Rintangan Sebenarnya: Ketika Turbin Tidak Bisa Mengimbangi
Semua orang membicarakan kekurangan GPU dan kapasitas pusat data, tetapi inilah yang sebenarnya menghambat pertumbuhan AI: pembangkit listrik. Dan ini jauh dari seimbang.
Pusat data AI adalah makhluk yang rakus listrik. Satu fasilitas bisa mengkonsumsi listrik sebanyak kota kecil. Masalahnya? Produsen turbin gas tidak bisa membangun cukup cepat. Produsen utama memperkirakan waktu tunggu 7-8 tahun, dengan beberapa tanggal pengiriman tidak sampai tahun 2032. CEO NextEra Energy mengonfirmasi bahwa fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas baru tidak akan beroperasi sampai paling cepat tahun 2032.
Ini menciptakan kerugian kompetitif besar bagi operator pusat data yang berlomba merebut pangsa pasar dari hyperscaler yang sangat membutuhkan kapasitas komputasi.
Strategi Tidak Konvensional Applied Digital
Applied Digital (NASDAQ: APLD) baru saja melaporkan hasil Q2 FY2026 yang mencuri perhatian: pendapatan melonjak 250% dari tahun ke tahun menjadi $126,6 juta. Perusahaan ini mengirimkan kapasitas komputasi AI sebesar 100 MW pertama di Polaris Forge 1 untuk CoreWeave, dengan rencana mencapai 400 MW di kampus tersebut saja. Perjanjian 15 tahun dengan hyperscaler besar AS mengamankan kapasitas 200 MW di Polaris Forge 2, yang diperkirakan akan menghasilkan ~$5 miliar dalam pendapatan.
Tapi berita utama sebenarnya? Applied Digital menemukan cara mengatasi kekurangan turbin.
Solusi Retro: Ketika 1867 Bertemu 2026
Applied Digital menandatangani perjanjian dengan Babcock & Wilcox (beroperasi sejak 1867) untuk mengerahkan 1 GW pembangkit listrik. Alih-alih menunggu bertahun-tahun untuk turbin gas modern, perusahaan ini menghidupkan kembali teknologi turbin uap yang sudah terbukti.
Begini cara kerjanya: B&W akan merancang dan memasang beberapa pembangkit listrik berbahan bakar gas alam 300 MW yang dilengkapi boiler tradisional dan turbin uap di pusat data Applied Digital. Siemens Energy akan memasok generator set. Unit pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028.
“Kami menggunakan teknologi boiler yang sama seperti pembangkit batu bara, tetapi berjalan dengan gas alam,” jelas CEO Applied Digital Wes Cummins saat laporan pendapatan. “B&W telah mengonversi fasilitas batu bara ke gas alam selama lebih dari satu dekade. Ini memungkinkan kami memasuki pasar bertahun-tahun lebih awal dari pesaing yang terjebak dalam antrean turbin gas.”
Benteng Kompetitif: 3-4 Tahun Ruang Bernapas
Ini bukan sekadar rekayasa cerdas—ini adalah langkah strategis yang brilian. Sementara pesaing menunggu hingga 2031-2032 untuk turbin gas tradisional, Applied Digital bisa mengaktifkan infrastruktur AI pada 2028. Itu adalah keunggulan 3-4 tahun untuk mengamankan kontrak jangka panjang dengan hyperscaler.
Perusahaan sudah dalam diskusi lanjutan untuk kapasitas tambahan 900 MW dan menargetkan 5 GW dalam lima tahun ke depan. Setiap fasilitas yang mulai beroperasi lebih awal berarti kontrak yang ditandatangani dan aliran pendapatan yang dapat diprediksi.
Mengapa Turbin Uap Lebih Penting (Daripada yang Anda Pikirkan)
Teknologi turbin uap mungkin terdengar kuno, tetapi sudah teruji dan andal. Keunggulannya? Garansi waktu produksi dan rantai pasokan yang terbukti. Alih-alih bersaing dalam antrean padat untuk turbin baru, Applied Digital memanfaatkan pasar yang kurang jenuh dengan vendor yang sudah mapan dan mampu mengeksekusi jadwal yang dipadatkan.
Langkah ini menandakan bahwa pembangunan infrastruktur AI tidak hanya soal kekuatan komputasi mentah—tetapi juga menyelesaikan masalah logistik yang tidak glamor. Perusahaan yang mengatasi kendala pembangkit listrik akan memenangkan perang pusat data.
