Industri dompet crypto hardware menghadapi tantangan keamanan signifikan lainnya pada 5 Januari 2026, ketika Ledger mengungkapkan kompromi data yang terkait dengan penyedia pembayaran pihak ketiga, Global-e. Insiden ini menandai kejadian terbaru dalam rangkaian peristiwa keamanan yang mengkhawatirkan yang mempengaruhi platform dompet utama, menambah urgensi dalam diskusi tentang perlindungan aset crypto.
Bagaimana Pelanggaran Keamanan Terjadi
Analis blockchain ZachXBT pertama kali memberi tahu komunitas tentang akses tidak sah ke basis data pelanggan Ledger melalui Global-e. Pelanggaran ini mengekspos informasi pengguna yang sensitif termasuk nama dan alamat email tanpa izin. Setelah penyelidikan, tim teknis Ledger mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dalam segmen infrastruktur cloud mereka yang berinteraksi dengan sistem pemrosesan pembayaran Global-e.
Waktu kejadian ini memperburuk kekhawatiran keamanan yang sudah ada di seluruh ekosistem crypto. Pelanggaran keamanan ini terjadi di tengah meningkatnya kerentanan yang mempengaruhi Trust Wallet dan MetaMask—kedua platform baru-baru ini mengalami transfer dana tidak sah yang mempengaruhi basis pengguna mereka.
Konteks Historis: Tantangan Keamanan Ledger Sebelumnya
Insiden ini bukan yang pertama bagi perusahaan. Pada 2020, Ledger mengalami pelanggaran data besar melalui mitra e-commerce-nya, Shopify, yang mengekspos data pribadi sekitar 270.000 pengguna. Baru-baru ini, insiden keamanan tahun 2023 mengakibatkan kerugian sekitar 500.000 dan mengompromikan koneksi ke beberapa protokol keuangan terdesentralisasi.
Insiden berulang ini menegaskan kompleksitas menjaga keamanan di berbagai lapisan infrastruktur dan integrasi pihak ketiga.
Tanggapan Resmi Ledger dan Penilaian Kerusakan
Ledger bergerak cepat untuk menahan situasi dan berkomunikasi dengan pengguna yang terdampak. Perusahaan menyatakan secara tegas bahwa dana dompet dan kunci kriptografi pribadi tetap aman selama insiden berlangsung. Informasi kartu pembayaran yang disimpan di platform tidak terpengaruh oleh pelanggaran ini.
Dalam pernyataan resminya, Ledger menekankan perbedaan penting: pelanggaran keamanan terjadi di dalam sistem Global-e, bukan di infrastruktur inti Ledger. Perusahaan menegaskan bahwa model kustodian mandiri mereka berarti proses pihak ketiga seperti Global-e tidak dapat mengakses frasa pemulihan pengguna, saldo blockchain, atau bahan kriptografi terkait aset digital. Desain arsitektur ini berfungsi sebagai perlindungan penting dalam insiden ini.
Ledger sedang berkoordinasi dengan Global-e untuk menghubungi semua pengguna yang terdampak dan menyediakan dokumentasi insiden secara rinci. Spesialis forensik sedang aktif menyelidiki cakupan dan asal-usul pelanggaran ini.
Implikasi Keamanan Lebih Luas untuk Dunia Crypto
Serangkaian kejadian keamanan ini di berbagai penyedia dompet menimbulkan pertanyaan penting tentang ketahanan infrastruktur dan manajemen risiko pihak ketiga dalam cryptocurrency. Industri tampaknya menghadapi peningkatan aktivitas ancaman yang menargetkan lapisan pemrosesan pembayaran dan repositori data pelanggan.
