Kesepakatan seorang dealer seni dengan seorang musisi rock legendaris berubah menjadi kisah peringatan. Dia menyerahkan sebuah karya masterpiece dari abad ke-19—hanya untuk tidak pernah menerima pembayaran. Apa yang terjadi selanjutnya jauh lebih buruk: email dingin yang menghancurkan harapan yang tersisa. "Ini akan singkat. Saya berbohong," tulisnya. Pengkhianatan ini mengungkapkan realitas keras tentang kepercayaan dalam transaksi bernilai tinggi. Tidak ada kontrak yang cukup kuat untuk mencegah seseorang pergi begitu saja. Ceritanya menjadi pengingat suram bahwa bahkan kesepakatan bergengsi pun bisa berantakan ketika salah satu pihak memutuskan untuk menghilang—meninggalkan pihak lain dengan janji yang patah dan penyesalan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TommyTeacher
· 9jam yang lalu
Ya ampun, makanya aku nggak pernah berbisnis sama selebriti... kontrak nggak ada gunanya sama sekali, yang penting itu kepribadian orangnya.
Lihat AsliBalas0
RuntimeError
· 9jam yang lalu
Haha, pemain rock ini terlalu keren, "I lied" langsung dilempar begitu saja... Surat kontrak jadi kertas bekas
Lihat AsliBalas0
0xInsomnia
· 9jam yang lalu
Sial, ini adalah email "Aku bohong kamu datang" yang legendaris? Astaga, beberapa miliar lukisan hilang begitu saja
Lihat AsliBalas0
UnluckyValidator
· 9jam yang lalu
Orang ini benar-benar payah, kontrak tertulis pun tidak mampu menghentikan orang untuk kabur, benar-benar hanya dengan satu kalimat "Aku menipumu"...
Lihat AsliBalas0
BoredStaker
· 9jam yang lalu
Sial, bintang rock ini benar-benar keterlaluan, kontraknya sudah tertulis jelas di atas kertas, masih berani memalingkan muka dan berbohong?
Kesepakatan seorang dealer seni dengan seorang musisi rock legendaris berubah menjadi kisah peringatan. Dia menyerahkan sebuah karya masterpiece dari abad ke-19—hanya untuk tidak pernah menerima pembayaran. Apa yang terjadi selanjutnya jauh lebih buruk: email dingin yang menghancurkan harapan yang tersisa. "Ini akan singkat. Saya berbohong," tulisnya. Pengkhianatan ini mengungkapkan realitas keras tentang kepercayaan dalam transaksi bernilai tinggi. Tidak ada kontrak yang cukup kuat untuk mencegah seseorang pergi begitu saja. Ceritanya menjadi pengingat suram bahwa bahkan kesepakatan bergengsi pun bisa berantakan ketika salah satu pihak memutuskan untuk menghilang—meninggalkan pihak lain dengan janji yang patah dan penyesalan.