Polymarket menunjukkan bahwa trader tetap memiliki ekspektasi 59% bahwa Bitcoin akan mengungguli emas sepanjang 2026.

Perspektif Data Berdasarkan Tren Gate

Indikator Nilai Catatan
Harga saat ini $92.653,5 Data per 20 Januari 2026
Volume perdagangan 24 jam $739,88M Menggambarkan aktivitas pasar
Perubahan harga 24 jam -2,55% Signifikan dipengaruhi geopolitik
Perubahan harga 7 hari +1,30% Masih relatif kuat secara keseluruhan
Kapitalisasi pasar $1,84T Dominasi pasar tetap kokoh
Pangsa pasar 56,42% Penguasaan mutlak di bidang kripto
Prediksi harga rata-rata 2026 $92.439,9 Berdasarkan data pasar saat ini
Prediksi rentang harga 2026 $69.329,92 - $110.927,88 Volatilitas tetap signifikan

Dari data harga, Bitcoin menunjukkan ketahanan setelah terguncang geopolitik, meskipun turun 2,55% dalam 24 jam, namun tetap menguat 1,30% dalam 7 hari. Ini menunjukkan bahwa pasar sedang berusaha pulih secara bertahap setelah kejadian jangka pendek. Data dari Gate juga menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin masih sebesar 1,84 triliun dolar, dengan pangsa pasar 56,42%, menegaskan posisi dominan Bitcoin di dunia kripto, meskipun tantangan terhadap sifat safe haven-nya tetap menjadi isu utama yang harus dihadapi pasar.

Analisis Mendalam: Reposisi Aset

Peristiwa pasar ini memberikan eksperimen alami yang langka, menunjukkan bagaimana performa berbagai kelas aset berbeda saat menghadapi risiko.

Analisis pasar umumnya menyatakan bahwa performa Bitcoin kali ini lebih mirip aset berisiko daripada safe haven. Ada alasan kompleks di balik fenomena ini: harga Bitcoin sangat bergantung pada likuiditas sistem dolar dan stabilitas pasar keuangan AS. Meski Bitcoin mengusung tema “desentralisasi” dan “global,” ketika AS mengalami konflik mendasar dengan sekutunya, sifat Bitcoin sebagai “aset AS” menjadi sangat jelas, dan daya tariknya pun menurun.

Fenomena menarik lainnya adalah, alamat whale yang memegang lebih dari 10.000 BTC terus melakukan penjualan selama volatilitas pasar baru-baru ini, sementara pemilik menengah dengan 10–1.000 BTC justru menambah akumulasi, memberikan dukungan stabilitas tertentu. Perbedaan ini mungkin menunjukkan bahwa berbagai tipe investor memiliki penilaian dan strategi berbeda terhadap pasar.

Pandangan Institusi dan Prospek Pasar

Para analis pasar memiliki interpretasi berbeda tentang situasi saat ini. Analis senior, Samer Hasn, menyatakan bahwa tren penurunan Bitcoin didorong oleh pengambilan keuntungan dan pergeseran ke penghindaran risiko. Ia menjelaskan bahwa trader sedang mencerna risiko politik AS serta ketegangan geopolitik dan perdagangan yang tiba-tiba meningkat.

Penelitian CoinShares menawarkan perspektif makro yang lebih luas. Dalam kondisi resesi, jika Federal Reserve mengambil kebijakan stimulus agresif, harga Bitcoin bisa menembus 170.000 dolar. Sebaliknya, jika terjadi stagflasi, harga Bitcoin bisa turun ke kisaran 70.000–100.000 dolar. Analisis skenario ini menyoroti pengaruh ekonomi makro yang mendalam terhadap harga Bitcoin.

Pergerakan dana institusi juga patut diperhatikan. Menurut laporan Grayscale, aset ETF Bitcoin AS meningkat 45% hingga akhir 2025, mencapai $103 miliar. Ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan jangka pendek, adopsi institusional terhadap Bitcoin tetap berjalan secara stabil, yang bisa menjadi dukungan harga jangka panjang.

Harga Bitcoin mengalami koreksi selama krisis geopolitik, sementara harga emas terus naik ke level tertinggi sepanjang masa. Sengketa Greenland memicu gejolak pasar yang perlahan mereda, namun harga Bitcoin tetap berada di sekitar $92.653. Prediksi di platform Polymarket menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap Bitcoin mencapai $100.000 dalam waktu dekat telah menurun dari puncaknya 72%. Seiring perkembangan situasi perdagangan global, total kontrak berjangka kripto yang mengalami forced liquidation telah mencapai $684 juta, dan hampir 240.000 orang terpaksa melakukan margin call selama gelombang ini.

BTC-1,9%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)