Pengguna dompet hardware harus meninjau aktivitas akun mereka, memantau komunikasi dari penyedia layanan mereka, dan mempertimbangkan penerapan langkah verifikasi tambahan saat mengakses fungsi akun yang sensitif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pelanggaraan Keamanan Ledger: Peringatan Bangun Lagi untuk Pengguna Dompet Crypto
Industri dompet crypto hardware menghadapi tantangan keamanan signifikan lainnya pada 5 Januari 2026, ketika Ledger mengungkapkan kompromi data yang terkait dengan penyedia pembayaran pihak ketiga, Global-e. Insiden ini menandai kejadian terbaru dalam rangkaian peristiwa keamanan yang mengkhawatirkan yang mempengaruhi platform dompet utama, menambah urgensi dalam diskusi tentang perlindungan aset crypto.
Bagaimana Pelanggaran Keamanan Terjadi
Analis blockchain ZachXBT pertama kali memberi tahu komunitas tentang akses tidak sah ke basis data pelanggan Ledger melalui Global-e. Pelanggaran ini mengekspos informasi pengguna yang sensitif termasuk nama dan alamat email tanpa izin. Setelah penyelidikan, tim teknis Ledger mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dalam segmen infrastruktur cloud mereka yang berinteraksi dengan sistem pemrosesan pembayaran Global-e.
Waktu kejadian ini memperburuk kekhawatiran keamanan yang sudah ada di seluruh ekosistem crypto. Pelanggaran keamanan ini terjadi di tengah meningkatnya kerentanan yang mempengaruhi Trust Wallet dan MetaMask—kedua platform baru-baru ini mengalami transfer dana tidak sah yang mempengaruhi basis pengguna mereka.
Konteks Historis: Tantangan Keamanan Ledger Sebelumnya
Insiden ini bukan yang pertama bagi perusahaan. Pada 2020, Ledger mengalami pelanggaran data besar melalui mitra e-commerce-nya, Shopify, yang mengekspos data pribadi sekitar 270.000 pengguna. Baru-baru ini, insiden keamanan tahun 2023 mengakibatkan kerugian sekitar 500.000 dan mengompromikan koneksi ke beberapa protokol keuangan terdesentralisasi.
Insiden berulang ini menegaskan kompleksitas menjaga keamanan di berbagai lapisan infrastruktur dan integrasi pihak ketiga.
Tanggapan Resmi Ledger dan Penilaian Kerusakan
Ledger bergerak cepat untuk menahan situasi dan berkomunikasi dengan pengguna yang terdampak. Perusahaan menyatakan secara tegas bahwa dana dompet dan kunci kriptografi pribadi tetap aman selama insiden berlangsung. Informasi kartu pembayaran yang disimpan di platform tidak terpengaruh oleh pelanggaran ini.
Dalam pernyataan resminya, Ledger menekankan perbedaan penting: pelanggaran keamanan terjadi di dalam sistem Global-e, bukan di infrastruktur inti Ledger. Perusahaan menegaskan bahwa model kustodian mandiri mereka berarti proses pihak ketiga seperti Global-e tidak dapat mengakses frasa pemulihan pengguna, saldo blockchain, atau bahan kriptografi terkait aset digital. Desain arsitektur ini berfungsi sebagai perlindungan penting dalam insiden ini.
Ledger sedang berkoordinasi dengan Global-e untuk menghubungi semua pengguna yang terdampak dan menyediakan dokumentasi insiden secara rinci. Spesialis forensik sedang aktif menyelidiki cakupan dan asal-usul pelanggaran ini.
Implikasi Keamanan Lebih Luas untuk Dunia Crypto
Serangkaian kejadian keamanan ini di berbagai penyedia dompet menimbulkan pertanyaan penting tentang ketahanan infrastruktur dan manajemen risiko pihak ketiga dalam cryptocurrency. Industri tampaknya menghadapi peningkatan aktivitas ancaman yang menargetkan lapisan pemrosesan pembayaran dan repositori data pelanggan.
Pengguna dompet hardware harus meninjau aktivitas akun mereka, memantau komunikasi dari penyedia layanan mereka, dan mempertimbangkan penerapan langkah verifikasi tambahan saat mengakses fungsi akun yang sensitif.