Applied Digital baru saja menunjukkan bahwa inovasi terobosan kadang-kadang berarti melihat ke belakang, bukan ke depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana Applied Digital Mengatasi Krisis Energi AI dengan Teknik Rekayasa Abad ke-19
Rintangan Sebenarnya: Ketika Turbin Tidak Bisa Mengimbangi
Semua orang membicarakan kekurangan GPU dan kapasitas pusat data, tetapi inilah yang sebenarnya menghambat pertumbuhan AI: pembangkit listrik. Dan ini jauh dari seimbang.
Pusat data AI adalah makhluk yang rakus listrik. Satu fasilitas bisa mengkonsumsi listrik sebanyak kota kecil. Masalahnya? Produsen turbin gas tidak bisa membangun cukup cepat. Produsen utama memperkirakan waktu tunggu 7-8 tahun, dengan beberapa tanggal pengiriman tidak sampai tahun 2032. CEO NextEra Energy mengonfirmasi bahwa fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas baru tidak akan beroperasi sampai paling cepat tahun 2032.
Ini menciptakan kerugian kompetitif besar bagi operator pusat data yang berlomba merebut pangsa pasar dari hyperscaler yang sangat membutuhkan kapasitas komputasi.
Strategi Tidak Konvensional Applied Digital
Applied Digital (NASDAQ: APLD) baru saja melaporkan hasil Q2 FY2026 yang mencuri perhatian: pendapatan melonjak 250% dari tahun ke tahun menjadi $126,6 juta. Perusahaan ini mengirimkan kapasitas komputasi AI sebesar 100 MW pertama di Polaris Forge 1 untuk CoreWeave, dengan rencana mencapai 400 MW di kampus tersebut saja. Perjanjian 15 tahun dengan hyperscaler besar AS mengamankan kapasitas 200 MW di Polaris Forge 2, yang diperkirakan akan menghasilkan ~$5 miliar dalam pendapatan.
Tapi berita utama sebenarnya? Applied Digital menemukan cara mengatasi kekurangan turbin.
Solusi Retro: Ketika 1867 Bertemu 2026
Applied Digital menandatangani perjanjian dengan Babcock & Wilcox (beroperasi sejak 1867) untuk mengerahkan 1 GW pembangkit listrik. Alih-alih menunggu bertahun-tahun untuk turbin gas modern, perusahaan ini menghidupkan kembali teknologi turbin uap yang sudah terbukti.
Begini cara kerjanya: B&W akan merancang dan memasang beberapa pembangkit listrik berbahan bakar gas alam 300 MW yang dilengkapi boiler tradisional dan turbin uap di pusat data Applied Digital. Siemens Energy akan memasok generator set. Unit pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028.
“Kami menggunakan teknologi boiler yang sama seperti pembangkit batu bara, tetapi berjalan dengan gas alam,” jelas CEO Applied Digital Wes Cummins saat laporan pendapatan. “B&W telah mengonversi fasilitas batu bara ke gas alam selama lebih dari satu dekade. Ini memungkinkan kami memasuki pasar bertahun-tahun lebih awal dari pesaing yang terjebak dalam antrean turbin gas.”
Benteng Kompetitif: 3-4 Tahun Ruang Bernapas
Ini bukan sekadar rekayasa cerdas—ini adalah langkah strategis yang brilian. Sementara pesaing menunggu hingga 2031-2032 untuk turbin gas tradisional, Applied Digital bisa mengaktifkan infrastruktur AI pada 2028. Itu adalah keunggulan 3-4 tahun untuk mengamankan kontrak jangka panjang dengan hyperscaler.
Perusahaan sudah dalam diskusi lanjutan untuk kapasitas tambahan 900 MW dan menargetkan 5 GW dalam lima tahun ke depan. Setiap fasilitas yang mulai beroperasi lebih awal berarti kontrak yang ditandatangani dan aliran pendapatan yang dapat diprediksi.
Mengapa Turbin Uap Lebih Penting (Daripada yang Anda Pikirkan)
Teknologi turbin uap mungkin terdengar kuno, tetapi sudah teruji dan andal. Keunggulannya? Garansi waktu produksi dan rantai pasokan yang terbukti. Alih-alih bersaing dalam antrean padat untuk turbin baru, Applied Digital memanfaatkan pasar yang kurang jenuh dengan vendor yang sudah mapan dan mampu mengeksekusi jadwal yang dipadatkan.
Langkah ini menandakan bahwa pembangunan infrastruktur AI tidak hanya soal kekuatan komputasi mentah—tetapi juga menyelesaikan masalah logistik yang tidak glamor. Perusahaan yang mengatasi kendala pembangkit listrik akan memenangkan perang pusat data.
Applied Digital baru saja menunjukkan bahwa inovasi terobosan kadang-kadang berarti melihat ke belakang, bukan ke depan.